Pesan Moral dari Kejadian 'Barusan'

Whoaaa, saya bingung harus menyalurkan emosi saya ini dimana.. Mau di status" mana pun takutnya ada yang terintimidasi. Saya tidak mengintimidasi siapa pun.. Saya cuma... sharing? Hmm, mungkin belajar dari orang lain saja.. Hehe

Saat asyik-asyiknya saya baca-baca forum, handheld saya berbunyi dan isi pesannya adalah 'Ci, baca recent  updates'. Nah, saya buka recent updates, nah lhoo ada sesuatu yang catching banget di mata saya. Dan ternyata benar, yang dimaksud pengirim pesan adalah itu.

Saya mencoba melihat Update itu dari dua sudut pandang, satu dari sudut pandang 'pelaku' dan satu dari sudut pandang teman saya. Mungkin perlu tahu ya, isi Update-nya apaan? Saya kasih perumpamaan aja yaa...

Ini saya nih dibeliin pacar saya (misal lho ya...), misalnya, sebuah gadget yang mahal, saya ambil contoh Galaxy Tab, gitu ya (lagi mupeng itu soalnya). Di saat yang sama, saya juga baru beli Ipad. Terus saya Update status nih ceritanya, "Wahh, aku udah punya Ipad, masih aja dibeliin Galaxy Tab. Orang lain aja belum tentu punya salah satu. Makasih ya sayaaang." Sekali lagi, ini MISAL lho yaaa... Jika ada persamaan tokoh, kejadian, atau hal yang menyindir, anggap saja itu hanya kebetulan semata..

Nah, back to topic, pernyataan seperti di atas harus hati-hati digunakan. Di satu sisi mungkin maksud pelaku adalah dia down to earth, aware sama lingkungan sekitarnya yang mungkin masih kurang dibandingin dia. Maksudnya, dia tuh mikir, 'aduh, aku tu beruntung banget ada seseorang yang care sama aku, bahkan kasih-kasih spesial buat aku.' Intinya, mungkin maksud dia bersyukur..

Tapi di sudut pandang yang lain, pernyataan seperti itu bisa dipandang sebagai tindakan pamer kalo dia lebih dari dia. Orang lain mungkin berpikir, 'Ihh, pamer banget sih punya Galaxy tab sekaligus Ipad?' atau 'Pamer banget sih, mentang-mentang punya pacar?' Nah lhooo, who knows?

Jadi saya menyebutnya, pelaku di sini jadi salah kaprah. Dia justru 'pamer ketidakpamerannya'. Bisa ditangkap maksud omongan saya? Hehehee..

Pesan moralnya, hati-hati kalo ngomong. Bener banget nih, kalimat 'mulutmu buayamu'. Hehehehe

No offense :)

No comments:

Post a Comment

Hati yang Kuat

Saat diri ini mantap Dengan hati yang kuat Untuk meninggalkan aku yang dulu Lekas pegang erat keinginan itu Ingat, niat baik sanga...