Showing posts with label Skincare Tips. Show all posts
Showing posts with label Skincare Tips. Show all posts

[REVIEW] Detoxify Skin using Sukin Super Greens!

Good day everyone!
Lagi-lagi udah menjelang weekend yah.. Seminggu terasa cepet banget diisi hari-hari yang sibuk pagi sampai malam, ya? Dan kali ini, aku pengen share tentang produk yang baru aku coba dari Sukin Organics.

Kalau kamu udah baca postku sebelumnya, pasti tahu kalau aku lagi suka sama detoks dan bahan-bahan yang alami ataupun organik. Oleh karena itu juga, aku tergiur banget waktu di Instagram nemu IG account benscrub dimana banyaaaak banget produk perawatan kecantikan yang alami dan organik.

Sukin Organics sendiri adalah produk Australia yang dikenal dengan kandungan natural dan harganya yang terjangkau. Tapi yang paling bikin aku pengen coba kemarin adalah line produknya yang Sukin Super Greens dengan komposisi utama kale, chlorella dan spirullina, dimana ketiga bahan ini dikenal dengan khasiatnya yang sangat bagus untuk kesehatan.

Kale adalah sayuran yang memiliki nutrisi sangat tinggi dan ampuh untuk detoksifikasi tubuh sehingga dia dipercaya bisa mencegah kanker. Nah, selain untuk dimakan, kale juga bagus untuk dijadikan perawatan kulit dari luar. Aku sih percaya, apapun yang bagus buat kita makan, bagus juga buat kulit, tapi yang organik yaa..

Bahan berikutnya, adalah chlorella. Chlorella adalah sejenis alga di air tawar yang dipercaya bisa membantu menurunkan berat badan, bahkan mengeluarkan toksin seperti timbal berat yang ada di dalam tubuh.Banyak banget deh manfaatnya. 

Lalu bahan utama yang ketiga adalah spirullina. Pasti udah pada tahu kan kalo spirullina adalah bahan yang sangat kaya akan manfaat untuk kesehatan. Selain sehat untuk dikonsumsi, mengaplikasikan spirullina pada kulit diyakini bisa mencegah penuaan dini, juga meningkatkan kemampuan kulit meregenerasi dirinya sendiri.

Hebat banget ya! Ketiga 'super-foods' di atas dijadikan Sukin sebagai bahan utama di seri Super Greens nya. Dan yang lebih asik lagi, Sukin menyediakan Starter Kit untuk seri ini, dimana harganya bisa jauuuh lebih murah dibanding beli satu-satu.

Paket pengiriman dari Benscrub bagus banget, plus ada complimentary voucher yang bisa dipakai untuk next purchase

Di paket ini sudah terdiri moisturiser, facial scrub dan serum. Benar-benar paket lengkap untuk merawat kulit, tinggal tambah beli maskernya aja kalau mau. Ukurannya pun normal, bukan mini size seperti starter kit yang pernah aku temukan.

1. Facial Recovery Serum

Serum ini dikemas dalam botol pump terbuat dari kaca yang menjamin isinya aman ga tumpah-tumpah dan memudahkan kita untuk ngambil produknya tinggal pencet aja. Disertai tutup plastik yang melindungi pump dari kotoran. Ukurannya 30ml, aku rasa sama banyaknya dengan serum yang umumnya dijual. 

Di bagian depan botol ada claim 'Paraben Free', bahkan di bawahnya tertulis 'Skincare that doesn't cost the earth'. Eco-friendly banget kan? Plus di bagian belakang botol juga ada banyak claim 'No SLS, No SLES, No Synthetic Fragrances, No Animal Derivatives' dan banyak lagi, serta menjamin produk ini 100% vegan dan 100% carbon neutral. Menarik banget, bener-bener alami!

Aromanya sendiri lembut, ga harum ga nyengat, tapi ada semacam aroma herbal (?) tapi buatku lembut aja ga ganggu. Teksturnya tergolong cair dibanding serum-serum lain yang pernah aku coba, tapi cukup melembabkan banget saat diaplikasikan ke kulit.


Yang bikin aku sedikit kecewa adalah setelah 2 minggu dipakai, pump botol udah agak rusak. Entah karena pumpnya emang ringkih atau saking cairnya serum ini jadi dia gampang meleber.
Bocor, meleber keluar dari samping pump-nya :(

2. Nutrient Rich Facial Moisturiser

Sama dengan kemasam serumnya, moisturise seri Super Greens ini juga dikemas dalam wadah higienis dengan dilengkapi pump untuk mengeluarkan produknya. Bedanya, botol moisturise ini terbuat dari plastik. Claim di stickernya pun sama dengan serumnya, 100% vegan dan lain-lain.

Aromanya sedikit lebih lembut daripada serum. Untuk tekstur, kebalikan dari serum, moisturiser ini sangat sangat kental. Padahal isinya 125ml, jadi aku pikir moisturiser ini bakal ga habis-habis deh.

