Skip to main content

Mimpi

Mimpi. Bertahun-tahun berlalu sejak terakhir dia memejamkan mata dengan mimpi yang sama. Harapan yang tidak mungkin, yang membuatnya kehilangan arah. Kemana? Bagaimana? Mengapa? Dia bahkan tidak tahu siapa dia tanpa mimpi.

Muak! Dia muak bermimpi. Mimpi buruk, mimpi indah, ah semua sama. Pada akhirnya pun dia harus bangun. Bangun menuju kenyataan yang dia tidak tahu bagaimana ada kenyataan tanpa adanya mimpi. Ah, lagi-lagi dia mengigau. Sudah jelas kenyataan dan mimpi itu berbeda, mengapa dia tidak berpikir? Benar-benar dia ingin tidur tanpa mimpi, bangun tanpa angan-angan.

Lepas, bebas, bagai angin. Pernah dia rasakan itu. Hingga dia melayang terlalu tinggi, terlalu sombong merasa mampu mengalahkan sang mimpi. Tanpa berpikir lagi, dia berteriak lantang, menantang mimpi untuk datang. Merasa kuat dan bisa tetap tidur dengan nyenyak seindah atau seburuk apapun mimpi itu. Ya, dia menjadi sombong. 

Hingga suatu saat mimpi itu benar-benar datang. Entah buruk atau indah,  dia sendiri tidak tahu. Atau tidak peduli? Apapun itu, ternyata mimpi itu tetap membuatnya tersentak. Tersadar, dia tidak sekuat itu. Seperti anak kehilangan induknya, dia kebingungan.

Dia telah berubah. Berbeda. Tidak sama. Begitu pula mimpinya sudah tidak lagi sama. Waktu benar mengubah banyak hal. Bahkan di luar perkiraannya, dia selalu terbangun dengan kebingungan. Ternyata dia hanya sedikit mengingat mimpi yang dulu selalu menghantuinya. Ataukah mimpinya sendiri yang memang telah berubah?

Mimpinya telah menjadi semakin indah. Telalu indah. Dia tidak ingin terbangun, terus ingin bermimpi. Melenakan. Menakutkan.

Sungguh dia takut terbangun dan sadar bahwa ternyata semua hanya bunga tidur. Sungguh dia ingin mimpinya menjadi nyata. Sungguh dia ingin mengikatkan dirinya pada mimpi. Mustahil. Hanya putri tidur yang bisa tidur selamanya. Itupun karena kutukan.

Apakah mimpi itu kutukan? Jika pun iya, dia mencintai kutukan itu.

Kembali dia terjebak seperti bertahun lalu. Bedanya, sekarang dia tidak  bangun. Tidak mau bangun.

Comments

Popular posts from this blog

My Night Skincare Routine Series 3 - L'oreal White Perfect

Assalamualaikum..
Yeaaah, finally we come to the last step of my skincare routine before bed :3 Oya, saya nulis serial ini murni saya sharing produk yang fine-fine aja di kulit saya sejauh ini dan emang saya merasa kulit jadi lebih bersih dan cerah aja. Jadi mungkin bisa jadi referensi teman-teman yang lagi cari-cari skincare sebelum tidur^^ Hehehe
Oke, cukup sudah prolog nya yaa.. Saya mulai review night cream yang saya pakai, yaitu L'oreal White Perfect. Sebelum ini, night cream yang pernah saya pakai hanya night cream racikan dokter kulit saya kalau kulit saya sedang bermasalah. Kalau lagi oke sih, saya ga pakai night cream. Dulu pernah saya coba Elicina, snail cream gitu, sebagai night cream saya. Tapi saya rasa itu terlalu 'thick' teksturnya, jadi kerasa ga nyaman aja gituu, bikin males pakai. Hehe

Lalu suatu hari saya ke konter L'oreal barengan beli Pre-essence itu, saya beli night cream ini. Lagi diskon kan ceritanya. Dan saya pikir, saya pake serum, pre-essenc…

Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask Review

Assalamualaikum... Hai haii, I'm coming again with another review^^ Kali ini yang mau saya bahas adalah masker Innisfree yang kayaknya heits bingits, Jeju Volcanic Pore Clay Mask. Bahkan yang baru ada yang judulnya Super Volcanic Pore Clay, tapi saya baca review beauty blogger lainnya itu lebih buat yang super oily skin. Saya ga super oily jadi ga pake yang super volcanic deh.. Oya, dulu sempet yang happening itu masker ini tapi yang tipe hard. Saya sendiri belum pernah coba dulu yang hard, tapi katanyaa bikin jerawat cepet kempes. Jadi apakah yang soft ini juga hebring buat jerawat? So, check it out^^
 This Jeju volcanic scoria clay mask intensively adsorbs sebum and clarifies skin pores.
About Jeju volcanic scoria This pure and rare ingredient, formulated from solidified lava caused by volcanic eruptions in Jeju island, adsorbs impurities and sebum that are deeply embedded within skin pores.
Directions: After cleansing and refining skin with toner, gently smooth over entire fac…

Make Over Perfect Cover Creamy Foundation Review & Masami Shouko Puff (Short Review)

Assalamualaikum.. Hellooo, ga bosen-bosen kan sama review saya? Mangaaap, belakangan yang saya post di blog review-review meluluu.. Yang saya lihat belakangan ini ya cuma kosmetik ini, ga ada kejadian atau cerita aneh bin ajaib yang asik ditulis.. Jadi, maklumi yaa.. Tunggu tanggal mainnya, akan ada DIY Project, yang entah gagal atau berhasil bakal teteup saya post di sini. Sekarang masih processing, so please be prepared yaaa..  *spoiler*
Sebenernya saya udah lama ngincer brand Make Over, tapi baru kali ini ada kesempatan nyobain. Karena kebetulan foundie saya udah habis lagii, jadilah yang saya coba adalah foundationnya. Sebelumnya foundation yang pernah saya pakai adalah Wardah yang luminous liquid sama NYX HD Studio, dimana mereka semua liquid dan coveragenya medium. Udah bagus sih, cocok buat sehari-hari. Tapi karena saya sekarang merasa BB Cream udah cukup buat sehari-hari, makanya beli foundie 'agak berat' buat kalo ada acara-acara. That's why, yang saya pilih adal…