Imajinasi

Hahaha,ini tulisan random banget kayaknya..cuma pengen curhat,kayaknya imajinasi saya selalu tinggi dan aneh.. setelah baca post perjalanan ke Pacitan waktu itu (sekitar setahun lalu) saya ketawa sendiri mendapati imajinasi saya tentang dunia elf atau goblin waktu itu..
Dan beberapa hari kemarin hal ini terulang..
Saat perjalanan ke Malang kemarin itu, saya duduk di depan sambil memangku keponakan saya yang masih bayi. Dia suka melihat-lihat jalan dan saya suka memangkunya sambil saya ceritain macam-macam. Sampai di satu saat, (saya ga tau itu sampai daerah mana), ada tiang listrik besar-besar di pinggir jalan. Langsung saja saya dongengi itu keponakan saya "nah, itu Ken,lihat..ada alien menyamar jadi tiang listrik! Antenanya besar sekali di kepala!itu kalau sudah lama dan jumlahnya semakin banyak, mereka akan berubah ke bentuk asli mereka dan menginvasi bumi!hiiii"
Langsung dong ibunya (kakak ipar) protes, "jangan ngarang-ngarang kasih dongeng ke anakku!"
Hahaha, terlalu khayal sih ya,cuma ya tiba-tiba muncul aja di bayanganku cerita tentang alien tiang listrik itu..hehehe
Coba ada kakak saya saat itu dengerin cerita saya, bisa-bisa langsung dijitak nih.. dari kecil dulu kakak sulit menerima imajinasi saya, malah seringnya bikin dia marah..hehehe,jadi kangen sama mas :3

Time Machine

Prolog: Seperti lagunya Aqua (Itu lohh,yang nyanyi lagu Barbie Girl): If only I could turn back time, If only I had said what I still hide

Ini sudah beberapa hari lewat dan saya masih kepikiran dorama Jepang, Proposal Daisakusen. Dorama lama, tapi saya baru selesai nonton sih, berkat kemarin beberapa hari nganggur. Ini dorama menyentuh banget, bikin gregetan juga, lucu tapi banyak sedihnya kalau menurut saya. Sudah lama sejak terakhir kali saya terharu gara-gara nonton film. Karena pada dasarnya saya sering menghindari film/drama menye-menye, sedih dan semacamnya. Sebenernya Prodai ini nggak menye-menye sih, tapi terharu aja, entah kenapa tiba-tiba ada beberapa scene yang bikin saya pengen nangis >,<

Prodai ini dibikin versi Korea nya juga, Operational Proposal, tapi kata temen yang sudah nonton sih membosankan. Jadi saya belum nonton yang versi Korea. Dann,, anyway, Prodai ini jadi saya hubung-hubungin sama Reply 1997, drama Korea. Gak ada hubungannya sih, ceritanya juga beda. Hehehe...

Dan dan dan, saya dengerin satu lagu Bruno Mars, entah mengapa terngiang-ngiang aja ini akhir-akhir ini. Lagi-lagi saya menghubung-hubungkan sama Prodai. Tampaknya saya lagi tergila-gila sama dorama satu itu. Apalagi sama Yamapiii aka Yamashita Tomohisa, pemeran utamanya. Keren! Cool! Entahlah, semacam celebrity crush, but not that bad :D

Same bed, but it feels just a little bigger now
Our song on the radio, but it don't sound the same
When our friends talk about you all that it does is just tear me down
Cause my heart breaks a little when I hear your name
And it all just sound like..

Hmm, too young, too dumb to realize
That I should have brought you flowers and held your hand
Should have gave you all my hours when I had the chance
Take you to every party cause all you wanted to do was dance
Now my baby is dancing, but she's dancing with another man

My pride, my ego, my needs and my selfish ways
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Now I never, never get to clean up the mess I made
And it haunts me every time I close my eyes
It all just sound like..

Although  it hurts I'll be the first to say that I was wrong
Oh, I know I'm probably much too late
To try and apologize for my mistakes
But I just want you to know
I hope he buys you flowers, I hope he holds your hand
Give you all his hours when he has the chance
Take you to every party cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should have done when I was your man..
    -Bruno Mars-                           

Get the point?
Jangan dipikir terlalu dalam atau cari hubungannya terlalu erat, ini sebenernya saya aja sih yang hubung-hubungin, hehehe

"Relationships have levels. Mine with Yoon Jae was one of the easiest. A relationship that easy to explain and easy to maintain. A casual relationship between old friends. But that day, I realized something. Ours could be one of the hardest. The hardest relationship, that between man and woman." Shi Won - Reply1997 ep11
Dan satu quote yang mengena banget buat saya dari dorama ProDai ini:
"If you keep thinking there's always tomorrow, you'll suffer for it. Those who say they'll do it tomorrow are idiots!
Ini nonjok banget buat saya yang suka nunda-nunda.. Dan kayak kata si pak peri: 'History has proven that making excuses is what humans do best!

Film Jepang emang sering ada pesan moralnya yaa.. Apalagi mas Ken nya ganteng :3
Hahaha, ya dehh..sekiann :D
xoxo

Miris

Saya merasa harus menulis tentang uneg-uneg ini yang entah mengapa selalu muncul sejak sabtu kemarin..Jadi yah, here we go..

Jadi ceritanya hari Sabtu kemarin saya ikut ayah saya ke tempat kerja. Sore itu beliau sengaja menelatkan diri karena tahu di jalan ada karnaval sore itu, daripada terjebak macet tak berujung, lebih baik berangkat agak telat. Tapi karena saya dan ibu ingin segera berangkat, jadilah berangkatnya justru lebih awal.

Saat itu kami sampai di titik menjelang karnaval itu sudah sore, sekitar pukur lima lebih, sudah menjelang maghrib. Macetnya beneraaan, banget banget deh. Sampai akhirnya udah maghrib pun acara belum selesai. Kami masih terjebak macet dan peserta karnaval masih jalan-jalan dan jogetan sepanjang jalan. Kami ingin berhenti di masjid pun tidak bisa, karena masjid (yang letaknya tepat di depan lapangan titik finish karnaval) pagarnya ditutup dan di trotoarnya penuh kendaraan parkir dan orang berjualan. Masjid itu sepi. Pukul 6 lewat kami masih terjebak macet, mulai panik mencari tempat sholat dan bagaimana untuk bisa menepi (jalannya penuh sesak). Barisan karnaval masih asik berjoget ala caesar di pinggir jalan. Oya, karnaval yang kemarin saya lihat, hanya sedikit peserta karnaval yang memakai pakaian adat bermacam-macam seperti zaman saya kecil dulu. Justru yang banyak saya lihat adalah pakaian aneh-aneh yang nyentrik, semacam pakaian JFC (Jember Fashion Carnival). Padahal kemarin itu karnaval kecamatan lho ya, di desa gitu..