Saking kerasa kentalnya, aku masih ga pede pakai moisturiser ini untuk skincare pagi karena khawatir bakal bikin wajah lebih 'mengkilap' atau mudah berkeringat. Jadi, aku pakai moisturiser ini as night cream, jadi besok paginya kulit tetep lembab walaupun semalaman terpapar AC.

3. Detoxyfying Facial Scrub


Isi terakhir dari paket Starter Kit Sukin Super Greens ini adalah Facial Scrub.  Ukurannya terbilang kecil, hanya 50 ml. Dan tidak seperti moisturiser dan serum, facial scrub ini hanya claim 'Sulphate & Paraben Free', tapi buatku ga masalah karena aku rasa dia tetep organic dan eco-friendly.

Tekstur scrubnya lembut, jadi nyaman banget scrubbing tanpa takut perih. Aromanya ga jauh beda sama saudara-saudaranya dan yang aku suka adalah setelah dibilas, kulit terasa lembab.


Overall:
Aku udah pakai Sukin Organics Super Greens ini sekitar 2 minggu dengan urutan serum di pagi hari bareng skincare lainnya, moisturiser di malam hari sebagai night cream, scrub dipakai seminggu dua kali. Aku merasa produk ini cukup melembabkan kulit, tapi selebihnya I don't notice any different. Cuma ngerasa seneng aja produk yang aku pakai adalah produk organik dan aman buat lingkungan. Yah, walaupun aku masih pakai produk lainnya yang belum tentu eco-friendly nya sih hehehe..

Untuk harga mungkin cukup mahal ya. Aku beli di website Benscrub dengan harga diskon. Tapi kalau kita hitung dan bandingkan dengan beli satuan, bukan paket Starter Kit, harga ini jauh lebih murah, lho!

Kemasan? Overall oke, kecuali kemasan serumnya. Awalnya aku suka karena botol pump dari kaca, tapi begitu dia meluber keluar-keluar, aku jadi mikir kemasan serum itu tidak terlalu higienis. Karena saat dari dalam bisa keluar, artinya dari luar pun bisa masuk. Dan untuk dibawa kemana-kemana, aku rasa kemasan Sukin ini tidak terlalu oke sih. 

Score: 3/5 

Regards,
Hana

'Essentials to Start the Beautiful You' Series - Part 1

Disclaimer: Tulisan saya kali ini semacam speech yah, please bear the looong long sentences, kkk. Dan semua yang saya tulis ini opini saya sendiri yah, kalau ada saran, kritik, boleh share di comment bawah^^

Hallo everyone^^
Di umur saya yang udah 20-something wajar lah yaa kalau saya dan para teman sebaya yang mulai sadar untuk tampil 'beda', lebih aware sama pentingnya performance, jadi pengen mulai belajar dandan buat tampil menarik. Biasanya pertanyaan pertama yang muncul: 'Foundation/BB Cream apa sih ci yang bagus?' Atau 'Lipstik apa ci yang ga bikin kering, nyatu sama bibir?' Selalu selalu deh kosmetik dulu yang ditanyain.

Padahal kalau menurut saya pribadi, pertama kali yang harus diperhatikan kalau kita mulai aware tentang penampilan adalah skincare. Mengapa skincare?

Mari dipikirkan lagi. Mau sebagus apapun kosmetiknya, kalau dasar kulitnya ga sehat, bagaimana bisa riasan menjadi sempurna? Bisa sih disempurnakan, menjadikan make up sebagai topeng. Hmm, tapi maukah kita begitu? Kulit tidak dirawat, hanya ditutupin terus, lama kelamaan justru akan semakin rusak.

Nah, jadi kalau memang serius untuk tampil beda, ingin tampil lebih menarik, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah merawat diri dulu. Make up/kosmetik itu belakangan, dia hanyalah hiasan dari kecantikan yang udah kita semua miliki sebagai wanita *cieeeh

Merawat diri itu gampang gampang susah sih. Yang harus diperhatikan adalah komitmen dan kesabaran. Kita harus benar-benar komitmen untuk konsisten selalu merawat diri kita. Ga harus ke pusat perawatan kecantikan, klinik, atau dokter kulit. Ga harus mahal. Bisa kita lakukan dengan perawatan alami murah meriah, seperti yang pernah saya bahas juga di sini misalnya, atau googling aja banyaaaak banget kok cara perawatan tubuh dan wajah yang murah meriah, aman, dan alami, dan ga mungkin saya tulis di sini satu per satu.

