Skip to main content

Posts

The Warrior - Episode 1 (Prep)

Aku dilahirkan sebagai pengawal. Di sini, pengawal ada secara turun temurun. Ayah dan ibuku juga pengawal. Lebih tepatnya, ibuku kini sudah pensiun, sejak beliau melahirkan adikku.
Di sini, seorang pengawal wanita diberi dua pilihan setelah menjadi seorang ibu, untuk melanjutkan karirnya sebagai pengawal (yang artinya mendapat gaji 50% lebih besar dari sebelumnya) atau pensiun dan tidak mendapat apa-apa. Ibuku memilih opsi yang kedua, walau itu artinya kami hidup serba kekurangan, bergantung dari gaji ayahku. Tapi paling tidak, kami punya ibu yang bebas resiko mati demi orang lain.
Oh ya, aku belum memperkenalkan diri. Aku Nadezd, lahir di kota Agavia, dimana penduduknya terbagi menjadi 3 kelompok, bangsawan, pengawal, dan pekerja. Aku memiliki seorang adik laki-laki, Nic, yang saat ini masih balita. Ayahku adalah pengawal senior. Beliau dipercaya oleh kerajaan untuk mengawal salah seorang bangsawan terhormat anggota parlemen, Osten Sachine. Aku sendiri jarang bertemu ayahku, karena …
Recent posts

Sebuah Tanya

Saat senyap memenuhi udara
Dan tiada kawan untuk kusampaikan rasa
Hanya menahan sedu yang kubisa

Ditemani seberkas ingatan
Tentang lembutnya senyuman yang kau berikan
Dan halusnya ucapan yang kau katakan

Semua pikiran yang kita bagi
Atau rasa yang kita simpan
Terkadang menyusupkan tanya
Apakah kau merasa yang sama?

Tak Berdaya

Apalah aku Yang tidak mengerti maksud kata-katamu
Apalah aku Yang merasa kelu untuk menyampaikan pikiranku
Aku tidak bisa apa-apa Selain menyingkir dan melakukan apa yang kubisa Seperti robot Bekerja tanpa mengerti maknanya
Kecil sekali rasanya hati ini Menyadari bahwa aku tak berdaya Terhenyak dalam kesadaran
Aku bukanlah apa-apa tanpa pertolongan-Nya

Jakarta, 11 November 2016

All the struggle, it will be worth it

We were young. Playing around. Not taking things seriously. Just having fun and see life as playground.

But sun is up now! Wake up and go chase your dream!

I know it's hard.
I know it's frightening.
But, still, it's exciting!

I see your struggle.
I witness your patience.
It will be worth it.
Trust me, it will be worth it.

You said, do the best and let God does the rest.
Yes, God will do the rest.
Just do your best.

---
With love.

Not because she doesn't care, she just doesn't want to care.

...

There always times when the question comes up. About the past. About the truth. A little voice in her mind always ask for an answer: Was it all true? All the things that made them apart, was it true?

But again, she doesn't want to know. She closes her eyes, her thoughts, from it. It is in the past now. She trusts him. She wants to. All she wants now is, look ahead. Look what's coming.

And she will always be there for him. However hurt her heart is, when she remembers how it was, she will always be there.

She can only pray to God, that He will protect him. Protect them. Pray that everything is getting better.

And all the hurt feeling, she will always keep for herself.

...

Penyempurna

Terimalah, lalu lepaskanlah. Jangan berhenti di koma Atau hidup tidak akan sempurna
Menghirup udara lalu menghembuskannya. Menerima rizki lalu membaginya ke sekitar kita. Mendapat kesedihan, lalu akan ada kebahagiaan.
Hingga akhir nanti.
Kita telah menerima kehidupan. Namun kematian adalah penyempurnanya.

"Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami-lah kalian akan dikembalikan" (al Anbiya': 35)