Oke, ga masalah sih mau karnaval pakai baju aneh-aneh. Hak mereka juga. Cuma saya miris aja, terus kebudayaannya mana? Bhineka Tunggal Ikanya mana? Sabang sampai Meraukenya mana? Hmmm, semakin memudar ya tampaknya...
DAN yang paling saya miris, kok ga ada yang bingung mau sholat? Panggilan sholatnya tertutup musik joget itu yah jadi 'ga merasa' dipanggil? Dipanggil Yang Maha Kuasa baru deh, ga bisa apa-apa kan.. Hehehe...

Yahh, bangsa kita ini tampaknya gampang sekali kalau diajarkan hal-hal berhubungan tren, mode, gaya-gayaan, tapi kalau mengenai kebaikan seperti peraturan-peraturan, norma-norma, dan semacamnya yang berhubungan dengan kepentingan bersama biasanya banya protes/pro-kontra. Ya entah ini menurutku saja atau Anda juga berpikir sama.

Pokoknya kemarin itu saya lihat para anak sekolahan bersama guru-gurunya berjoget ria di pinggir jalan itu, bawaannya kasiaaan gitu. Gatau deh kasian kenapa. Yang ada di pikiran saya cuma semacam ada pembodohan di sini. Kita semua diberi/diajarkan banyak sekali kesenangan-kesenangan hidup, untuk menikmati dan have fun menjalani hari-hari, tapi tanpa dibekali ilmu untuk mendapat kesenangan yang 'sebenarnya'.

[REVIEW] Lisbeth Salander -Millenium Trilogy


Oke, pos kali ini saya ingin mereview salah satu trilogi favorit saya - The Girl with Dragon Tattoo; The Girl who Played with Fire; The Girl who Kicked the Hornets' Nest. Kalau tentang genre-nya, hmm, kriminal? Misteri? Maaf, saya kurang paham kalau diminta mengklasifikasi genre suatu novel/film/drama dan sejenisnya, hehehe.. Tapi kalau dari tante wiki nih,

"The Girl with the Dragon Tattoo (original title in SwedishMän som hatar kvinnor – literally, Men who hate women) is a crime novel by the late Swedish author and journalist Stieg Larsson. It is the first book of the Millennium series trilogy, which, when published posthumously in 2005, became a best-seller in Europe and the United States."

Singkat cerita, yang membuat saya ingin sekali mereview novel ini adalah karena novel ini salah satu (atau mungkin satu-satunya) novel yang membuat saya tenggelam tidak hanya pada ceritanya, melainkan juga pada karakter utamanya, Lisbeth Salander. Oke, tenggelam agak berlebihan sepertinya. Mungkin bisa dibilang saya 'terngiang-ngiang' lebih kepada si karakter utama.

Salander digambarkan sebagai perempuan nyentrik dengan rambut hitam legam dipotong spike, tato, anting dan tindikan dimana-mana, kurus kering, bahkan kalau dilihat secara fisik seperti wanita anoreksia, kecanduan, serta cap-cap buruk lainnya. Dia juga cenderung introvert, tidak pernah menaruh kepercayaan sedikit pun kepada orang lain, idealis, dan kasar (?). Saya memasukkan idealis di sini karena menurut kesimpulan yang saya ambil, Salander hanya mempunyai dua nilai dalam hidupnya, benar dan salah. Sedangkan kasar dengan tanda tanya itu, maksud saya dia cenderung langsung bertindak kasar tanpa berpikir akibatnya jika dia sedang merasa terancam. Tapi seiring berjalannya waktu, si Salander mulai belajar untuk bertindak 'halus' kok.

Tapi di balik penggambaran fisik yang tampak 'liar', Salander menyimpan 'senjata berbahaya', yaitu otak yang keren! Dia mempunyai ingatan fotografis, cerdas, menyukai teka-teki angka dan apapun yang berbentuk teka-teki, dan jago komputer.

Singkat cerita, Salander adalah korban politik pemerintahan yang sejak kecil dilanggar semua hak-haknya sebagai warga negara. Dia adalah anak seorang pelarian politik dari Soviet yang meminta suaka di Swedia. Si pelarian, yang bernama Zalachenko, suka main perempuan dan akhirnya punya anak Salander dan kembarannya (tidak dibahas). Sayangnya tidak berhenti di situ, Zalachenko suka bertindak kekerasan ke ibu Salander, dan karena pihak 'pemerintah' saat itu merasa harus merahasiakan keberadaan Zalachenko, semua tindakan kekerasannya ditutupi dan 'dibersihkan'. Salander yang saat itu masih kecil mencoba untuk mengadu ke polisi, dinas sosial dan pihak berwenang lainnya, tidak pernah mendapat apa-apa, dia dianggap mengada-ada dan berbohong. Akhirnya, Salander yang idealis berusaha melindungi ibunya, melempar bom molotov ke dalam mobil ayahnya. Hal ini mengakibatkan Salander dimasukkan ke rumah sakit jiwa dan dipasung di sana selama setahun lebih.

Setelah keluar dari rumah sakit, Salander diberi cap 'tidak kompeten' dan harus ada di bawah perwalian. Dia  dianggap memiliki kelainan psikologis dan kecenderungan psikopatis dan cap-cap lainnya. Dari tahun ke tahun dia memang sering terlibat masalah, tapi cenderung membaik di bawah perwalian Palmgren. Sayangnya suatu hari walinya terserang stroke dan akhirnya Salander terpaksa diberi wali baru, bernama Bjurman.

Di bawah perwalian Bjurman, justru Salander ada di dalam bahaya. Bjurman yang menganggap Salander tidak kompeten terhadap dirinya sendiri, memperkosa dan menganiaya Salander dengan kejam. Beruntung Salander sudah membawa kamera tersembunyi (dari perusahaan keamanan tempat dia bekerja) dan menjadikan bukti itu sebagai alat untuk 'bebas' dari perwalian itu. Salander tidak melapor ke polisi karena dia tidak pernah percaya lagi kepada polisi.