Oke, sekarang lanjut ke langkah paling dasar untuk merawat diri kita. Mungkin ada yang pernah baca tentang ini di post saya duluuuu sekali, tapi gapapa lah yaa saya ulangi lagii ;)

Pertama, jaga kebersihan. Yahh, mandi dua kali sehari paling nggak, hahaha. Itu udah dasar banget lah yaa, dari kecil juga udah diajarin sama ortu buat mandi pagi dan sore. Scrubbing mungkin seminggu sekali, buat angkat sel kulit mati atau kotoran yang tersisa dari sabun di badan.
Buat wajah juga sama. Harus cuci muka minimal 2 kali sehari. Kalau kamu suka keluar rumah, apalagi juga pakai make up, bersihinnya harus ekstra. Kalau saya sih, selain dua kali sehari yang wajib itu, setiap habis keluar rumah saya selalu bersihin muka, minimal pake sabun cuci muka kalau ga make up an. Kalau make up an ya pake cleansing oil atau cleansing milk, sabun muka, dan toner. Itu yang wajib yah..
Yang ga wajib ada lagi nih, yaitu scrubbing muka exfoliate pake peeling gel atau semacamnya. Itu untuk jaga kulit wajah terbebas dari kulit mati yang menumpuk, sisa-sisa kosmetik atau skincare yang tersembunyi. Ini wajib, untuk cegah jerawat. Tapi kalau lagi berjerawat, jangan scrubbing dulu yah, bisa malah iritasi^^

Kedua, lembabkan! Minum air yang cukup. Selain itu boleh ditambah pelembab dari luar, misalnya kalau kulit badan, rajin pakai body lotion tiap habis mandi (saya masih sering lupa ini). Sekarang banyak pilihannya buat lembabin badan, ada body lotion, body butter, body cream, body oil. Belum sabun mandi juga banyak kan yang kandungannya untuk melembabkan..
Untuk wajah, juga jangan lupa pakai pelembab. Karena kalau wajah kita kelembaban terjaga, insyAllah ga akan terlalu berminyak banget kulitnya, karena dia terhidrasi dengan baik juga. Kosmetik juga bisa menempel dengan lebih sempurna^^

Ketiga, protection! Udah pada tau kan kalo cahaya matahari sekarang itu sangat berbahaya untuk kulit? Padahal dulu waktu SD dapat pelajaran sinar matahari pagi bantu mengubah provitamin D menjadi vitamin D. Nah, sinar matahari siang-sore itu yang berbahaya. Bisa bikin kering, kulit terbakar, bahkan kena kanker! Ga mau kan? Jadi, kewajiban kita lah untuk melindunginya. Pakai sunblock di wajah dan badan secara merata. Jika perlu, ulangi pemakaiannya kalau sedang beraktivitas di luar ruangan dalam jangka waktu lama.

Kalau saya pribadi, walaupun sekarang banyaaak sekali bertebaran produk 3 in 1 semacam BB Cream, CC Cream yang mengandung kosmetik, tabir surya, sekaligus moisturiser dalam satu wadah, saya tidak pernah skip pelembab dan sunblock saya. Skincare dari kosmetik terdengar kurang 'benar' aja sih bagi saya, hehehe

Nah, karena ini judulnya essential, saya kira tiga itu saja cukup yah.. Pembersih, pelembab, dan perlindungan dari sinar matahari. Kalau masalah masker, serum-seruman dan lain-lain itu udah tambahan, istilahnya perawatan yang lebih intense, bukan dasar lagi yah. Pokoknya tiga hal di atas dilakukan secara rutin setiap hari, insyAllah kulit sehat bisa didapat, cantik jadi lebih maksimal^^
Sekalian, kalau udah bisa rutin begitu, kita belajar untuk menjaga jadwal, menjaga komitmen dan belajar sabar. Hehehe..

Sampai jumpa di part selanjutnya^^
Best Regards,
xoxo

My Favourite Moisturising Routine

Assalamualaikum...
Haihaiii^^ Setelah sebelumnya saya menulis tentang Face Cleanser Favourite saya, kali ini saya ingin membahas rangkaian produk pelembab favorit saya.. Mengapa pelembab? Mengapa bukan sunblock, bedak, atau lainnya?

Bagi saya, hal yang paling penting untuk kulit saya adalah pembersih dan pelembab. Dan alhamdulillah saya sudah bertemu dengan produk yang sangaaat saya suka untuk dua hal tersebut. Sunblock/sunscreen juga penting banget sih, tapi saya belum punya produk favorit. Hmmm, sementara ini masih suka switch dari satu produk ke produk lainnya, ganti-ganti dan coba-coba produk lain saat kehabisan. Mungkin nanti kapan-kapan saya menemukan yang cucok dan bikin saya ga bisa ganti, baru akan saya bahas di sini^^

Oke, let's start...

