Skip to main content

Posts

Showing posts with the label life

Penyempurna

Terimalah, lalu lepaskanlah. Jangan berhenti di koma Atau hidup tidak akan sempurna
Menghirup udara lalu menghembuskannya. Menerima rizki lalu membaginya ke sekitar kita. Mendapat kesedihan, lalu akan ada kebahagiaan.
Hingga akhir nanti.
Kita telah menerima kehidupan. Namun kematian adalah penyempurnanya.

"Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami-lah kalian akan dikembalikan" (al Anbiya': 35)

To Become an Adult

Questioning. Complaining. Unbelieving.
Worries. Scared. Insecure.
"What am I doing?" "I'm waiting," a little voice whispered. "Waiting for what?" "Umm, I don't know. I'll know when I get it. What I know now, is that I'm waiting. I will wait. Until forever." the voice whispered again. "Maybe that isn't for you, little girl,"

Hesitance. Regret.

No. Have no regret. It's worth my time. My whole time. To wait. To believe. There will be answer. I have new words. Better ones.

Patience. Optimism. Believe. Trust. Thankful.

Faith.

Mistake...

... is when you feel afraid of trying more.
... is when you hesitate to do something.
... is what you think you have done to others.
... is what make you feel lost.
... is why you stop believing on yourself.
... is why you get hate from others.



... is the process of your improvement.
... is the reason you live as human.


== Hana ==

My Kind of True Love

Who are you calling 'Your Half'? Is he someone you love? Is he someone you need? Does he mean so much for your life? Why?

I've read somewhere about true love. It's not someone who you love endlessly, forever. Because love fades. It's not someone who you adore by his looks, attitude or anything. Because people changes. True love is when you have someone and you can't stop caring about him. Forever. Your silence, his silence, it doesn't mean you stop caring. Until you both growing old, you just need him to be there. Just the presence is enough.

And I saw that kind of True Love. Not telling 'I love you', but I know the unspoken words that 'I care about you'. The woman is very straight forward, the man is the romantic one. The woman is the 'stay cool' type, and the man is more to 'tender' one. I saw the big gap of character between them, but still, they last until forever.

And one of them is sick now. I know how heartbreaking it …

Kalau Bukan Untukku, Untuk Siapa Lagi?

Dear readers, Buat kamu yang sedang jenuh
Buat kamu yang sedang lelah
Buat kamu yang rindu keluarga di rumah
Buat kamu yang mempertanyakan apa yang kamu lakukan sekarang Sering aku liat di shared photo timeline teman, atau status medsos mereka, atau sekedar link di Facebook, tentang 'cemoohan' buat pemuda-pemuda yang terikat jam kantor, terjebak kemacetan (khususnya Jakarta), usia muda dihabiskan untuk berangkat pagi-pulang malam. Atau 'sindiran' nikmatnya jadi bos di usaha sendiri daripada jadi cunguk di perusahaan gede. Well, terserah sih seseorang mau share apa di medsos-nya. Mungkin kalo positive thinking, anggap aja dia bersyukur hidupnya ga terikat jam kantor, bisa ketemu keluarga kapan pun dia mau, atau bahkan punya bisnis sendiri. Tapi anggaplah aku hari ini lagi bete atau badmood, I can't see the point of your INTIMIDATING quotes. That's hurt, you know? Kalau bisa memilih, siapa yang ga mau milih stay di rumah sendiri? Siapa yang ga mau milih kerja s…