Singkatnya, setelah beberapa lama Bjurman mati ditembak. Begitu pula dua orang wartawan. Bukti-bukti saat itu tampak mengarah pada Salander sebagai pembunuh. Penyelidikan yang berlangsung dan pencarian Salander dengan satu dan lain hal mulai mengungkit-ungkit tentang keberadaan Zala (Zalachenko). 'Pemerintah' mulai khawatir akan terbongkarnya rahasia keberadaan Zalachenko. Akhirnya mereka mencari cara untuk kembali menjadikan Salander sebagai kambing hitam.

Dari cerita singkat (yang tidak terlalu singkat) mengenai Salander, saya mendapat sebuah pelajaran 'selalu ada alasan di balik sesuatu'. Jika dulu polisi percaya terhadap laporan Salander kecil tentang penganiayaan ibunya, mungkin dia tidak akan terlalu-tidak-mempercayai polisi, yang pada akhirnya akan mencegah kejadian-kejadian buruk berikutnya. Dan dari situ, saya juga yakin bahwa watak atau pandangan seseorang terhadap sesuatu benar-benar dibentuk sejak dia kecil, dipengaruhi oleh kejadian-kejadian yang pernah menimpanya. Saya juga melihat Salander adalah orang yang 'kuat' menyimpan segala sesuatu sendiri, menanganinya sendiri. Terlebih lagi saya belajar, 'jangan menilai seseorang secara sekilas, atau hanya dari penampilannya saja'. Itu semua mungkin saja memang hal-hal yang ingin dia tunjukkan, yang dia rasa perlu diketahui orang lain. Tapi siapa tahu jika dibalik itu semua ada 'sosok' yang sama sekali berbeda. Siapa tahu.

Buat kalian yang suka membaca novel/cerita misteri, detektif dan semacamnya, wajib deh baca novel ini. Atau bisa nonton filmnya juga. Untuk saat ini, setahu saya novel ini sudah difilmkan versi Swedia lengkap, tapi kalau versi amrik baru yang dragon tattoo saja.

Dua Sisi

Pasti kita pernah marah tentang sesuatu. Merasa dikhianati, dibohongi, diinjak-injak.. Sudahkah kita melihat lebih jauh, apa sebenarnya yang membuat kita marah? Sudahkan kita melihat segala sisi mengenai hal itu? Apakah dari semua sisi sudah menjawab kita boleh marah?

Kodrat manusia untuk berpikir dan melihat dari segala sisi. Seharusnya hal itu cukup untuk memberi kita alasan untuk marah atau tidak. Segala hal punya dua sisi. Setiap orang punya alasan melakukan sesuatu, sesuai perspektifnya, dan itu tidak sama antara satu orang dengan orang lainnya. Pikirkan dulu bagaimana jalan pikiran orang lain, dan kita akan tahu bahwa kita tidak sepenuhnya benar dan tidak pula sepenuhnya salah. Setidaknya hal ini berlaku bagi saya.

Salah-benar,baik-buruk, itu relatif. Tergantung bagaimana standar yang kita tetapkan. Benar bagi Anda, belum tentu benar bagi saya, begitu pula sebaliknya. Maka jangan seenaknya menilai atau mengejek orang lain sesuka hati Anda. Silahkan Anda menilai, tapi bukankah sebaik-baiknya penilaian itu adalah penilaian yang berimbang? Bukan subjektif sesuka hati Anda..

Yahh, kita hidup tidak sendiri. Begitu banyak dan beraneka ragam macam-macam orang yang kita temui. Satu hal yang saya pelajari melalui beberapa pengalaman hidup mengenai dua sisi, bahwa dua sisi itu selalu ada. Mungkin tidak tampak sekarang atau lusa, tapi suatu hari kita pasti akan tahu kebenarannya. Maka jangan terburu-buru menilai seseorang, marah, atau membenci seseorang. Dia berhak memberi alasan, dia berhak menjelaskan. Itulah fungsi sebuah kedewasaan, untuk bersabar, belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang lain. Pelajari pola pikir orang lain, terbukalah, jangan hanya memakai emosi. Apa bedanya kita dengan makhluk lain kalau tidak menggunakan pikiran? Padahal satu-satunya hal yang membedakan kita dengan ciptaan Tuhan yang lain adalah kemampuan berpikir.

Dua sisi. Dua kata yang memiliki banyak dimensi dan definisi. Bersabarlah, buka pikiran, mungkin dua sisi dan sisi-sisi lainnya akan terbuka, dan memberikan cukup alasan untuk memaafkan.

Repost: Ayah

Sejujurnya, tulisan ini pernah saya post di note facebook duluuu banget jaman SMA. Entah kenapa, tadi saya scrolling timeline facebook saya, buka-buka note lama, judul ini tertangkap mata saya dan saya ingin post di blog juga. Mungkin banyak diantara kalian yang pernah baca dan sebenernya tulisan ini juga bukan orisinil tulisan saya. Saya sendiri copas punya orang kok. Silahkan bagi Anda yang ingin copas juga, semoga bermanfaat :)

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa yang lagi bekerja diperantauan, ato yang lagi ikut suaminya merantau di luar kota even di luar negeri,ato juga yang lagi sekolah/ kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen banget sama IBUnya. 

kenapa gak sama Ayah?? 

Mungkin,, karena Ibu yang lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, 
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu? 

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita, membacakan dongeng untukmu, 
tapi tahukah kamu, bahwa sebenarnya setiap pulang kerja, dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa aja yang kau lakukan seharian? 


Saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... 

Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. 
setelah Ayah mengganggapmu bisa,Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu... 

Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu Yah, jangan dilepas dulu roda bantunya" . 
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.... 

Tapi sadarkah kamu? 
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA! 


Saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan baru,Ibu menatapmu iba. 
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang." 

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja yang semua tuntutannya akan selalu dapat dipenuhi? 


Saat kamu sakit pilek, 
Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata, 
"Sudah dibilang! kamu jangan minum air dingin!". 
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. 
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. 



Ketika kamu sudah beranjak remaja.... 
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dengan berkata: "Tidak boleh!". 

Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? 
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangatsangat luar biasa BERHARGA.. 

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. 
sampai Ibu datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah.... 

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya yang sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi Ayah HARUS menjagamu?? 


Ketika saatnya seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') 
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu? 


Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu,hingga kamu memaksa untuk melanggar jam malamnya. 
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... 
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... 
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. . 

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang? 
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah.." 



Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. 
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... 

Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah. 



Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... 
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain . . . . 

Ayah harus melepasmu di stasiun. 

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu? 
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati . . 
Padahal didalam hati, Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat. 

Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata, "Jaga dirimu baik-baik ya sayang" . 

Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi DEWASA. 



Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu,Ayah menjadi orang pertama yang mengerutkan dahi. 
Ayah pasti akan berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. 


Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... 
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak . Tidak bisa!" 

Padahal dalam batin, Ayah sangat ingin mengatakan, "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu". 
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?? 



Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. . . 

Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. 
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang." 


Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. 
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.. 
Karena Ayah tahu..... 

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. 


Dan akhirnya.... 
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia.... 


Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi ke belakang panggung sebentar, dan MENANGIS????? 

Ayah menangis karena Ayah merasa sangat berbahagia. 
Kemudian Ayah berdoa. 
Dalam lirih doanya kepada Allah,Ayah berkata: 

"Ya Allah, tugasku telah selesai dengan baik.. 
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... 

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..." 



Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... 

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... 
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... 


Ayah telah menyelesaikan tugasnya . . . . . 


Ayah, Papa, Bapak, Ebes, atau Abah kita... 
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... 
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... 

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . 

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal . . 

Agustus 2013

Kilasan hitam-putih dalam kepalaku
68 tahun lalu tidak seperti ini
Jalan masih sepi, hanya lalu lalang kendaraan pengangkut barang yang kulihat
Atau segelintir kendaraan pejabat dan penjajah
Sebentar kudengar suara tembakan dan teriakan-teriakan
Atau tanah bergetar terguncang bom yang meledak
Api melahap apa yang bisa dilahapnya, apapun yang bisa dijangkaunya
Teriakan anak kecil dan ibunya yang berlindung pasrah
Teriakan para lelaki yang berjuang melindungi keluarga dan negaranya


Ahh, dunia sudah jauh lebih baik
Tidak ada lagi tangis kesakitan, terluka, terkena tembakan
Tidak ada lagi penjajah berkeliaran
Kini anak-anak bermain dengan gembira, tidak peduli dengan apapun di sekitarnya
Tidak seperti dulu, ketakutan, atau bermain bersama temannya dengan alat seadanya
Para pemuda tidak lagi khawatir tentang adanya penjajah, tidak perlu lagi mengangkat senjata dan maju ke medan perang
Mereka hanya khawatir tentang.. ah, entahlah, mungkin tidak ada yang mereka khawatirkan
Hidup adalah milik mereka, terlena menikmati segalanya
Masa bodoh tentang kesusahan di luar sana
Sementara tanah ini terus menerus memanjakan mereka
Dengan segala kekayaan dan keindahan yang dihasilkannya


Ahh, dunia sudah jauh lebih baik
Kulihat gedung-gedung dibangun tinggi
Cahaya menyilaukan memecah gelapnya malam
Tidak lagi bisa kulihat beda siang dan malam
Malam tak lagi gelap, keramaian tak pula surut
Tidak seperti dulu, ketika hanya bulan dan lampu minyak yang memberi penerangan
Saat anak-anak harus buru-buru belajar sebelum minyak habis dan cahaya menghilang
Aku tengok langit malam, bintang pun kalah dengan semua cahaya ini
Aku tengok sekitar, pohon-pohon jauh berkurang, mengapa?
Ohh, aku ingat sekarang
Pohon-pohon telah ditebang untuk semua gedung ini
Ya, manusia tidak perlu lagi berteduh di bawah pohon untuk mencari sedikit kesejukan
Benar-benar hebat, bukan?


Ahh, dunia sudah jauh lebih baik..
Atau lebih buruk?



16 Agustus 2013

Collision (A Short Story)

Hari itu hari biasa. Tidak terlalu biasa, memang, karena Bia dan teman-temannya akan mengunjungi 
Pesta Rakyat di Kota yang diadakan setahun sekali. Ini kali pertama Bia mengunjungi Pesta Rakyat sehingga dia merasa antusias sekali mempersiapkan barang-barang yang perlu dibawanya, terlebih lagi dia dan teman-temannya berencana untuk berkemah di Padang Rumput dan kembali pulang ke Desa keesokan harinya.

'Apa lagi ya, yang perlu kubawa? Makanan, pakaian, kantong tidur, kaus kaki cadangan...' Bia memeras otak, mencoba mengingat-ingat barang apa yang sekiranya terlupa olehnya. Kemudian terdengar ketukan di pintu kayu rumahnya. 'Hmm, Sol? Dia sudah datang?'  Bia segera menghambur ke pintu rumahnya, untuk melihat siapa yang datang.

"Bi, sudah siap? Kau tidak perlu membawa makanan banyak-banyak. Di Kota nanti pasti banyak penjual makanan lezat! Bawa saja uang yang cukup, tapi simpan di tempat terpisah. Kita tidak tahu kapan nasib buruk akan menghampiri," Sol segera mencerocos panjang lebar dan menghambur masuk rumah Bia begitu pintu terbuka.

Bia tidak menjawab celotehan Sol, karena memang Sol berbicara tidak meminta jawaban. Bia hanya cepat-cepat mengemasi barang bawaannya dan mengangkatnya ke bahunya. "Oke, Sol, aku siap. Ayo kita berangkat. Ini aku bawa sup daging untuk makan siang di jalan. Kau yang bawakan ya, berat sekali karena porsinya cukup untuk kita semua." Sol menerima panci susun kecil berisi sup daging untuk makan siang dan menyampirkannya di bahunya yang lain.

Bia dan Sol kemudian berjalan menuju stasiun kereta. Mereka berjanji berkumpul dengan teman-temannya yang lain di sana. Bia dan Sol bertetangga, karena itu mereka berdua sering pergi bersama-sama. Saling menguntungkan. Bia sering membawa makanan lebih, Sol sering membantu membawakan.