Sudah buanyaaaak banget beauty blogger yang bahas produk ini di blognya, tapi ga apa kan saya juga review versi saya sendiri? Saya suka suka suka banget sama rangkaian produk Hada Labo. Awalnya dulu waktu dia belum masuk ke Indonesia, pernah ngincipin punya temen yang beli kemasan share in bottle gituu. Dan iya, dulu emang terasa kenyal gitu kulit wajah saya setelah pakai, tapi mungkin karena cuma coba sekali-dua kali aja, saya jadi ga tertarik buat beli sendiri. Mana mehong gilak kan kalo beli yang dari Jepang ituu... Menurut saya waktu itu, untuk pelembab aja ga perlu lah yaa beli sampe mahal-mahal dan impor segala..

Sampe suatu hari ada kabar gembira Hadalabo masuk ke Indonesia. Dan di Surabaya waktu itu baru ada di beberapa tempat. Temen saya excited banget, bela-belain ke tempat (dimana saya lupa, apa JMP yah?) yang kabarnya Hadalabo lengkap baru ada di sana aja. Dan saya juga lupa dia beli apa aja waktu itu, saya belum tertarik untuk cobain.

Sampai akhirnya pelembab saya habis (waktu itu ganti-ganti antara Olay white radiance sama Clean n Clear moisturiser), saya coba beli Hadalabo lotion. Saya beli seri Gokujyun for dry to normal skin. Awalnya biasa aja sih, emang suka sama acara tepuk-tepuk muka dan lotionnya terserap dan efek 'mochi-mochi' terjadi (walaupun ga heboh kayak iklannya). Lama-lama saya ngerasain kulit saya pakai lotion itu cocoook banget, jadi luembab ga bikin oily, bersih, lembut, halus (uwooo, amazing banget yak :3) pokoknya suka!

Ini lohh iklannya, efek mochi-mochi yang bikin kulit kenyal sampe kayak jelly
 itu ga terjadi segitunya sih kalo di saya ._. 

Lalu, bagaimana tekstur lotionnya?? Sabar-sabar, bahas packaging dulu yah...

Kemasan tampak depan

Kemasan tampak belakang
Lotion ini dikemas dalam botol plastik ukuran 100ml warna putih full, yang berwarna hanya tulisan label yang berisi nama produk, ingredients, cara pakai dll. Untuk kemasan plastiknya, sebenernya aman yah kalo ma dibawa kemana-mana karena aman dari pecah, tapiii...


Model tutup seperti ini yang tidak meyakinkan saya dia travel friendly. Model tutup flip begitu menurut saya rawan terbuka sendiri apalagi kalo ditaruh wadah make up yang biasanya full barang dan dibawa pergi kan keguncang-guncang. Atau kalaupun ga terbuka, saya takut aja cairannya ngrembes, kan cair bangeeet...


Itu lotionnya yang bening saya kasih tanda panah. Cair hampir kayak air, bening, ga berbau. Cara pakainya tinggal di tuang ke telapak tangan gitu, lalu ditepuk-tepuk di wajah. Kalau saya sih suka nepuk-nepuk dan nutup muka pakai tangan sampai di bener-bener meresap.

Awalnya saya hanya pakai lotion ini saja sebagai pelembab. Hingga suatu hari kulit saya terasa kasar, kering banget waktu itu sepulang dari rumah Jember. Mungkin karena perbedaan suhu yang cukup drastis antara Jember dan Surabaya, sampai bikin kulit saya kering banget. Jadilah saya coba beli Hadalabo Milk sebagai tambahan pelembab dan foaming wash supaya saya bisa cuci muka sekalian melembabkan kulit wajah.




Bentuk botolnya persis sama dengan lotionnya, hanya berbeda tulisan di labelnya. Milk ini juga sama, ga ada bau apapun, tapi warnanya putih susu.

Cara pakainya pun saya samakan, dengan ditepuk-tepuk di muka. Hanya saja, teksturnya yang lebih pekat daripada lotion, menurut saya membuat milk ini lebih lama diserapnya. Saya pakai milk ini ga setiap hari, melainkan hanya saat kulit saya terasa kering banget.




Botolnya Hadalabo banget deh, dilengkapi pump diatasnya untuk ngeluarin foam/busa nya.


Makenya gampang banget, tinggal ditekan pump nya lalu usapkan busanya ke wajah. Kalo saya sih 1-1,5 pump udah cukup banget. Kita pijat wajah menggunakan busa itu. Dibilasnya guampang dan setelah dibilas terasa banget kulit wajah lembab. Ga ada efek ketarik, ga ada rasa keset-keset gimana. Lembab.

Pernah beli foaming wash ini sama temen saya, dia komentar 'bukannya lebih hemat yang facial wash biasa? Kan bisa dibikin busa jugaa.. Kamu beli ini sama aja beli busa dong?' Hmmm, akhirnya saya coba juga sih facial wash yang biasa. Lagipula pembersih yang bentuk ini emang susah carinya, di Surabaya saya baru nemunya di Bonet doang..

source: Google
Ga apa yaa aku ambil dari inet ajaa, karena udah males bangkit ambil sabun ke kamar mandi dan foto-foto.. Maap yahh atas kemalasan sayaa..

