CHAPTER 1 - DON


“Car, apa kau tidak berpikir Luna sedang menyembunyikan sesuatu? Apa kau tidak mendengar jantungnya berdegup begitu kencang? Dia mungkin sedang berbohong tadi. Mengapa kau mengijinkannya pergi begitu saja?” cecarku pada Carla, kesal.

“Don, kalau tadi kita menahannya lebih lama hanya untuk bertanya-tanya hal yang tidak penting, dia pasti akan terlambat berangkat ke sekolah. Lagipula, siapapun akan gugup ketika meminta ijin pada orangtuanya untuk pergi kencan PERTAMAnya. Tidakkah kau pikir sungguh menyenangkan dunia Luna saat ini? Jatuh cinta, seperti kita dulu,”  kata Carla sambil tersenyum lebar.

“Tapi kita tidak tahu seperti apa laki-laki itu. Kau yakin membiarkan Luna pergi dengan laki-laki yang bahkan wajahnya kita tidak tahu?” tanyaku masih khawatir.

“Kau tenang saja, Don. Luna akan baik-baik saja. Dia putri kita, bukan?” jawab Carla lembut seraya menggenggam tanganku.

Kalau sudah begini, bahkan kekhawatiran tingkat akut pun akan hilang dalam sekejap.’ Aku memandang Carla yang menunggu jawabanku. ‘Ya, Luna sudah dewasa. Mungkin sudah tiba saatnya membiarkan dia hidup di luar bayang-bayang kami,’

‘Kau sudah paham sekarang, Don? Bahwa kita bukan manusia, bukan berarti kita akan hidup selamanya mendampingi Luna’ suara Carla  yang lembut berbisik di kepalaku. Aku hanya tersenyum memandang matanya yang bersinar-sinar gembira.

No comments:

Post a Comment

Hati yang Kuat

Saat diri ini mantap Dengan hati yang kuat Untuk meninggalkan aku yang dulu Lekas pegang erat keinginan itu Ingat, niat baik sanga...