Setelah sepuluh menit berjalan kaki, mereka akhirnya sampai di stasiun kereta. "Sol, kau lihat teman-teman tidak? Aku lupa tidak membawa kacamataku, nih," ujar Bia. Sol memandang berkeliling dan menunjuk ke suatu arah. Bia berjalan mengikuti Sol.

"Bia, Sol, kalian terlambat, seperti biasa. Untung keretanya belum datang," sergah Kyrie.

Bia hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Kyrie. Dia dan Sol memang sering datang paling akhir tiap berkumpul dengan teman-temannya. Selain karena mereka memang terlalu santai untuk berangkat, seringkali ada barang Bia yang tertinggal sehingga harus kembali lagi ke rumah.

"Ah, paling-paling kau juga baru datang kan, Ky?" Sol bertanya balik.

"Iya, Sol, Kyrie  baru datang juga, paling hanya selisih dua menit dari kedatangan kalian," kata Norah. Luppi dan Sam mengangguk setuju.

Tidak lama kemudian kereta api datang. Bia dan teman-temannya segera bergegas mencari tempat duduk ternyaman untuk perjalanan ke Kota dua jam selanjutnya. Mereka memilih kompartemen di  gerbong paling depan. Perjalanan dimulai, makan siang sup daging dibuka dan dimakan bersama-sama. Supnya masih hangat dan lezat sekali dimakan di tengah perjalanan seperti itu. Dua jam kemudian mereka sampai di stasiun Kota dan turun untuk melanjutkan perjalanan ke Padang Rumput dengan menyewa sebuah kereta kuda.

Sesampainya di Padang Rumput, segera mereka membangun tenda dan mengatur barang-barang mereka supaya menyisakan tempat mereka tidur. Dari kejauhan, mereka melihat kesibukan orang-orang di sekitar yang juga  akan berkemah di Padang Rumput malam itu, juga lalu-lalang kereta kuda dan sepeda yang sibuk membawa perlengkapan dan barang-barang untuk Pesta Rakyat yang dimulai petang nanti. 

Bia dan teman-temannya bercakap-cakap merencanakan apa saja yang ingin mereka lakukan di Pesta Rakyat. Bia ingin bermain Tembak Jitu dan berencana mendapat banyak hadiah dari permainan Pukul Air. Sol ingin mencicipi domba panggang yang konon katanya merupakan makanan terlezat di Kota. Luppi dan Kyrie ingin menonton pesta tarian di pusat Pesta Rakyat. Norah ingin membeli banyak kembang api dan ikut bermain di Festival Kembang Api saat tengah malam. Sedangkan Sam mau saja mengikuti teman-temannya kemana-mana, melihat-lihat apa yang nanti terlihat menarik.

Tidak terasa langit matahari semakin condong ke barat. Bia dan teman-temannya segera bersiap-siap dan berjalan santai ke ujung lain Padang Rumput, dimana Pesta Rakyat dilakukan. Begitu banyak orang dari berbagai Desa yang berbondong-bondong untuk melihat Pesta Rakyat. Bia dan teman-temannya terkagum-kagum melihat begitu banyaknya permainan dan toko di sana. Mereka bermain, makan, dan berkeliling hingga malam, kemudian mereka berkumpul di Festifal Kembang Api.

Baru kali itu Bia dan teman-temannya melihat kembang api yang begitu menakjubkan. Kembang api yang bisa membentuk berbagai formasi indah di langit malam Kota. Bia melihat kembang api yang berbentuk naga, unicorn, bahkan bunga. Semua orang terkagum-kagum melihat Festival Kembang Api yang merupakan acara penutup Pesta Rakyat. Hingga kembang api terakhir melesat ke langit malam, semua orang masih terkesima terbius indahnya kumpulan cahaya itu.

Akhirnya Pesta Rakyat selesai. Bia dan teman-temannya, bersama begitu banyak pengunjung lainnya, berbondong-bondong berjalan untuk keluar dari area Pesta Rakyat. Toko-toko dan arena permainan juga mulai berkemas membereskan sisa-sisa barang mereka. Sampai tiba-tiba semua orang tersentak mendengar suara ledakan dari suatu tempat, seperti ada sesuatu yang meledak menghantam tanah. Semua terdiam, untuk mendengar lebih jauh apa yang terjadi. Beberapa detik kemudian ledakan lain menyusul. Bia memandang ke langit. Terkejut, dia menunjuk sesuatu seperti batu raksasa sedang melintasi langit di atasnya. Norah dan Luppi menjerit, Sam terpana mengikuti arah jatuh batu raksasa itu, begitu juga Sam dan Kyrie yang hanya membelalakkan matanya. Sol segera menarik tangan Bia untuk berlari ke arah manapun yang kosong, yang bisa mereka pakai untuk berlari bebas keluar dari area Pesta Rakyat. Norah, Luppi, Sam dan Kyrie berlari mengikuti.

"Kita harus segera keluar dari area ini! Jika di sini terus, kita seperti tikus yang terjebak, menunggu dihantam oleh batu-batu itu! Ayo, lari lebih cepat!" teriak Sol. Bia dan yang lain panik mengikuti arah Sol berlari. Tanpa henti mereka membagi pandangan ke atas dan ke depan, antara berjaga-jaga ada batu yang jatuh ke arah mereka dan mencari rute jalan keluar yang bercabang-cabang.

"Sol! ada batu yang menuju arah depanmu!" teriak Sam. Mereka berbalik arah ke kanan, menghindari batu yang menuju arah depan.

"Kanan! Awas Norah, kananmu!!" teriak Kyrie histeris sambil menarik Norah menjauh dari sebelah kanannya. Batu-batu terus berjatuhan. Kyrie, Norah, dan Luppi terpisah dari Bia, Sol, dan Sam akibat batu-batu yang terus berjatuhan di sekitar mereka. Jeritan-jeritan panik terdengar dari segala penjuru.

"Kita tidak bisa bersama-sama! Nanti kita bertemu di Padang Rumput! Jaga diri kalian! Ky, jaga mereka!" teriak Sol dari balik kepulan asap benturan batu. Kyrie dan lainnya mendengarkan, dan berlari kembali mencari jalan keluar yang lain.

"Sol, bagaimana ini? Sam, kau ada ide?" tanya Bia ketakutan. Di depan mereka hanya ada satu jalan ke arah kiri. Jadi, mereka tidak mempunyai pilihan lain selain berlari mengikuti jalan itu. 

