Bermuka Dua Itu Penting?

Berawal dari obrolan ngalor-ngidul dengan kakak saya, sampai pada topik yang menegangkan [agak lebay] tentang [lagi-lagi] KKN saya. Ceritanya tuh... hmm, rahasia deh, pokoknya menegangkan. Nah, dari situ kakak saya bilang, ada saat tertentu kita harus bisa bermuka dua.

Maksudnya, akan ada suatu saat nanti kita harus bisa 'mengambil hati' seseorang karena kita butuh orang itu. Sedangkan orang itu mau dekat dengan kita karena ada sesuatu dan lain hal yang dia inginkan, padahal hal itu tidak mungkin kita penuhi. Di saat itulah, kita harus bisa bersikap meyakinkan, padahal sebenarnya kita tidak melakukan apa yang dia minta. Paham?

Ada banyak alasan kita harus setuju dengan taktik bermuka dua. Satu, untuk menjaga hubungan kita dengan orang yang bersangkutan, bahkan dengan orang di sekitar kita. Dua, untuk menjaga orang lain supaya tidak 'tersakiti' jika kita terlalu 'jujur'. Tiga, jika permintaan orang ybs benar-benar mustahil untuk dilakukan karena bisa mengganggu orang lain.

Mungkin secara teori, muka dua kedengarannya adalah tindakan yang buruk. Tapi kalau dilihat dari sisi kepentingan-kepentingan seperti di atas, bermuka dua terkadang memang perlu. Menurut saya pribadi sih logis saja. Karena nanti, ketika kita benar-benar terjun di masyarakat, kita tidak akan bisa bekerja sendiri dan kita pasti membutuhkan bantuan orang lain dan [lagi] situasi seperti di atas mungkin akan terjadi.

Jadi menurut Anda, apa bermuka dua itu penting??

-Random Topic Again-

Kolaborasi antara Ujian dan Packing

Well, bisa dibilang saya terlalu excited mempersiapkan perbekalan pengembaraan seminggu lagi. Karena mulai sekarang, H min seminggu lebih, saya sudah mengumpulkan beberapa barang yang saya anggap penting untuk dibawa 'berpetualang'. Tapi saya rasa, memang perlu semua barang dipersiapka jauh-jauh hari supaya tidak ada yang tertinggal karena kalau sampai ada yang kelupaan, repot urusannya. Semua karena saya akan 'terdampar' di sebuah tempat yang sepertinya cocok untuk syuting 'Jika Aku Menjadi' campur 'Ethnic Runaway' campur 'Dunia Lain'.

Bisa dibayangkan kamar saya jadi penuh barang-barang packing untuk minggu depan. Tas dan lain sebagainya bergerombol di pojok ruangan, menunggu pemeriksaan terakhir seminggu lagi. Semua barang itu bercampur dengan handout materi ujian saya yang bertebaran dimana-mana. Alhasil, kalau saya duduk di depan laptop seperti ini, jadi malas mau bangkit lagi karena susah melangkahkan kaki melewati semua barang saya. 

dilihat dari luar aja udah bikin sumpek.. x(

pojok packing

bagian ujian
 Melihat semua keberantakan itu, anehhnya saya tidak ada niat untuk membereskan. Ya sudahlah, dinikmati aja kamar berantakan, konsen belajar aja dulu deh. Kalau udah selesai kan itu semua handout dan buku akan masuk lemari dengan sendirinya. 

Mau bukti kalau saya belajar? Nih, saking isengnya di tengah kejenuhan menulis rangkuman yang seperti nyalin bukan merangkum --a


itu tangan saya lho yang nulis...


nih, digedein... :p

another notes

Tuh, percaya kan saya belajar? Maaf ya, sekalinya belajar aja saya pamer. Mungkin terkesan norak ato lebay, tapi emang jarang-jarang nih saya belajar sampe nulis sebanyak itu. Ya, beginilah kalau saya lagi niat, saya akan all out, kalo lagi males ya maaf aja, saya tidak bisa dipaksa. Hehehe..


Sekian tulisan blog saya hari ini. Tulisan yang sangat random saking gak ada idenya. Mungkin bisa diambil hikmahnya, dari awal jangan gabungkan antara packing dan ujian karena hasil dari keduanya bisa merusak mata. Hehehe

Pelajaran Hari Ini : Membuat Jamu Instan Sendiri

Berawal dari cari-cari ide untuk program kerja KKN, saya ngobrol-ngobrol dengan kakak saya dan ditawari untuk belajar membuat jamu. Saya pikir, karena tidak ada ide lain ya dicoba saja dulu. Lagipula pada waktu survey, pak desa bilang kalau orang desa situ suka minum jamu apa gitu, saya lupa. Akhirnya saya membuat janji dengan kakak untuk 'dikursusi' hari ini.