Di Sini, yang di Luar Ekspektasi

Jakarta.
Sebuah kota yang semua orang Indonesia pasti mengenalnya. Setidaknya, pasti pernah mendengar namanya di tv, radio atau minimal dari perbincangan orang lain. Simply, karena dia adalah ibukota negara kita. Dan banyak sekali pemberitaan yang menyangkut kota Jakarta, entah itu sepenting berita politik, kriminal, atau budaya, maupun berita tidak penting semacam gosip selebriti, hiburan, konser dan lain-lain.
Saya tidak pernah membayangkan akan pernah mencicip tinggal di kota ini. Saya tidak bercita-cita tinggi, menjadi presiden misalnya, yang sudah pasti akan bertempat tinggal di Jakarta. Yang saya bayangkan adalah tinggal di kota semacam Surabaya, yang hangat, nyaman dan penuh keramahan. Tapi Tuhan berkehendak lain: saya harus ke Jakarta.
Sejak saya kuliah, saya terbiasa ada di lingkungan yang 'ramah', dimana hampir semua (kalau tidak bisa dibilang semua) teman-teman saya berasal dari keluarga biasa saja, yang aware terhadap kewajiban beragama (seperti sholat 5 waktu, mis…

'Essentials to Start the Beautiful You' Series - Part 3

Di part ketiga ini, kita akan bahas bareng-bareng hal yang paliiiing penting buat kita-kita tampil cantik. Bahkan di semua kontes kecantikan, para artes, duta-duta kecantikan dan lain-lain selalu ucapin ini kalau diminta untuk ngungkapin rahasia kecantikan mereka: CONFIDENCE
Kurang penting apa coba itu udah saya bold, caps lock, highlight, garis bawah :p  Yap, confidence atau percaya diri, bisa membuat para wanita tampak lebih bersinar, aura memancar, dan menarik. Okay, saya sendiri ga bilang hal ini mudah. Tampil percaya diri itu susah. Banget. Semisal kita ada di suatu pesta, tamu-tamu lainnya tampil maksimal dengan pakaian indah, sepatu keren, dandanan sempurna. Dan kita dekil, salah kostum, awut-awutan.. Gimana caranya untuk percaya diri? Oke, ada orang yang cuek bebek aja, dan saya akui orang seperti itu hebat sekali!
Jadi saya bisa bilang, percaya diri ini butuh latihan. Saya juga masih belajar untuk lebih percaya diri. Bilang ke diri sendiri, that we are one of a kind in this …

Repost: Ayah

Sejujurnya, tulisan ini pernah saya post di note facebook duluuu banget jaman SMA. Entah kenapa, tadi saya scrolling timeline facebook saya, buka-buka note lama, judul ini tertangkap mata saya dan saya ingin post di blog juga. Mungkin banyak diantara kalian yang pernah baca dan sebenernya tulisan ini juga bukan orisinil tulisan saya. Saya sendiri copas punya orang kok. Silahkan bagi Anda yang ingin copas juga, semoga bermanfaat :)
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa yang lagi bekerja diperantauan, ato yang lagi ikut suaminya merantau di luar kota even di luar negeri,ato juga yang lagi sekolah/ kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen banget sama IBUnya. 

kenapa gak sama Ayah?? 

Mungkin,, karena Ibu yang lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, 
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu? 

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita, membacakan dongeng un…

Turning Point

Surely, we should have a turning point in life. Once you have your best day in life, next you will have the worst day ever. You may feel extremely happy some times, but sooner or later you'll be at your lowest point. Yeah, there's no such immortal things. We must prepare for the worst time while, at the same time, hope for the best.
One day you hate somethings, the next day you love them. One day you get mad of things, the other day you feel like dying without it. Nobody knows when will they have the turning point. Just to prepare for it, because that is one of God's secret, imo.
Life. A word that has so many things to hide. A word that make us do all these struggle. And turning point is just one of life's phase, face it.

