Skip to main content

Chapter 1 - ALAN


Hah, apa-apaan ini? Aku terpaksa mengikuti audisi semacam ini demi uang! Yah, tapi paling tidak ketampananku akan menunjang usahaku untuk menjadi artis. Yeah, aku harus bertahan untuk bergabung di antrian panjang ini. Hanya pekerjaan sebagai artis yang tidak membutuhkan ijazah sekolah dan menghasilkan banyak uang,’ keluhku.

Aku melempar pandangan berkeliling area pendaftaran audisi yang penuh dengan manusia berpakaian heboh. Lalu aku menangkap sosok gadis berbalut gaun hijau dengan sepatu supertinggi. Rambutnya ikal dengan semburat kemerahan tampak indah di atas gaun hijaunya.

Ah, ternyata ada pemandangan menarik, nih. Cukup untuk membantuku mengusir rasa bosan mengantri.

Gadis itu tidak ikut mengantri, melainkan hanya menonton kami ribut mencari posisi antrian terdekat dengan meja registrasi. Pandangannya tampak sombong dan merendahkan. Lalu tiba-tiba mata kami bertemu. Matanya gelap dan dipenuhi kilau kepercayaan diri menatapku tertarik. Aku sangat terbiasa dengan tatapan seperti itu.

Tapi, tunggu dulu.. Sepertinya aku merasakan sesuatu dari gadis itu. Ya, auranya tidak asing lagi. Aura yang sama dengan yang dimiliki ayahku yang brengsek. Apa mereka memang berhubungan atau ini hanya kebetulan? Tapi aku tidak pernah menemukan aura semacam ini di manusia-manusia lain yang pernah aku temui.

Lalu gadis itu berjalan dengan langkah pasti ke arah meja registrasi. Aku hanya memandanginya, ingin tahu apa yang akan dia lakukan. Begitu juga dengan orang-orang lain di antrian, memandang gadis itu dengan penasaran. Gadis itu berbicara sesuatu dengan suara pelan. Tidak lama kemudian petugas administrasi memberi nomor pendaftaran ke gadis itu, tanpa dia perlu antri bersama kami! Aku melotot memandang hal itu, kesal sekali karena kami semua harus mengantri sedangkan gadis itu tidak perlu repot-repot mengantri.

Apa yang gadis itu lakukan? Memberi petugas itu uang suap? Tapi sepertinya tidak. Aku tidak melihat gadis itu memberi petugas itu sesuatu apapun. Apa mereka bersaudara? Sepertinya juga tidak, mereka sama sekali tidak mirip..

Aku masih berpikir ketika tiba-tiba ada sebuah suara memasuki pikiranku, “dan begitu juga dengan kalian semua, Kawan, akan melupakan tindakanku barusan.” Lalu aku merasakan perasaan dingin yang menenangkan dan aku melihat beberapa orang di depanku mendadak tampak tenang, seperti tidak ada sesuatu yang terjadi, setelah beberapa detik sebelumnya memelototi gadis itu dengan marah. Dan ketika itu pula aku tahu jawaban mengapa gadis itu bisa mendapat nomor pendaftaran tanpa mengantri: kompulsi.

... Dan itu berarti, dia salah satu dari makhluk-makhluk sialan itu. Seperti ayahku..’

Aku memperhatikan gadis itu berjalan memasuki ruang tunggu audisi dengan langkahnya yang ringan. Kuharap kami bisa bertemu lagi karena ini pertama kalinya aku bertemu dengan salah satu dari Mereka, selain ayahku tentunya. Aku masih bertanya-tanya ketika dia menghilang di balik papan pembatas. Apakah gadis itu termasuk manusia Bintang Calvera?

Comments

  1. I've read urs. Really exciting, Aku udah mulai bisa nemuin rima dari ceritanya ni. Saya tunggu lanjutannya ya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

My Night Skincare Routine Series 3 - L'oreal White Perfect

Assalamualaikum..
Yeaaah, finally we come to the last step of my skincare routine before bed :3 Oya, saya nulis serial ini murni saya sharing produk yang fine-fine aja di kulit saya sejauh ini dan emang saya merasa kulit jadi lebih bersih dan cerah aja. Jadi mungkin bisa jadi referensi teman-teman yang lagi cari-cari skincare sebelum tidur^^ Hehehe
Oke, cukup sudah prolog nya yaa.. Saya mulai review night cream yang saya pakai, yaitu L'oreal White Perfect. Sebelum ini, night cream yang pernah saya pakai hanya night cream racikan dokter kulit saya kalau kulit saya sedang bermasalah. Kalau lagi oke sih, saya ga pakai night cream. Dulu pernah saya coba Elicina, snail cream gitu, sebagai night cream saya. Tapi saya rasa itu terlalu 'thick' teksturnya, jadi kerasa ga nyaman aja gituu, bikin males pakai. Hehe

Lalu suatu hari saya ke konter L'oreal barengan beli Pre-essence itu, saya beli night cream ini. Lagi diskon kan ceritanya. Dan saya pikir, saya pake serum, pre-essenc…

Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask Review

Assalamualaikum... Hai haii, I'm coming again with another review^^ Kali ini yang mau saya bahas adalah masker Innisfree yang kayaknya heits bingits, Jeju Volcanic Pore Clay Mask. Bahkan yang baru ada yang judulnya Super Volcanic Pore Clay, tapi saya baca review beauty blogger lainnya itu lebih buat yang super oily skin. Saya ga super oily jadi ga pake yang super volcanic deh.. Oya, dulu sempet yang happening itu masker ini tapi yang tipe hard. Saya sendiri belum pernah coba dulu yang hard, tapi katanyaa bikin jerawat cepet kempes. Jadi apakah yang soft ini juga hebring buat jerawat? So, check it out^^
 This Jeju volcanic scoria clay mask intensively adsorbs sebum and clarifies skin pores.
About Jeju volcanic scoria This pure and rare ingredient, formulated from solidified lava caused by volcanic eruptions in Jeju island, adsorbs impurities and sebum that are deeply embedded within skin pores.
Directions: After cleansing and refining skin with toner, gently smooth over entire fac…

Make Over Perfect Cover Creamy Foundation Review & Masami Shouko Puff (Short Review)

Assalamualaikum.. Hellooo, ga bosen-bosen kan sama review saya? Mangaaap, belakangan yang saya post di blog review-review meluluu.. Yang saya lihat belakangan ini ya cuma kosmetik ini, ga ada kejadian atau cerita aneh bin ajaib yang asik ditulis.. Jadi, maklumi yaa.. Tunggu tanggal mainnya, akan ada DIY Project, yang entah gagal atau berhasil bakal teteup saya post di sini. Sekarang masih processing, so please be prepared yaaa..  *spoiler*
Sebenernya saya udah lama ngincer brand Make Over, tapi baru kali ini ada kesempatan nyobain. Karena kebetulan foundie saya udah habis lagii, jadilah yang saya coba adalah foundationnya. Sebelumnya foundation yang pernah saya pakai adalah Wardah yang luminous liquid sama NYX HD Studio, dimana mereka semua liquid dan coveragenya medium. Udah bagus sih, cocok buat sehari-hari. Tapi karena saya sekarang merasa BB Cream udah cukup buat sehari-hari, makanya beli foundie 'agak berat' buat kalo ada acara-acara. That's why, yang saya pilih adal…