"Sam, perhatikan langit di atas, jika ada batu ke arah kita, kita harus segera berlindung di bawah meja-meja atau apapun yang bisa dijadikan tempat berlindung,"  kata Sol. Sam mengangguk. Selanjutnya mereka terus maju, bergantian antara merayap di bawah meja menghindari serbuan batu-batu dan berlari sebisa mungkin saat tidak terlihat ada batu ke arah mereka. Sepertinya hanya mereka yang ada di jalan itu, mungkin karena batu besar yang jatuh menutup jalan dan memisahkan rombongan mereka dengan Norah dan lainnya.

"Sol, Sam, aku rasa semakin lama batu-batu yang jatuh semakin kecil, intensitasnya pun semakin jarang. Mungkin ini akan segera berakhir," ujar Bia, sambil berlari mengikuti Sol dan Sam. Sol dan Sam memandang ke atas, mereka setuju dengan Bia. Mereka pun mulai memelankan laju lari mereka. Mereka lelah. Jalan-jalan keluar tertutup batu raksasa, sehingga mereka harus mencari jalan keluar lain yang mungkin tidak tertutup.

"Menurut kalian, tadi itu apa? Meteor? Batu luar angkasa?" tanya Bia.

"Mungkin ada meteor jatuh dan itu tadi serpihan-serpihannya," jawab Sam. Sol hanya mengedikkan bahunya.

Tiba-tiba ada satu batu kecil yang jatuh ke arah mereka. Cukup mengagetkan, karena mereka sudah tidak terlalu waspada. Batu itu memantul di tanah dan tanpa sempat menghindar, batu itu mengenai tangan Bia.

"Aduh, panas!" kata Bia kaget. "Untung saja batunya kecil, tidak terlalu sakit." Bia melihat tangannya, tempat  batu tadi mengenainya. Dia melihat serangga kecil, mirip lalat berwarna merah-jingga, menempel kuat di tangannya. "Hiii, apa ini?" Bia jijik, mengibas-ngibaskan tangannya di udara, berharap serangga itu terlepas dari tangannya.

Sam dan Sol mendekat, ingin melihat ada sebenarnya di tangan Bia.

"Lalat?" tanya Sol begitu melihat serangga, yang tidak terlepas sekuat apapun Bia mengibas-ngibaskan tangannya. Sol meraih serangga itu dan melepaskannya dari tangan Bia. "Dia seperti menancap di tanganmu, Bi. Tapi kau tidak merasakan apa-apa, kan?" Bia menggeleng.

Akhirnya Sol, Sam, dan Bia memutuskan untuk berjalan lagi. Bia melihat ke arah atas, batu-batu kecil melesat ke arah mereka. 

"Hati-hati, Sam, Sol!" teriak Bia. Sam dan Sol mundur, menghindari batu-batu kecil itu. Anehnya, batu itu memantul lagi begitu menyentuh tanah, seperti batu yang mengenai Bia tadi. Sol tidak berhasil menghindari batu, batu itu mengenai sikunya. Yang mengejutkan, di bagian batu tadi menyentuh Sol, ada serangga serupa, seperti yang tadi menancap di tangan Bia. 

"Ini aneh. Batu tidak akan memantul setinggi itu jika mengenai tanah," kata Sam. Sol mengernyitkan dahinya, berpikir, sementara dia melepaskan serangga aneh itu dari sikunya.

Hari sudah pagi. Langit pelan-pelan menjadi terang, seiring matahari terbit. Sol, Sam, dan Bia mulai mendengar suara-suara orang di kejauhan. Tampaknya mereka sudah menemukan jalan yang tidak terisolir. Mungkin jalan keluar. Mereka bertiga berjalan cepat, tidak sabar keluar dari area Pesta Rakyat yang kacau balau.

"Norah, Luppi, dan Kyrie.. Bagaimana keadaan mereka? Ayo cepat, kita kembali ke kemah kita..." kata Bia, kelelahan.

Begitu mereka masuk di keramaian, mereka tersadar. Semua orang ini berbeda. Tidak seperti orang-orang Desa yang mengunjungi Pesta Rakyat semalam. Orang-orang ini memakai pakaian putih bersih, terusan dari bahu hingga mata kaki. Bia tidak bisa membedakan mana laki-laki dan mana perempuan. Ini aneh. Sol, Sam dan Bia menghentikan langkah mereka, memandang berkeliling. Mencari-cari, seandainya ada Norah, Kyrie dan Luppi di antara mereka, atau orang Desa lain yang mungkin mereka kenali wajahnya.

Namun tiba-tiba saja, dalam satu detik, semua orang berpakaian putih menoleh ke arah mereka. Mata mereka yang hitam kelam terpusat pada Bia dan Sol. Sam yang melihatnya, mulai merasa ketakutan, mundur.

"Ini dia dua yang tersisa, akhirnya menampakkan diri," kata salah seorang dalam kerumunan itu, menyeringai menghampiri Bia dan Sol.

"Kau siapa?" tanya Sol, sedikit agresif.

"Kami Manusia Putih, utusan dari Langit. Menawarkan kerja sama pada Bumi untuk bergabung dalam koalisi angkasa. Kalian salah satu, ehm, salah dua wakil Bumi, harus ikut dengan kami untuk berunding," jawabnya.

"Kenapa kami? Kami tidak mau ikut! Lagipula kami tahu kalian bohong. Mana ada utusan Langit. Manusia Putih? Omong kosong.." jawab Bia berani.

Kemudian Manusia Putih itu mencengkeram lengan Bia. Semua menjadi gelap, Suara-suara menghilang. Bia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Bia juga tidak tahu apa yang terjadi kemudian pada Sol dan Sam, juga teman-temannya yang lain.

Turning Point

Surely, we should have a turning point in life. Once you have your best day in life, next you will have the worst day ever. You may feel extremely happy some times, but sooner or later you'll be at your lowest point. Yeah, there's no such immortal things. We must prepare for the worst time while, at the same time, hope for the best.

One day you hate somethings, the next day you love them. One day you get mad of things, the other day you feel like dying without it. Nobody knows when will they have the turning point. Just to prepare for it, because that is one of God's secret, imo.