Dia modelnya kayak pembersih biasa. Tinggal ambil dikit ke tangan, lalu diusap-usap sampe keluar busanya, baru diusap ke wajah. Tadi baru saya coba gosok-gosoknya pakai shower puff, bisa bikin busa banyak juga ternyata, tapi karena pakai puff gede, yaa ga buanyak juga sih. Mungkin kalo pake cleansing net bisa dapet buanyak ya busanya.

Saya personally lebih prefer facial wash yang pump. Lebih higienic aja rasanya, dia bentuk pump ada di kepala botol dan ada tutupnya, jadi meminimalisir kuman-kuman di kamar mandi masuk. Sedangkan kalo yang model tube biasa, kan lubangnya di bagian bawah (kok agak ga enak ya bahasanya), gampang terendam air kalo bak mandi penuh, ah pokoknya kurang sreg aja lah kalo yang tube biasa. Tapi emang lebih murah daripada botol pump sih ._. Masalah efeknya ke kulit samaan kok, sama-sama lembut dan melembabkan juga^^

Oke, kayaknya cukup sekian deh review kali ini tentang moisturising routine favorit sayaa :3
Best Regards,
xoxo

Etude House Blending Sleeping Cream Review

Assalamualaikum..
Hallo everybody^^
Lagi-lagi review produk yahh.. Kali ini produk skincare dari Etude House: Blending Sleeping Cream Moonlight Spoon. Dari namanya aja, bisa kita tau ini produk sleeping mask atau sleeping cream, dibawa tidur sampe besok pagi. Kadang bingung sih, jadi bedanya sleeping mask sama night cream apa yah? Mungkin beda kandungannya yaa. Kalo night cream boleh lah dipake setiap malam, kalo sleeping mask/cream mungkin ga tiap malam yah, karena propertiesnya lebih 'pekat' #sotoy. Kalau ada yang lebih tau bedanya apa, boleh sharing di comments yah^^

Nah, Blending Sleeping Cream (namanya panjang, saya singkat BSC aja yah :p) ini sendiri hadir dalam sepaket masker dengan varian berrrrmacam-macam. 

Saya pribadi sukaaa banget sama warna-warninyaaa, colorful pastel cute banget <3
8 varian itu terdiri dari Blueberry (Antioxidant & Moist) ; Olive (Richly Moist) ; Shea Butter (Nourishing & Moist) ; Royal Jelly (Firm & Moist) ; Rosehip (Bright & Moist) ; Evening Primerose (Shine & Moist) ; Green Tea (Clear & Moist) ; Seaweed (Smooth & Moist)

Nah, kalo ditata seperti ini bagus banget kan warnanyaa ^^

Nah, dari macam-macamnya tampak sekali bahwa tujuan utama BSC ini adalah untuk melembabkan, dari setiap jenisnya ada kandungan melembabkannya. Kali ini, saya coba yang warna pink: Rosehip (Bright & Moist). Kenapa saya pilih Rosehip untuk dicoba? Jelaaas, karena ada tulisan 'bright' nya ._. Saya sedang obsessed untuk melenyapkan bekas jerawat dan noda hitam yang menghiasi wajah saya :(
Okay, get, set, readyyy GO! *ala ala Crayon Pop* 



Dari penampilan sendoknya, kelihatan kecil banget yah...
Di belakang wadahnya terdapat deskripsi kandungan produk, yaitu Rosehip extract (Rosa Canina Flower Oil), Lavender (Lavandula Angustifolia (Lavender) flower/leaf/stem extract), Chamomile (Anthemis Nobilis flower extract) dan Mint (Mentha Arvensis Leaf Extract). Selain itu ada instruksi cara pemakaian serta peringatan untuk tidak menggunakan pegangan sendoknya sebagai 'pemoles' ke wajah.

Nah, cara membukanya, pertama itu kertas pink yang imut disobek dengan rapih yaa. Kan sayang kalo kertasnya bagus-bagus sobeknya ga rapih. Setelah terbuka keseluruhannya, akan tampak sebatang sendok imut nan manis di dalamnya.


Lalu, tinggal dikelentek itu lapisan pembungkusnya, dimulai dari ujung pegangan sendok, hingga ujung sendoknya..


Setelah dilepas lapisan pembungkusnya, akan tampang pegangan sendok putih dan bagian sendoknya berisi gel transparan dan cream pink muda. Lalu, pegangan sendoknya dipatahin. Gunanya untuk dijadikan pengaduk saat mencampur adonan gel dan creamnya..

