Skip to main content

Posts

Showing posts with the label buku

[REVIEW] Hujan - Tere Liye

Hai Dear..

Back again with book review.
Dan lagi-lagi buku Tere Liye. Lagi jatuh cinta sih sama tulisan-tulisan dia. I amazed on how he 'serves' the story, that actually quite simple, into an amazing plot, events, setting, or whatever it is called in literature terms.

Sebelum Hujan, aku baru baca satu bukunya, yaitu Rindu yang aku bagi jadi 5 part review-nya di blog ini - saking banyaknya hal positif yang pengen aku share dari buku itu. Setelah Rindu, tanpa sadar aku membentuk persepsi di dalam otak, Tere Liye adalah penulis buku berisi nasehat-nasehat yang dikemas dalam sebuah perjalanan fiksional. Ceritanya mengalir indah, berkesan 'vintage' atau apa yaa... Aku ga bisa menggambarkan dengan tepat nih >,<

Kini Hujan, awalnya saja membuatku terpana. Sungguh berbeda. Kalau Rindu bersetting jauh di masa lalu, di zaman penjajahan, Hujan bersetting jauh di masa depan, di sebuah kota canggih berteknologi tinggi! Futuristik!

Dan lagi-lagi, aku terpana dengan betapa cang…

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part V - END)

Disclaimer: Terdapat edit di sana-sini untuk keperluan penulisan post supaya lebih 'nyambung'. Untuk pengalaman membaca yang lebih lengkap, beli bukunya yah^^

Cerita telah sampai pada akhirnya.  Sebuah kejadian di kapal haji, yang mencungkil pertanyaan kelima di kapal itu. Sebuah pertanyaan dari seseorang yang selama ini menjadi tempat bertanya: Gurutta sendiri.
"[...] Aku tidak ingin melihat lagi ada yang terluka, Nak." Gurutta berkata lirih.
Kepada Ambo Uleng.

"Gurutta, kita tidak akan pernah bisa meraih kebebasan kita tanpa peperangan! Tidak bisa. Kita harus melawan. Dengan air mata dan darah." Ambo Uleng menggenggam lengan Gurutta. 

"Aku tahu, sejak kejadian di Aceh, meninggalnya Syekh Raniri dan Cut Keumala, sejak saat itu Gurutta berjanji tidak akan menggunakan kekerasan lagi. Melawan lewat kalimat lembut, tulisan-tulisan menggugah, tapi kita tidak bisa mencabut duri di kaki kita dengan itu, Gurutta. Kita harus mencabutnya dengan tangan. Sakit meman…

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part IV)

Disclaimer: terdapat edit di sana-sini untuk keperluan penulisan post supaya lebih 'nyambung'. Untuk pengalaman membaca yang lebih lengkap, beli bukunya yah^^
Tidak ada yang lebih pahit bagi anak muda, selain cinta bertepuk sebelah tangan. Tapi lebih pahit lagi jika saling mencintai tanpa restu orang tua.
Itulah yang dialami Ambo Uleng, salah satu tokoh sentral di novel Rindu.
"'Perjodohan ini dilakukan oleh ayahnya dengan teman dekatnya di masa kecil. Sudah disetujui oleh orang tua kami sejak putriku masih kecil. Putriku akan dijodohkan dengan pemuda yang lebih pantas. Lebih berilmu, lebih berpendidikan, lebih terpandang derajatnya. Pemuda itu murid seseorang yang sangat penting di Gowa. Kami akan malu jika membatalkan perjodohan itu, Nak.' Ibunya sambil menangis, memohon kepadaku agar melepaskan anaknya. Jangan sakit hati. Memintaku mengikhlaskannya."