Mother Day

Wahh,sudah lama sekali tampaknya saya tidak muncul di dunia blogger. Akhir-akhir ini, selain tidak ada topik menulis, saya juga lagi suka menceritakan pikiran saya melalui gambar. Kalau mau lihat,bisa follow di Instagram saya #promosi hehehe..
By the way, hari ini 22 Desember 2012, bertepatan dengan hari ibu. Wahh, jadi kangeen sama ibu. Hari ibu, menurut saya mungkin lebih memperingatkan kita bahwa ibu kita telah berjuang keras untuk membuat kita 'ada'. Tidak hanya ibu, sebenarnya, ayah juga. Tanpa mereka, kita tidak mungkin bisa menjadi seperti sekarang. Bahkan, kita tidak akan ada tanpa keberadaan mereka. 
Kebetulan, beberapa hari yang lalu kakak ipar saya melahirkan anak pertama. Mendengar ceritanya saat menjelang proses melahirkan, kebayang banget perjuangannya menahan sakit sebelum bayi lahir. Hmm, kita masih 'mau ada' saja udah menyakiti ibu yaa.. Masa' sekarang udah besar masih mau menyakiti lagi?
Nah, ingat-ingat deh, sudah berapa kali dalam hidup kita me…

Time is Running Out

Weekend ini menyenangkan sekali..Selain karena long weekend, dimana semuanya libur dan begitu pula bagi saya yang notabene sudah tidak punya rutinitas yang terlalu mengikat, juga karena orang tua saya yang menghabiskan long weekend ini di Surabaya. Artinya, saya bisa ndempel selama beberapa hari. Hehe..
Tadinya ada rencana untuk menghabiskqn long weekend ini ke Semarang, tapi karena suatu hal, rencana batal. Kalau saya sih ya seneng-seneng aja walaupun beberapa hati kemaren cukup excited membayangkan perjalanan ke luar kota yang udah jarang-jarang kami lakukan.  Tapi intinya, dimanapun bareng keluarga, saya senang sekali. Terlebih lagi, sepupu-sepupu juga liburan di sini. Ramee deh..
Kalau dihitung mulai rabu, 4 hari 4 malam cukup lama mengingat biasanya bisa kumpul rame-rame lama selain lebaran ya paling 2-3 hari saja. Tapi waktu yang cukup lama itu, dirasakannya sebentar sekali. Tahu-tahu saja besok sudah hari minggu, pagi-pagi ortu udah harus pulang.. nih, mulai deh mellow lagi..
T…

Rumah dan 'Rumah'

Masih melekat dalam ingatan, saat dulu aku belajar kata-kata Bahasa Inggris dengan Bu Guru, aku pernah bertanya, "Apa bedanya home dan house, Bu?". Saat itu bu guru tersenyum dan menjawab sekenanya, "Kalau house itu bangunan rumahnya, sedangkan kalau home itu rumah dimana ada keluargamu." Aku sempat bingung saat itu. Otak kecilku belum bisa membedakan antara rumah dan 'rumah'. Bukankah keluarga ya ada di bangunan rumah? Ah, aku jadi bingung menjelaskannya..
Tapi kini aku mengerti, perbedaan kata home dan house. Kau mungkin mempunyai banyak rumah di dunia ini. Kini pun aku memiliki lebih dari satu rumah untuk kutinggali, yaitu di Jember, dimana aku belajar dan beranjak dewasa, dan di Surabaya dimana aku merantau dan belajar dewasa. 
Keduanya rumah bagiku, dimana ada keluarga yang selalu menantikan kehadiranku di tengah-tengah mereka. Tapi hanya satu 'rumah' bagiku. Tempat dimana hatiku ingin pulang, sembunyi dalam sangkar yang aman. Dimana pun itu, …

Rejeki Sudah Diatur

Hari ini saya mendapat kejutan. Walaupun sudah pernah membicarakan hal ini dengan teman-teman ‘sepermainan’ saya, tetap saja begitu kejadian ya kaget juga. Kami sudah tahu dari awal cepat atau lambat hal ini akan terjadi, tapi terkejut juga begitu kejadian.
Kebetulan, tugas kuliah KWU untuk membuat bisnis semester kemarin masih jalan sampai sekarang. Waktu itu sempet ngobrol sama salah satu temen, tentang contek-contekan barang. Sempet khawatir dan lain sebagainya. Sampai akhirnya kami mendapat kesimpulan, ‘Ya udah deh, kalo dicontek biar aja. Toh, rejeki sudah ada yang ngatur. Makanya itu, kita musti bikin inovasi terus’. Dan tenanglah kami setelah meyakini kesimpulan tersebut.
Tapi begitu kejadian beneran hari ini, yaa saya akui kaget juga sih. Sempet mikir, ‘Kok gitu sih?’ Tapi setelah ngobrol-ngobrol, yaa udahlah. Inget, ide yang mendasari kami juga berasal dari orang lain. Rejeki udah ada yang ngatur. Positifnya, bisa ‘memberdayakan’ orang lain.
Tenang deh. Dan bener, begitu kita me…