Life. A word that has so many things to hide. A word that make us do all these struggle. And turning point is just one of life's phase, face it.

Home - MichaelBuble

Another summer day has come and gone away in Paris and Rome, but I wanna go home

Maybe surrounded by a million people I still feel all alone, I just wanna go home..I miss you, you know
And I've been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two, "I'm fine baby, how are you?"
Well, I would send them but I know that it's just not enough
My words were cold and flat and you deserve more than that
Another aeroplane, another sunny place, I'm lucky,I know.. but I wanna go home.. I've to go home..
Let me go home.. I'm just too far from where you are, I wanna come home..
And I feel just like I'm living someone else's life. It's like I just stepped outside when everything was going right. And I know just why you could not come along with me cause this was not your dream but you always believed in me
Another winter day has come and gone away in even Paris and Rome. And I wanna go home. Let me go home.. and I'm surrounded by a million people I still feel all alone ..let me go home, I miss you, you know..
Let me go home.. I've had my run. Baby, I'm done. I gotta go home. Let me go home. It will be alright, I'll be home tonight. I'm coming back home.



Accidentally listened to this song this afternoon, then it still played again and again in my mind till now. Yeah, I wanna go home, place where I can be myself, feeling safe and warm. My home, where my heart feel at ease. For now, home is where my parents are. They will always be there for me. I wish there will be a time I find my second home, the one who I can trust giving my half,heheh
Well,wherever you are, I believe there is home that you miss a lot. And I think this post is a melancholic night post.
Good night..

Rainy Days

(....)


Sudah bulan Juli, biasanya sudah masuk musim kemarau. Tapi sampai sekarang, Surabaya masih diguyur hujan. Hujan. Selalu ada kenangan di tiap titiknya (wuzz...) Entahlah, sepertinya banyak ingatan-ingatan flashback mengenai hujan yang terlintas setiap kehujan. Hanya ingatan, bukan merindukan. 


Bukan, saya bukan mau curcol atau apa. Ini hanya tulisan random. Tentang saya yang terbius hujan. Tentang penundaan-penundaan kewajiban. Tentang saya yang malas bangkit dari tempat tidur. Hmm, hujan begini paling pas ditemani cokelat panas dan film. Bukannya revisi yang menanti untuk diisi.

Love,

(....)

Can't Take My Eyes Off You (lyric)

Okay, this is a very random post at midnight. I just happen to write this song after I listened to this and I thought this song is very sweet and romantic. Anyway, I listen this song in Muse version. FYI, I will write the lyric only and there's no 'background' story/opinion about this song..


You're just too good to be true, can't take my eyes off you
You feel like heaven to touch, I wanna hold you so much
At long last love has arrived and I thank God I'm alive
You're just too good to be true, can't take my eyes off you

Pardon the way that I stare, there's nothing else to compare
The sight of you makes me weak, there are no words left to speak
But if you feel like I feel, please let me know that it's real
You're just too good to be true, can't take my eyes off you

I love you baby and if it's quite alright 
I need you baby to warm the lonely nights
I love you baby, trust in me when I say..
Oh pretty baby, don't bring me down I pray
Oh pretty baby, now that I have found you, stay
And let me love you baby, let me love you..

...
XOXO

MUSE - Knights of Cydonia (Renungan dalam Lagu)

Come ride with me through the veins of history
I'll show you a God who falls asleep from the job
How can we win when fools can be king?
Don't waste your time or time will waste you
No one 's gonna take me alive,time has come to make things right
You and I must fight for our rights
You and I must fight to survive

Lirik lagu yang pendek tapi mengena menurut saya. Bukan saya setuju dengan 'menghina' Tuhan 'ketiduran melakukan pekerjaan' dan membiarkan dunia ini porak poranda. I believe God never sleep. Dia Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Tapi manusia sebagai 'wakil' Tuhan di dunialah yang 'merusak' dunia ini. Pertanyaannya, jadi kenapa Tuhan membiarkan kerusakan-kerusakan terjadi?if He really can do anything, why does He just let this happen? Well,menurut saya ini hukum proses, Tuhan ingin melihat manusia melakukan apapun keinginannya dan nantinya akan dipertanggungjawabkan di fase kehidupan selanjutnya. Bukankah Tuhan memang sudah 'menyerahkan' urusan dunia pada manusia? Hmmm, okay, ini menurut pendapat saya yang awam ini lho yaa..
Nah, back to the song. Saya setuju bahwa pemimpin adalah hal yang mutlak perlu untuk sebuah kelompok. Pemimpin yang akan menentukan berhasil-tidaknya kelompok itu mencapai tujuan bersama-sama. Memang bukan hanya pemimpin saja faktor penentu keberhasilan, tapi kalau pemimpinnya saja ga bener, bagaimana bisa kelompok itu menjadi bener? Jadi ingat akhir-akhir ini semakin banyak orang yang berlomba-lomba menjadi pemimpin. Berjanji ini-itu, bersumpah dengan berbagai cara. Hei, Anda pikir jadi pemimpin itu mudah? Ingat tanggung jawabnya tidak hanya di dunia tapi sampai di akhirat nanti.
Nah, kita sebagai 'rakyat jelata' harus berjuang untuk hak-hak kita. Pilih pemimpin yang memang pantas menjadi pemimpin, karena pemimpin itu juga yang akan memegang 'hidup-mati' kita, memimpin kita ke jalan yang benar. Ini tidak hanya berlaku untuk pemimpin kelompok seperti presiden, kepala desa dan semacamnya, tapi juga imam rumah tangga *ehm*. Hati-hati dalam memilih, untuk melindungi hak kita, bahkan 'hidup' kita.
Oke, ini saja sepertinya tulisan random saya kali ini. Maaf kalau banyak typo, karena sekarang saya sedang di dalam kendaraan dan bosan tidak melakukan apa-apa.
Lastly, this is a great weekend, saya menghabiskan weekend ini dengan banyak teman-teman seperjuangan saya yang mungkin tidak bisa terulang lagi di masa depan karena kesibukan yang akan membelenggu kita. Walaupun selama ikut liburan ini saya sakit, sih, but I had a great moment with them. :D
Best regards,
xoxo

Renungan dalam Lagu [Westlife - Mandy]

