Intinya adalah Keseimbangan

Berawal dari nulis di twitter judul di atas, saya ingin bikin posting tentang keseimbangan. Mungkin karena saya merasa hidup saya tidak seimbang, terlalu banyak tidur dan sedikit berkegiatan. Mungkin karena baca tweet Mario Teguh "ada orang yang menikmati kesenangan sampai lupa sukses, dan ada yang mengejar sukses sampai lupa hidup". Mungkin juga karena pemahaman dari kalimat teman KKN dulu tentang sebuah hubungan yang harus seimbang dan tidak 'berat sebelah', kalau tidak yang ada hanyalah 'bom waktu'.

Yah, dalam hidup ini keseimbangan harus dijaga. Dalam berusaha pun kita harus seimbang, tidak berusaha saja tanpa berdoa dan juga tidak berdoa saja tanpa berusaha. Urusan perut pun juga harus seimbang, makan sebelum lapar, tapi begitu makan juga tidak sampai kekenyangan. Mungkin kalau terjadi ketidakseimbangan sedikit saja dalam setiap tindakan kita, akan ada implikasi yang tidak menyenangkan.

Saya contohkan saja diri saya sendiri. Akhir-akhir ini entah kenapa saya malas sekali. Kebanyakan tidur, bangun pun paling-paling leyeh-leyeh di kasur, baca novel, dengerin musik. Begitu duduk yang saya lakukan adalah pegang laptop dan browsing gak jelas kesana-kemari. Tugas terbengkalai dan di hari H heboh ngerjain. Berdiri pun jadi terasa melelahkan dan pusing [bisa dibayangkan semalas apa saya]. Saya merasa, waktu rekreasi dan waktu produktif tidak terbagi secara seimbang. Dan sekarang saya menyesal, karena waktu berlalu begitu cepat tanpa ada tugas yang tersentuh.

Itulah resiko dari kemalasan saya, ya sudah saya terima saja. Paling tidak saya mendapat pelajaran bahwa keseimbangan di dunia ini memegang peranan yang begitu penting untuk menjaga kestabilan hidup, bahkan ketenangan dan kelancaran segala kegiatan.

Maafkan, kali ini saya hanya berteori, belum bisa menyeimbangkan diri sendiri. Mari kita bersama-sama mendoakan untuk perubahan diri yang lebih baik dari hari ke hari. :)

Comments