KANGEN

Memang kadang hidup ini penuh keanehan. Saat kita selalu menghadapi sesuatu secara terus-menerus, kita akan merasa itu biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Bahkan kita ingin segera mengakhirinya dan terbebas dari sesuatu itu. Tapi di saat sesuatu tersebut sudah hilang, kita akan merindukan saat-saat kita berkutat dengannya.
Hmm, memang membingungkan terkadang. Dulu dari awal saya kuliah, saya selalu menikmati saat-saat seperti ini. Saat-saat dimana saya terbebas dari tugas, ujian, kuis atau apapun yang berkaitan dengan kuliah. Di saat-saat kosong seperti ini saya selalu bisa bersantai, tidur seharian, atau jalan-jalan dengan teman-teman. Tapi begitu mendekati ujian, biasanya seminggu sebelum ujian, saya akan ke kos teman, belajar bareng, lalu saya ketiduran di sana, tiba-tiba sudah mau malam.. Ah, rindunyaaa.... 
Sekarang, semuanya telah berlalu. Hari ini adalah menjelang libur semester dan semester depan hanya ada mata kuliah penutup masa-masa kuliah saya. Diam-diam di kamar, sen…

Lama Tidak Menulis - Sedikit Renungan

Hai semuanyaa...
Lama sekali saya tidak menulis di blog.. Entah mengapa, semangat menulis saya kendor akkhir-akhir ini. Terkadang dapat ide mau menulis tentang sesuatu, tapi karena ditunda-tunda, jadi kelupaan deh mau nulis tentang apa.

Akhir-akhir ini, tugas yang menggunung telah menyita waktu dan tenaga saya [agak lebay]. Setiap pulang kuliah, ngerjain ini-itu terus tidur, bangun malam buat ngerjain tugas kuliah yang deadline-nya paling mepet, terus tidur lagi. Begitu setiap hari. Kalaupun sedang malas mengerjakan tugas apapun, laptop tidak akan saya sentuh. Saya lebih memilih malas-malasan di kasur, baca-baca novel, dan kegiatan tidak produktif lainnya.

Tapi sungguh, di semester ini saya sedikit banyak mulai memahami arti 'keseimbangan', tidak kurang dan tidak lebih. Ketika saya merasa lelaaahh, saya merebahkan tubuh saya, rasanya subhanallah, tidak bisa diungkapkan nikmatnya. Tidur-tiduran terasa sangat nyaman. Walaupun biasanya pun rasanya nyaman, namun tidak senyaman tid…

New Year Again = UAS di Depan Mata

Wah, gak kerasa tiba-tiba tahun sudah berubah lagi. Benar-benar waktu berlari begitu cepat..Hmmm..Apa ada perubahan dari tahun-tahun sebelumnya? Apa ada rencana perubahan untuk tahun ini?
Kalau saya pikir-pikir lagi, sepertinya tidak ada perubahan apapun dari diri saya [poor me].. Memang saya adalah tipe orang yang tidak pernah mematok target A B C, bikin plan A sampe Z, membuat resolusi harus begini harus begitu.. Saya terbiasa mengalir begitu saja, mengikuti mood saya mengajak saya kemana. Yeah, mungkin dari sini terlihat sekali saya orang yang belum mempunyai pendirian, eh?
Tapi prinsip saya, saya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Yah, intinya saya juga mau dong menjadi manusia yang lebih baik lagi, walaupun kalau diminta menjelaskan 'lebih baik lagi' yang bagaimana saya juga tidak bisa menjelaskan. Intinya, saya akan terus memandang ke depan, belajar dari kesalahan-kesalahan yang lalu dan berusaha memperbaiki yang bisa diperbaiki, tidak mengulangi yang tidak bisa …