"[...] Aku kalah. Aku berlari sejauh mungkin dari kota kelahiran kami. Lari dari seluruh kisah cintaku […

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part III)

Disclaimer: Terdapat edit di sana-sini untuk keperluan penulisan post supaya lebih 'nyambung'. Untuk pengalaman membaca yang lebih lengkap, beli bukunya yah ^^

"Sejak kami menikah, hidupku tak memiliki pertanyaan lagi, Gurutta. Aku sudah memiliki semua jawaban. Buat apa bertanya? Aku menghabiskan hari dengan pasti. Aku bahagia, bersyukur atas setiap takdir yang kuterima. Tapi hari-hari ini, aku tidak bisa mencegahnya. Pertanyaan itu muncul di kepalaku. Kenapa harus terjadi sekarang, Gurutta? Kenapa harus ketika kami sudah sedikit lagi dari Tanah Suci? Kenapa harus ada di atas lautan ini. Tidak bisakah ditunda barang satu-dua bulan? Atau, jika tidak bisa selama itu, bisakah ditunda hingga kami tiba di Tanah Suci, sempat bergandengan tanagn melihat Masjidil Haram. Kenapa harus sekarang?" Mbah Kakung bertanya dengan suara tuanya yang bergetar.

... Mbah Putri meninggal di atas kapal. 


"Yang pertama, lahir dan mati adalah takdir Allah. [...] Kang Mas, Allah memberikan a…

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part II)

Disclaimer: Terdapat edit di sana-sini untuk keperluan penulisan post supaya 'nyambung'. Kalau pengen baca lengkap dan aslinya, beli bukunya yah^^

"Apakah aku bahagia, Gurutta? Aku tidak tahu." Daeng Andipati menunduk menatap meja.

"Aku memang memiliki semuanya, harta benda, nama baik, pendidikan, bahkan istri yang cantik, anak-anak yang pintar dan menggemaskan. [...] Apakah aku bahagia? Hidupku dipenuhi kebencian, Gurutta [...]"

"Sejak melihat Gurutta di masjid kapal, aku sudah ingin bertanya. Bagaimana mungkin aku pergi naik haji membawa kebencian sebesar ini? Apakah Tanah Suci akan terbuka bagi seorang anak yang membenci ayahnya sendiri? Bagaimana caranya agar aku bisa memaafkan, melupakan semua? [...] Aku lelah dengan kebencian ini."  Gurutta berhenti sejenak. Menatap lembut Daeng Andipati di hadapannya.
"Bagian yang pertama adalah, ketahuilah, Andi, kita sebenarnya sedang membenci diri sendiri saat mebenci orang lain. Ketika ada orang jahat …

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part I)

"Aku bekas seorang cabo, Gurutta." Bonda Upe berkata lirih, terisak. "Lima belas tahun lebih aku menjadi pelacur. Sekuat apa pun aku melawan ingatan itu, aku tidak bisa. Di kepalaku masih terlintas wajah-wajah pengunjung Macao Po. Aku bahkan masih mengingat detail tangga besar di ruang tengah yang berwarna emas. Lampu kristal, kursi-kursi panjang. Telingaku masih mendengar gelak tawa di ruangan, deting gelas minuman keras. Aku tidak bisa mengenyahkan kenangan itu, Gurutta."

"Bagaimana kalau anak-anak tahu? Bagaimana kalau Anna dan Elsa tahu guru mengajinya bekas seorang cabo? Bagaimana kalau ada penumpang yang tahu? Aku seorang cabo, Gurutta!" Bonda Upe berseru serak. Ia sudah hampir tiba di bagian paling penting, pertanyaan besarnya.

"Lantas... Lantas..." Dengan suara tergagap karena gemetar, "Aku seorang cabo, Gurutta. Apakah Allah... Apakah Allah akan menerimaku di Tanah Suci? Apakah perempuan hina sepertiku berhak meginjak Tanah Suci? Ata…

[REVIEW] Rindu - Tere Liye (Intro)

Hai semua, selamat malam...

Ketemu lagi di weekend lagi, tapi kali ini aku ingin menulis review tentang buku yang baru-baru ini aku selesai baca. Dan sepertinya untuk me-review satu buku ini, aku akan bagi jadi beberapa part, karena topiknya masing-masing sangat menarik dan inspiratif (seenggaknya inspiratif buatku yah hehe).

Buku yang akan aku review, seperti tertulis di judul post ini, adalah novel tulisan Tere Liye yang berjudul 'Rindu'. Sebenarnya aku beli novel ini pun impulsif dan random aja, tanpa tahu sebelumnya novel ini tentang apa dan bahkan belum pernah sekali pun membaca coretan tangan seorang Tere Liye. Tapi setelah mencicipi satu novel 'Rindu' ini, aku jadi ketagihan pengen baca tulisan beliau lainnya >,<