Dedicated for My Best Friend

Dear, Sahabatku..

Kamu mungkin tidak membaca tulisanku ini. Mungkin kamu sibuk, mungkin kamu tidak mempunyai cukup waktu untuk hal sesimpel ini. Sungguh, aku mengerti kesibukanmu di tengah riuhnya hidup ini.

Di tengah semua masalah yang kau hadapi, aku tahu semua perkataanku padamu tidak semudah kedengarannya. Sungguh aku tahu beratnya beban yang kamu tanggung, Kawan. Jika aku adalah kamu, mungkin aku tidak akan sekuat kamu. Aku yang masih suka bersenang-senang, tidak peduli ada orang lain yang sedang bersedih. Aku yang masih tidak berpikir sulitnya mendapatkan uang untuk sekedar makan. Ya, Sahabatku, aku tahu aku tidak akan sanggup menanggung beban yang sanggup kau tanggung hampir seumur hidupmu. Tapi itulah kuasa Tuhan. Dia tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi kemampuan hamba-Nya. Itu artinya, kamu adalah orang yang kuat, Kawan. Janganlah kamu berkata, "aku gak kuat hidup seperti ini". Karena Tuhan tahu kamu sanggup

Sungguh, aku sangat ingin ada di sana. Menemanimu, walaupun mungkin aku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mendengarkan keluh kesahmu, atau sekedar menangis bersamamu. Tapi aku tahu, kamu pasti paham dengan keadaan ini. Tidak mungkin untuk aku selalu ada di sana, dan tidak mungkin juga untuk kamu selalu ada di sini. Tapi walaupun aku tidak bisa secara nyata ada di sampingmu, ingatlah Kawan, aku akan berusaha untuk selalu ada untuk kamu berbagi. Aku akan berusaha.

Sahabatku, apa kamu tahu bahwa selama ini aku kagum padamu? Kamu adalah orang yang sangat kuat. Tidak pernah mengeluh di tengah semua masalah. Walau aku tahu betapa hancur hatimu setiap kamu berbagi cerita dan menangis denganku. Tapi kamu tidak pernah menyalahkan siapa-siapa. Sungguh, Kawan, kamu adalah orang yang hebat. Padahal aku, yang hanya menghadapi masalah kecil saja, yang tidak ada apa-apanya dibanding keadaanmu, seringkali mengeluh dan menunjuk orang lain yang salah. Ah, betapa kekanak-kanakannya diriku.

Kawan, bersabarlah di tengah semua masalah. Ikhlaskan semua keadaan yang menimpamu. Maaf, aku hanya bisa berkata itu dan tidak bisa berbuat lebih. Aku tahu, nasehatku sangat mudah diucapkan tapi sangat sulit dilakukan. Tapi aku tidak punya kalimat lain yang bisa kuucapkan. Bahkan untuk menghiburmu saja aku tidak tahu harus berbuat apa. Maafkan sahabatmu yang tidak berdaya ini, Kawan. Mungkin semua cobaan ini adalah kunci surga untukmu jika kamu lulus melaluinya.

Maafkan aku, Sahabatku, aku tidak ada di saat kamu membutuhkanku. Ketegaranmu selama ini selalu menjadi pembelajaran bagiku dan orang-orang di sekitarmu untuk bisa lebih dewasa. Aku kagum padamu, Sahabatku...

Dedicated for my bestfriend out there..


*I cried hard over writing all of this

No comments:

Post a Comment

"Seandainya saja..."

Apa yang terjadi di masa lalu sebenarnya bukan sesuatu yang harus disesali, apalagi diratapi hingga membuat sakit hati. Tapi terkadang per...