Membaca dan Menulis Sejak Kecil

Hari ini, saya sudah mati gaya berlibur di kampung halaman saya. Karena kemarin saya pikir akan sebentar saja di sini, saya tidak membawa properti liburan saya, ssemacam buku bacaan, dvd, dan sejenisnya. Akhirnya, saya meminjam buku bacaan milik adik saya.
Namanya anak SD, buku bacaannya ya buku bacaan anak-anak, yang masuk kategori Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK). Novelnya tipis saja, dengan cover yang imut-imut. Sehari ini saja saya sudah selesai dua buku. Ceritanya cukup menarik, sih, dengan bahasa yang khas anak-anak, membuat saya tersenyum sendiri bukan karena ceritanya yang lucu tapi isi khayalannya yang super dan penggambarannya yang polos sekali.
IMHO, sudah hebat banget anak kecil umur 10 tahun (bahkan kurang), bisa menulis novel, walaupun tidak terlalu tebal. At least, mereka sudah pintar menuangkan pikirannya melalui tulisan. Padahal kita yang sudah besar saja, terkadang sulit sekali menulis dan merangkai kata-kata menjadi satu kalimat sederhana saja.
Saya ingat, dulu zaman …

Dedicated for My Best Friend

Dear, Sahabatku..

Kamu mungkin tidak membaca tulisanku ini. Mungkin kamu sibuk, mungkin kamu tidak mempunyai cukup waktu untuk hal sesimpel ini. Sungguh, aku mengerti kesibukanmu di tengah riuhnya hidup ini.

Di tengah semua masalah yang kau hadapi, aku tahu semua perkataanku padamu tidak semudah kedengarannya. Sungguh aku tahu beratnya beban yang kamu tanggung, Kawan. Jika aku adalah kamu, mungkin aku tidak akan sekuat kamu. Aku yang masih suka bersenang-senang, tidak peduli ada orang lain yang sedang bersedih. Aku yang masih tidak berpikir sulitnya mendapatkan uang untuk sekedar makan. Ya, Sahabatku, aku tahu aku tidak akan sanggup menanggung beban yang sanggup kau tanggung hampir seumur hidupmu. Tapi itulah kuasa Tuhan. Dia tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi kemampuan hamba-Nya. Itu artinya, kamu adalah orang yang kuat, Kawan. Janganlah kamu berkata, "aku gak kuat hidup seperti ini". Karena Tuhan tahu kamu sanggup

Sungguh, aku sangat ingin ada di sana. Men…

UTS yang Kelam

Finally, saya kembali ngeblog.. Setelah 2 minggu kemarin terkungkung oleh penjara UTS yang memusingkan.. Sebenarnya, lagi-lagi, karena nggak nyicil belajar dari awal. Baru deh H- 1 minggu sebelum ujian heboh cari bahan slide, copy catetan temen, ngrangkum kitab pegangan dan slide seadanya. Kacau deh..

Dan hal ini terjadi setiap akan ujian, UTS maupun UAS. Mungkin dulu, ketika masih semester awal-awal sistem kebut seminggu masih manjur lah.. Yah, at least, masih bisa ditolerir karena materi tidak terlalu banyak. Tapi ternyata, sekarang sistem itu sudah out of date. Tapiii.. Biasanya paradigma seperti ini selalu saya ambil ketika akan, sedang, dan setelah musim ujian berlangsung. Pada masa-masa itu, tekad kuat membara untuk saya belajar lebih rajin di waktu kuliah. Namun entah kenapa, biasanya di minggu ketiga kuliah pasca UTS atau pasca liburan semester, tekad itu lenyap sudah. Yeah, I know me so well.
Mungkin sudah waktunya, makin tua saya untuk makin konsisten dengan tekad awal saya.…