UTS yang Kelam


Finally, saya kembali ngeblog.. Setelah 2 minggu kemarin terkungkung oleh penjara UTS yang memusingkan..
Sebenarnya, lagi-lagi, karena nggak nyicil belajar dari awal. Baru deh H- 1 minggu sebelum ujian heboh cari bahan slide, copy catetan temen, ngrangkum kitab pegangan dan slide seadanya. Kacau deh..


Dan hal ini terjadi setiap akan ujian, UTS maupun UAS. Mungkin dulu, ketika masih semester awal-awal sistem kebut seminggu masih manjur lah.. Yah, at least, masih bisa ditolerir karena materi tidak terlalu banyak. Tapi ternyata, sekarang sistem itu sudah out of date. Tapiii.. Biasanya paradigma seperti ini selalu saya ambil ketika akan, sedang, dan setelah musim ujian berlangsung. Pada masa-masa itu, tekad kuat membara untuk saya belajar lebih rajin di waktu kuliah. Namun entah kenapa, biasanya di minggu ketiga kuliah pasca UTS atau pasca liburan semester, tekad itu lenyap sudah. Yeah, I know me so well.

Mungkin sudah waktunya, makin tua saya untuk makin konsisten dengan tekad awal saya. Komitmen harus lebih dijaga dan itu butuh usaha ekstra melihat saya adalah orang yang sangat mudah bosan dan berubah pikiran sesuai suasana hati. Tapi kalau tidak saya sendiri yang memaksa diri saya sendiri, saya tahu, tidak akan ada orang lain yang bisa. Hehehe

Ingatlah, Kawan, yang tahu apa yang harus dilakukan untuk diri kita, ya diri kita sendiri. Karena setiap orang mempunyai cara khusus yang efektif untuk memperlakukan dirinya sendiri dan yang tahu itu ya diri kita sendiri.

"Jadilah orang yang pertama, jangan menjadi yang kedua, apalagi yang ketiga. Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka" (HR. Thabrani)

Makanya, mari kita mulai perbaiki diri kita terus menerus. Semangat! :)

No comments:

Post a Comment

"Seandainya saja..."

Apa yang terjadi di masa lalu sebenarnya bukan sesuatu yang harus disesali, apalagi diratapi hingga membuat sakit hati. Tapi terkadang per...