Paham kan mengapa pegangan sendoknya tidak boleh digunakan untuk mengoleskan produk?
Pegangan sendok ini terbuat dari plastik and not supposed to apply the cream.
Kalau maksa pakai pegangan ini buat apply cream ke muka, bisa-bisa kegores dan luka deh :(



Jadi, ceritanya gel itu adalah herb water-gel dan creamnya itu adalah cream rosehip nya sendiri, cmiiw. Setelah dicampur, warnanya tidak berubah, tetep pink lembut dengan tekstur creamy tp agak jelly dikiiit. Untuk aromanyaa, sepertinya tidak berbau yah.. Ada sih wangi-wangi dikiiiit banget, ga ganggu samsek tapi kasih efek relaxing juga nggak. Jadi saya bisa bilang BSC ini cenderung tidak berbau, hehe


Begitu di apply ke wajah, bisa dibilang agak lengket, seperti sleeping mask lain yang pernah saya coba (padahal baru pernah pake sleeping mask satu doang :p) Dia membentuk semacam layer di kulit yang melembabkan, lama-lama dia terserap tapi kalo saya tetep ngerasa ga 'tega' buat pegang-pegang wajah waktu pake BSC ini, takut aja kegesek  terus kebawa tangan, hehe. Tapi kalo disentuh doang, kulit terasa lembaaaab banget.

Nah, saya sendiri awalnya mikir ini BSC dikit banget yah, sendoknya kecil gitu. Tapi begitu dilihat sendiri isinya, ternyata quite enough for entire face, bahkan saya bisa bilang ini too much untuk sekali pemakaian. Jadilah naluri pelit saya muncul, saya pakai secukupnya aja di wajah, sisanya saya biarkan diwadahnya, saya tutup plastik. Kalo punya plastik wrap di rumah, enak banget nih, tapi karena saya ga sedia plastic wrap, saya tutup plastik bekas biasa lalu saya isolasi.

Ini foto nggak penting,harusnya dihapus aja.
Entah kok pas banget itu tulisan 'Selection'-nya di tengah, macam yg punya merk ._.
Saya rasa satu buah BSC ini bisa sampe 3 kali pakai kalau mau pelit. Tapi kalau kamu suka kehigienisan masker dan ga pelit kayak saya, bisa ini BSC makainya di layer gitu, karena kalau menurut saya pribadi sewadah itu terlalu banyak untuk dipakai sekali di satu wajah. Atau kamu punya wajah lebih dari satu? *JK :p

Overall, saya suka banget sama sleeping mask ini. Packaging baguuus banget, imut, warnanya saya suka. Teknik pakainya berasa saya bikin sleeping mask sendiri, suka. Tapi bagi yang ga suka repot, mungkin ga cocok yahh dengan metode aduk-mengaduk itu. Dan yang pasti, efek melembabkannya TOP! Mencerahkannya tidak terlalu tampak (saya menilai produk mencerahkan itu dari cara dia memudarkan noda hitam saya), tapi bikin paginya bangun tidur dan cuci muka, kulit terasa lembut, halus dan glowing^^
Pengen coba jenis yang lainnya sih, tapi habisin yang ini dulu deh, hehehe

Mau cobain? Harganya untuk sepaket masker itu sekitar 160ribuan (dapet 8 macam sleeping cream), jadi yaa lumayan mahal kalo dilihat-lihat yah, tapi kalo dilihat dari efeknya di kulit, it's worth the price, apalagi kalau kamu gadis pelit hemat macam sayaa :3

Best Regards,
xoxo

My Night Skincare Routine Series 3 - L'oreal White Perfect

Assalamualaikum..

Yeaaah, finally we come to the last step of my skincare routine before bed :3
Oya, saya nulis serial ini murni saya sharing produk yang fine-fine aja di kulit saya sejauh ini dan emang saya merasa kulit jadi lebih bersih dan cerah aja. Jadi mungkin bisa jadi referensi teman-teman yang lagi cari-cari skincare sebelum tidur^^ Hehehe

Oke, cukup sudah prolog nya yaa.. Saya mulai review night cream yang saya pakai, yaitu L'oreal White Perfect. Sebelum ini, night cream yang pernah saya pakai hanya night cream racikan dokter kulit saya kalau kulit saya sedang bermasalah. Kalau lagi oke sih, saya ga pakai night cream. Dulu pernah saya coba Elicina, snail cream gitu, sebagai night cream saya. Tapi saya rasa itu terlalu 'thick' teksturnya, jadi kerasa ga nyaman aja gituu, bikin males pakai. Hehe


Lalu suatu hari saya ke konter L'oreal barengan beli Pre-essence itu, saya beli night cream ini. Lagi diskon kan ceritanya. Dan saya pikir, saya pake serum, pre-essence, kalo ditambah night cream makin cetar kali yahh. Jadilah saya beli ini. Waktu diskon, rasanya harga ga sampai 100 ribu waktu itu, affordable lah.

box dalam

L'oreal tampaknya selalu 'mendobel' kemasannya dengan kemasan versi Bahasa, hehe

Kemasan night cream ini dalam jar kaca. Cukup tebal ya kacanya kalau menurut saya, jadi cukup berat kalo dibawa-bawa dan ga travel friendly jadinya. Tutupnya dari plastik yang cukup kuat, lalu di bawah tutupnya ada tutup lagi untuk membatasi antara krim dan tutup jadi krimnya ga meluber kemana-mana (krimnya cenderung agak cair).







