Curahan Hati Seorang Konsumen

Judulnya kelihatan berat dan mellow banget ya?? Tapi ini memang kisah menyedihkan..

Seorang konsumen, sebut saja Bunga, dilanda kekhawatiran untuk membeli ini-itu, khususnya dalam membeli produk makanan dan minuman. Penyebabnya bermula sejak Bunga menonton sebuah acara di salah satu stasiun TV yang bertema investigasi tentang pembuatan berbagai macam produk makanan/minuman yang beredar di pasaran. Di sana dibeberkan banyak sekali fakta curang yang dilakukan oleh produsen makanan/minuman demi meraup untung besar. Makanan/minuman dicampur pewarna tekstil, boraks, pengawet, dan sebagainya. Juga melakukan 'sulap' dari barang kadaluarsa 'kembali' menjadi tidak kadaluarsa. Banyak sekali fakta menyeramkan yang dibeber di acara tersebut.

Bunga antara percaya dan tidak melihat acara itu. Kalau dia percaya, dia takut untuk membeli makanan/minuman ini-itu, bahkan sering curiga jika makanan/minuman berwarna sedikit saja lebih cerah daripada biasanya, atau makanan sedikit kenyal atau apapun. Intinya, si Bunga jadi curigaan, jadi parno mau makan/minum apapun.

Namun, di sisi lain Bunga juga tidak percaya, karena dia pikir kalau saja acara itu membeberkan fakta yang benar-benar ada, seharusnya acara berita di tv akan dipenuhi aksi penangkapan pedagang-pedagang nakal. Kan, seharusnya reporter acara investigasi sudah tahu produsen-produsen mana saja yang nakal, terus bisa lapor polisi, terus akan ada pembasmian produsen nakal lainnya. Iya gak sih?

Pokoknya, Bunga sebagai konsumen makanan/minuman, jadi curigaan sama segala macam makanan/minuman yang dijual di sekitarnya. Jangan-jangan ini gini, jangan-jangan itu gitu. Bahkan untuk makan makanan yang fresh atau beli bahan yang fresh untuk dimasak sendiri saja jadi ketakutan juga. Jangan-jangan bahan tersebut, ikan misalnya, dikasih makan sesuatu yang gak layak. Jangan-jangan kasih pupuk kimia atau obat-obatan ke tanamannya lebay. Lama-lama ya, si Bunga bisa-bisa nanam tanaman sendiri, bikin peternakan sendiri, kembali ke zaman purba, berburu sendiri.


No comments:

Post a Comment

Hati yang Kuat

Saat diri ini mantap Dengan hati yang kuat Untuk meninggalkan aku yang dulu Lekas pegang erat keinginan itu Ingat, niat baik sanga...