I remember all my life, raining down as cold as ice.. shadows of a man, a face through a window, crying in the night, the night goes into morning, just another day.. happy people pass my way.. looking in their eyes, I see a memory, I never realized how happy you made me..
Oh Mandy, when you came and you gave without taking but I sent you away, oh Mandy..
And you kissed me and stopped me from shaking..
And I need you today, oh Mandy..
I'm standing on the edge of time,I walked away when love was mine..caught up in a world of uphill climbing, the tears are on my mind and nothing is rhyming..
Oh Mandy, when you came and you gave without taking but I sent you away, oh Mandy..
And you kissed me and stopped me from shaking..
And I need you today, oh Mandy..
Yesterday is a dream, now I face the morning
Crying on the breeze, the pain is calling
Oh Mandy..
Won't you listen to what I've got to say?
Oh Mandy, don't you let me to throw it all away
Oh Mandy won't you listen to what I've got to say?
And I need you today oh Mandy...
I suddenly writing a song lyric again.. I listened to this song, then I remembered about a K-drama I just watched lately, titled Nice Guy. I won't talk about drama review, but the essential of the story that really describes this Westlife's song..
That once in your life you'll meet a great chance, something really precious to you, but you don't think it's worth enough. You'll just pass away that chance, let go that precious thing, and one day, you'll regret it. Then, maybe you'll think, if only you could turn back time..
Well, that's life. It doesn't give you a second chance. There is NO second chance, but a new beginning to not redo your mistakes. Be thankful for what you have today. Don't be too greedy, to get what's better or think there's something better out there. There's nothing perfect, there will always a better thing if you think there is. Be thankful, hold on your precious things tightly, don't ever let them go or you'll regret later.
Good night
Xoxo

Creating Double Eyelid without Surgery

Double eyelid ini bahasa Indonesianya apa ya? Lipatan mata? Kelopak mata? Hmmm, pokoknya itu lhoo yang melipat di atas mata. Pernah dengar operasi kelopak mata atau kalau bahasa inggrisnya *ehm,sok english* double eyelid surgery adalah salah satu operasi plastik paling populer di Korea Selatan. Saya pernah membaca alasannya, sih, supaya terlihat lebih 'barat'. IMHO, bukan supaya tampak lebih 'barat', cuma yaa emang banyak perempuan menganggap mata memiliki double eyelid itu lebih bagus. Saya sendiri menganggap demikian *sigh*. Sebagai orang Asia, mungkin sering kita melihat orang-orang di sekitar kita (atau bahkan kita sendiri) yang tidak punya lipatan mata. Banyak juga yang mungkin merasa mata kanan dan kiri berbeda bentuk/ukuran (yang sebenarnya adalah hal normal). Bagi wanita, mungkin juga sering kalo sedang ada acara terus didandanin dipakein semacam selotip mata yang agak setengah lingkaran. That's all for beauty though, to look different. Bukan tidak bersyukur, tapi ya bagusnya sih mata terlihat sama kanan-kiri, ada lipatan matanya, jadi mata terlihat lebih besar. 

photo source: http://www.8west.ca/double-eyelid/double-eyelid-before-after-photos-patient-1/

photo source: http://sweetcheeks320.blogspot.com/2012/10/double-eyelid-tape-review.html
So, saya ingin curhat sebentar. Actually, I suffer from one eyelid being a monolid. Means, satu mata punya lipatan mata, sedangkan satu lagi lipatan matanya 'muncul-tenggelam', hehehe. Sebenarnya nggak masalah sih, hanya saja kadang-kadang saya ingin punya mata yang 'sama'. So, I looked for solutions. There should be a solution beside eye surgery. Saya pernah coba selotip mata yang agak setengah lingkaran itu, yang biasa dipakai kalau didandanin buat kondangan. Pakai selotip yang seperti itu saya rasa tampak tidak alami, karena selotipnya terlihat dan rasanya nggak nyaman, karena ukurannya yang cukup besar.
eye tape yang seperti ini, tapi yang bening
Setelah lama saya tidak memikirkan lagi tentang masalah one-monolid-eye ini, suatu hari saya menemukan semacam eyetape tapi berbentuk fiber. Semacam benang, tidak berwarna dan tipiiis sekali. Nama produknya A-B Mezical Fiber (seingat saya). Isi satu pak 60 tapes, yang berarti untuk satu mata bisa dipakai 60 kali. Produk ini buatan Jepang saya rasa, jadi untuk membelinya sedikit susah, harus pre order ke toko online atau cari toko online yang ready stock, dan harganya cukup mahal. Jadi saya pakai tape ini untuk special occassion aja, sayang soalnya. Hehehe...
AB Mezical Fiber ini favorit saya. Dia nyaman dipakai, natural, tahan lama karena saya rasa dia waterproof. Hanya saja untuk memakainya agak susah karena harus oakai gunting-menggunting, disesuaikan dengan ukuran double eyelid yang diinginkan. Tapi practice makes perfect, kok. So, I personally love this product.

Lalu baru-baru ini saya mencoba eye glue atau lem mata. Lem mata ini juga berfungsi untuk membuat lipatan mata dengan cara mengoleskannya di kelopak mata kemudian lipatan mata dibentuk. Pada dasarnya, lem ini akan 'menahan' lipatan mata yang kita buat di kelopak mata dengan cara 'menusuk' mata dengan suatu 'garpu'. Ah, begitu banyak tanda petik yang saya buat karena saya bingung menjelaskannya, hehehee...

Nah, eye glue yang saya coba adalah produk Jepang (lagi), namanya Koji Eyetalk in pink tube. Banyak review sih si Koji ini bagus, tahan lama, nyaman. Tapi, hmm, menurut saya sih lebih enak pakai AB Mezical Fiber. Dua produk ini memang berbeda jenis dan mungkin suka atau tidak adalah preferensi masing-masing orang. Saya rasa Koji eyetalk ini cepat hilang 'keampuhannya'. Cuma kalau untuk hemat atau tidak, sepertinya lebih hemat si Koji eyetalk ini deh, mempertimbangkan berapa kali dia bisa dipakai daripada eye tape AB. Singkat kata, Koji ini worth a try sih, kalau kamu suka bentuk eyeglue. Hehehe..

Hati yang Kuat

Saat diri ini mantap Dengan hati yang kuat Untuk meninggalkan aku yang dulu Lekas pegang erat keinginan itu Ingat, niat baik sanga...