Night Cream ini sifatnya hanya mencerahkan, bukan memutihkan. Jadi hanya meratakan warna kulit deh rasanya. Dia juga bersifat soothing atau menenangkan. Jadi, begitu di apply ke kulit wajah, krimnya lembut, adem, blending nya cepet karena cenderung cair. Untuk meresapnya sendiri  agak lama yah dibanding pre-essence dan serum yang sebelumnya saya review yah, tapi menurut saya gapapa, toh ini step terakhir. Hasil akhirnya, kulit ga matte banget, tapi ga oily juga rasanya. Dibanding Elicina, dia ga terlalu lengket sih, tapi dibilang lengket yaa lengket. Ga kayak night cream dari dokterku yang cukup matte hasilnya (kalo make tipis-tipis).



Oya, dia ga dilengkapi spatula, jadi kalo mau ambil harus colek-colek gitu. Kurang higienis ya rasanyaa. Aromanya sedikit harum, tapi ga banget-banget kok harumnya, enak aja menurutku.

Repurchase? No. Aku prefer cobain produk lain aja karena ini sepertinya hasilnya so-so, not really amazed me, heheh

Okeddeeehhh, akhirnya serial Night Skincare Routine saya THE END yahh.. Untung selanjutnya enak nulis apa lagi yahh??? Buat yang mau kasih masukan, silahkan^^
Baiklaah, selamat menyongsong minggu baru lagi yahh, kembali ke rutinitas, ayoooo semangaaaat!!! *pasang ikat kepala*

xoxo

My Night Skincare Routine Series 2 - Etude House White Moistfull Essence Review

Assalamualaikum..
Ketemu lagi di serial skincare routine malam sayaa :3

Kali ini saya ingin bahas step kedua skincare setelah apply pre-essence, yaitu serum. Saya suka bingung sih sebenernya, serum sama essence itu sama ga sih? Pernah baca sama, cuma beda istilah aja, tapi kadang kalo ada produk yang ngeluarin essence dan serum suka bingung lagii. Sebut aja ini serum lah yaa, tapi di kotaknya ini tulisannya essence. Jadi untuk sementara, di post ini disamakan aja yaa persepsi antara essence dan serum, hehehe

Serum ini adalah serum kedua yang pernah saya coba. Sebelumnya saya pernah pakai Biokos Dermabright (review bisa lihat di sini dan di situ) tapi hasilnya adalah breakout sampe akhirnya serum itu saya lempar ke teman saya. Kemudian setelah lama saya ga mikir serum-seruman, ada temen mau ke Korsel. Jadilah saya sercing, kalo misalnya mau nitip-nitip, mau nitip apaan. Akhirnya saya nitip ini dehh..



Desain botol sebenernya sama kayak box, hanya saja udah pudar tulisan 'Moistfull' nya :p

written in hangeul, can't read at all >,<

saya rasa sisi box yang ini terjemahan bahasa Inggrisnya, kekeke

Oke, saya mulai reviewnya yahhh.. Packaging serum ini putih bersih terus di kotaknya ada lining bentuk bulet-bulet kecil, bintang, warna biru muda campur abu muda. Tulisan Moistfull-nya sendiri warna silver. Kesan saya lihat box dan botolnya, bener-bener menggambarkan 'white', bersih gitu. Simple dan minimalis, serta mencerminkan properties dari serum ini sendiri: brightening. Botolnya pun kecil dan agak 'gendut', imut sih kalo menurut saya, heehehe. Isinya 40ml, juga didominasi warna putih dan sedikit bagian transparan (jadi terlihat agak silver,senada dengan kotaknya lah). Isinya ga terlalu tampak karena tertutup warna putihnya, kecuali kalau sudah tinggal separo, dia digulingin, bisa diintip dari bagian yang transparan :p


di botolnya beneran hangeul semua, jadi satu-satunya petunjuk
ada di box, so box jangan sampe hilang :D

Botolnya dilengkapi pipet, pencetannya ada di tutup dan berbentuk KARET. Ini lohhh maksud saya pencetan pipet yang saya sukaa.. Gampang pencetannya, daripada Youth Code kemaren. Tekstur serumnya cair, lebih cair dikit daripada pre-essence Youth Code. Tidak berwarna, bening aja. Wanginya enak, aku suka. Begitu dioles ke wajah dan ditepuk-tepuk sebentar, udah terserap, jadinya cepet nyerepnya ke kulit.




