Skip to main content

[REVIEW] THE HUNGER GAMES : Suzanne Collins

Saya baru saja menyelesaikan membaca novel The Hunger Games dan ceritanya sangaaaaaat bagus! Saya membelinya dalam paket berisi ketiga serinya karena saya penasaran sejak waktu itu saya mendengar komentar-komentar teman-teman yang sudah menonton filmnya. Bahkan filmnya baru saja saya tonton setelah menyelesaikan buku kedua Hunger Games, Catching Fire.



Dengan membaca buku ini, saya semakin kagum terhadap penulis buku-buku fiksi. Bagaimana mereka bisa berimajinasi begitu tinggi dan menakjubkan, membuat dunia yang bahkan tidak ada dan tidak mungkin untuk ada di dunia nyata.

Di buku ini, saya menangkap bahwa sebuah negara akan kuat jika seluruh bagian negara itu bersatu dan saling bekerja sama. Terkadang para pemimpin memimpin rakyatnya hanya untuk mencapai misi pribadinya dan oleh karena itu sebagai rakyat seharusnya kita memiliki tujuan ideal kita sendiri. Jangan mau hanya menjadi pion, tapi tunjukkan pada mereka bahwa kita bukan milik siapa-siapa. Kurang lebih isi keseluruhan novel ya tentang itu, namun dikemas dalam aksi permainan survival dan saling membunuh antar peserta permainan, pemberontakan, dan lain-lain. Baguuuus banget deh pokoknya!

Dan yang paling saya suka di novel ini, di ending cerita.
'Aku dan Peeta kembali bersama. Ada saat-saat ketika dia memegangi sandara kursi sampai kilasan-kilasan yang ada dalam benaknya lenyap. Aku bangun sambil menjerit-jerit karena mimpi buruk dengan mutt dan anak-anak yang hilang. Tapi lengan Peeta selalu ada untuk menghiburku. Hingga akhirnya bibirnya juga. Pada malam ketika aku merasakannya lagi - rasa lapar yang menguasaiku di pantai dulu - aku tahu ini memang akan terjadi. Bahwa yang kubutuhkan untuk bertahan hidup bukanlah api Gale, yang dikobarkan oleh kemarahan dan kebencian. Aku sendiri punya banyak api. Yang kubutuhkan adalah bunga dandelion pada musim semi. Warna kuning cerah yang berarti kelahiran kembali, bukannya kehancuran. Janji bahwa hidup bisa berlanjut, tak peduli seburuk apapun kami kehilangan. bahwa hidup bisa baik lagi. Dan hanya Peeta yang bisa memberiku semua itu'

Mungkin bagi Anda yang membaca di blog saya tidak tampak spesial quote di atas. Tapi saya menangkap arti yang sangat dalam di dalam ucapan Katniss Everdeen tersebut.

Regards,

Comments

Popular posts from this blog

My Night Skincare Routine Series 3 - L'oreal White Perfect

Assalamualaikum..
Yeaaah, finally we come to the last step of my skincare routine before bed :3 Oya, saya nulis serial ini murni saya sharing produk yang fine-fine aja di kulit saya sejauh ini dan emang saya merasa kulit jadi lebih bersih dan cerah aja. Jadi mungkin bisa jadi referensi teman-teman yang lagi cari-cari skincare sebelum tidur^^ Hehehe
Oke, cukup sudah prolog nya yaa.. Saya mulai review night cream yang saya pakai, yaitu L'oreal White Perfect. Sebelum ini, night cream yang pernah saya pakai hanya night cream racikan dokter kulit saya kalau kulit saya sedang bermasalah. Kalau lagi oke sih, saya ga pakai night cream. Dulu pernah saya coba Elicina, snail cream gitu, sebagai night cream saya. Tapi saya rasa itu terlalu 'thick' teksturnya, jadi kerasa ga nyaman aja gituu, bikin males pakai. Hehe

Lalu suatu hari saya ke konter L'oreal barengan beli Pre-essence itu, saya beli night cream ini. Lagi diskon kan ceritanya. Dan saya pikir, saya pake serum, pre-essenc…

My Night Skincare Routine Series 1 - L'OREAL Youth Code Review (Pre-Essence)

Assalamualaikum.. Hai semuanyaa^^ Sedang siap-siap menyambut weekend kah? Di akhir minggu kali ini saya akan membuat serial review produk skincare malam hariku sebelum tidur. Cekidoooot....
Di serial pertama ini saya ingin sharing pendapat tentang pre-essence L'oreal Youth Code ini yah.. Saya belinya udah cukup lama, pakainya pun juga udah cukup lama. Kira-kira 4 bulan ini hampir setiap malam saya pakai ini sebelum pakai serum. Kenapa hampir setiap malam? Karena saya pakai serum-seruman 2 malam sekali, saya selingi dengan pakai essential oil-nya EFB. EFB? Ahh, nanti kapan-kapan saya bahas tentang EFB yah, kalo bahas di sini bisa-bisa oot.. Hehehe


Lihat advertisement-nya, konsep pre-essence ini sepertinya produk masa depan, menggambarkan Youth Code ini menggebrak waktu dan menemukan kode untuk tetap muda melawan waktu *wusss. Tapi keren lhoo poster/gambar iklan produk ini, terlihat canggih!


Seperti poster-posternya, kemasan Youth Code ini sendiri didominasi oleh warna hitam dan un…

[REVIEW] Detoxify Skin using Sukin Super Greens!

Good day everyone! Lagi-lagi udah menjelang weekend yah.. Seminggu terasa cepet banget diisi hari-hari yang sibuk pagi sampai malam, ya? Dan kali ini, aku pengen share tentang produk yang baru aku coba dari Sukin Organics.
Kalau kamu udah baca postku sebelumnya, pasti tahu kalau aku lagi suka sama detoks dan bahan-bahan yang alami ataupun organik. Oleh karena itu juga, aku tergiur banget waktu di Instagram nemu IG account benscrub dimana banyaaaak banget produk perawatan kecantikan yang alami dan organik.
Sukin Organics sendiri adalah produk Australia yang dikenal dengan kandungan natural dan harganya yang terjangkau. Tapi yang paling bikin aku pengen coba kemarin adalah line produknya yang Sukin Super Greens dengan komposisi utama kale, chlorella dan spirullina, dimana ketiga bahan ini dikenal dengan khasiatnya yang sangat bagus untuk kesehatan.
Kale adalah sayuran yang memiliki nutrisi sangat tinggi dan ampuh untuk detoksifikasi tubuh sehingga dia dipercaya bisa mencegah kanker. Nah…