Pagi-pagi saya ke pasar untuk beli jahe [yang gampang dicari] untuk bahan utama. Pada dasarnya bahan apapun sama cara membuatnya, ya ada yang berbeda tapi beberapa saja. Tapi karena saya mencari yang paling sederhana membuatnya, ya jahe saja. Setelah itu agak siang saya berangkat ke rumah kakak dengan membawa jahe setengah kilo dan gula satu kilo. Begitu sampai, saya mendapat 'kuliah' tentang macam-macam cara penyimpanan bahan-bahan jamu supaya lebih awet dan pengolahannya. Walaupun 'kuliah'nya instan dan poin penting saja yang disampaikan, setidaknya saya mengerti intinya.Setelah beberapa menit mendapat teorinya, kami beranjak ke dapur dan memulai proses pengawetan jahe yang paling sederhana cara dan alat pembuatannya, yaitu dengan cara ekstraksi.

Pertama, jahe dicuci bersih lalu dipotong kecil-kecil dan diblender. Kalau tidak ada blender [seperti di desa saya nanti] bisa diparut. Lalu diperas untuk diambil sarinya saja. Kalau diparut, ya, berarti ditambah air dulu sedikit baru diperas. Banyaknya air custom, tergantung seberapa kuat rasa ekstrak jahe yang kita inginkan nantinya. Setelah dapat sarinya, ditambah gula sebanyak 4 kali atau 8 kali banyak sari jahe. Semakin banyak gula, semakin banyak hasil ekstraksi nanti dan semakin manis juga nanti rasanya. Setelah itu campuran tadi direbus dengan api keciiiil sekali sambil diaduk terus, tidak boleh berhenti. Di sinilah yang paling capek, mengaduk-aduk terus sampe tangan pegel gak boleh berhenti. Sampai akhirnya nanti jadi bubuk tuh campurannya. Jadi deh ektrak jahe seperti yang dijual kemasan di toko-toko.

Saya juga baru tahu kalau ternyata jahe yang digunakan sebenarnya bukan jahe seperti yang dijual di pasar, tapi nggak apalah, untuk belajar saja, yang penting sudah tahu caranya. Produk-produk minuman bubuk semacam nutrisari, angetsari, dan lain-lain, pokoknya minuman yang tinggal seduh itu, semua ternyata dibuat dengan cara sederhana tadi, hanya saja mereka dengan teknologi yang sudah canggih, jadi tidak perlu mengaduk sampai tangan berasa mau copot. Hehehe..

Berarti, besok saya bisa membuat ekstrak jus campur-campur. Membuat jamu macam-macam juga bisa. Benar-benar saya terheran-heran, kok bisa ya dari air banyak gitu jadi bubuk kering kerontang? Dengan tahu begini, kita jadi punya cara untuk menambah nilai suatu barang, kan? Jadi tambah pengen belajar banyak hal kalau begini. :D

Hasil karya saya, jahe bubuk instan.
Sudah dikemas, walaupun mengemasnya masih gak rapi.
Maklum, masih amatir..Hehe

Obat Jerawat Baru bin Aneh

Mungkin yang akan saya ungkapkan di sini bukan hal baru lagi buat teman-teman yang sudah pernah tahu. Tapi bagi saya, cara ini masih tergolong sangat baru dan aneh sekali, tapi ternyata terbukti ces pleng... [kayak promo ya??]

Nggak kok, saya tidak promosi, hanya berbagi informasi. waktu itu saya pernah dengar dari teman, kalo jerawat ditotoli benda ini, jerawat akan cepat kering. Satu teman saya mencoba dan berhasil. Kebetulan, akhir-akhir ini muncul beberapa jerawat menyakitkan di wajah saya. Iseng-iseng saya cobaa, dan hasilnya mengejutkan! Besoknya setelah saya totoli obat rahasia ini, jerawat kering dan copot!

Mau tahu obat ini apa?? Obat ini bernama minyak angin cap kapak. Minyak yang sangat manjur untuk gejala masuk angin, nyeri haid, dan segala macam yang berkaitan dengan angin. Setidaknya, manjur bagi saya. Makin cinta deh sama minyak kapak.. Hehehe.. [apasih?? --a]

Intinya, coba deh pakaikan minyak kapak tepat di jerawat Anda. Serius, besok langsung kering! Jangan banyak-banyak tapinya, bisa nangis-nangis kalo kebanyakan. Sedikit saja bisa bikin bercucuran air mata buaya nih, tapi serius bisa ngobati jerawat. Saya juga heran, kok bisa ya?

Sekali lagi, saya tidak sedang promosi. Hanya berbagi tips. Mungkin saja gak harus minyak angin cap kapak yang bisa jadi obat. Kalau nggak punya minyak kapak, coba deh ganti minyak kayu putih apa balsem. Kali aja manjur juga. Kan sama-sama panasnya..Hehehe

Sekian.

Hati yang Kuat

Saat diri ini mantap Dengan hati yang kuat Untuk meninggalkan aku yang dulu Lekas pegang erat keinginan itu Ingat, niat baik sanga...