Oya, serum ini dilengkapi melting patch. Bentuknya kayak eye-mask gitu, nempel di plastik mika. Dikasihnya hanya 4 pasang. Saya coba pakai sesuai cara pakai di boxnya, kok agak susah yaa.. Ga leleh-leleh di kulit saya, kecuali agak saya gesekin. Tapi jadinya ga rapih bentuk patch, tapi jadi hancur, jadi suka saya tap sebarin aja di daerah mata. Cara yang ngawur sepertinya ._."  Fungsi patch ini sendiri tampaknya untuk perawatan yang lebih fokus di dark spot wajah, sayang hanya dikasih 4 pasang.


sisa dua pasang :(

Soal harga, saya lupa harganya teman-temaaan.. Sekitar 200 iya ga ya? Saya coba lihat di olshop langganan saya ga ada, jadi ga bisa kasih harga contoh. Untuk pemakaian sewajah, cukup 2 tetes sih untuk tipis-tipis. Kalo ingin lebih banyak, saya rasa 3 tetes sudah cukup banget..

Efeknya, emang lebih cerah sih ke kulit saya. Cerah lho ya, bukan putih. Lembab juga. Untuk dark spot ato flek-flek, sepertinya belum terlalu ngaruh, padahal saya pakainya udah lama ini, ya samaan sama pre-essence itu. Mungkin flek emang udah bandel yaa, sulit diusirnyaaa. Tapi udah cukup suka kok sama serum ini, yang penting ga bikin bruntusan alhamdulillah..

My Night Skincare Routine Series 1 - L'OREAL Youth Code Review (Pre-Essence)

Assalamualaikum..
Hai semuanyaa^^
Sedang siap-siap menyambut weekend kah? Di akhir minggu kali ini saya akan membuat serial review produk skincare malam hariku sebelum tidur. Cekidoooot....

Di serial pertama ini saya ingin sharing pendapat tentang pre-essence L'oreal Youth Code ini yah.. Saya belinya udah cukup lama, pakainya pun juga udah cukup lama. Kira-kira 4 bulan ini hampir setiap malam saya pakai ini sebelum pakai serum. Kenapa hampir setiap malam? Karena saya pakai serum-seruman 2 malam sekali, saya selingi dengan pakai essential oil-nya EFB. EFB? Ahh, nanti kapan-kapan saya bahas tentang EFB yah, kalo bahas di sini bisa-bisa oot.. Hehehe



Lihat advertisement-nya, konsep pre-essence ini sepertinya produk masa depan, menggambarkan Youth Code ini menggebrak waktu dan menemukan kode untuk tetap muda melawan waktu *wusss. Tapi keren lhoo poster/gambar iklan produk ini, terlihat canggih!



Seperti poster-posternya, kemasan Youth Code ini sendiri didominasi oleh warna hitam dan ungu. Perpaduan yang elegan menurut saya, tampak mahaaaal banget produknya. Dan saya juga baru tahu kalau Youth Code ini terdiri dari banyak produk ternyata, ada serum, krim mata, krim malam, krim siang juga. Tapi waktu itu saya ke konter yang di sini kayaknya kok hanya ada pre-essence ini aja yah? *oke, skip*

Itu ada dua box, yang satu box pada umumnya, yang satu hanya berupa 'bungkus' yang isinya deskripsi produk, cara pemakaian, dan lain-lain dalam bahasa Indonesia. Jadi bilingual gitu box-nya..

Youth Code ini dikemas dalam botol kaca hitam transparan sebanyak 30ml. Botolnya langsing, jadi nyaman digenggam, dan kemasannya yang transparan memungkinkan kita untuk melihat banyaknya produk yang tersisa. Tutup botol dilengkapi dengan pipet dan pencetannya di atas botol. Kalau saya sih lebih suka pencetan yang model kayak vitamin anak itu lohh, yang kayak karet. IMHO, pencetan model begini lebih susah mencetnya.



Keberadaan pipet memungkinkan isi botol higienis,
tapi kalau saya pribadi  mencet atasnya itu agak ga pewe gituu, hehehe

 Waktu saya beli, saya kan tanya-tanya ke mbak BA-nya. Katanya fungsi pre-essense ini untuk mengangkat sel kulit mati dan memudahkan serum, krim malam dll di atasnya lebih mudah meresap dan terserap manfaatnya ke kulit. Tadinya saya takut lama-lama kulit jadi kering atau mengelupas kalo sering-sering pakai akibat sel kulit diangkat terus ituu. Tapi ternyata nggak kok, kalau pakainya sehari sekali. Kalau di saya sih, pernah coba pagi dan malam pakainya malah jadi ga enak muka saya, terasa lebih kering gituu..

Di botolnya hanya ada tulisan cara pemakaian, tempat pembuatan dan size.
Di cara pemakaian ditulis 2 kali sehari, tapi saya cocoknya pakai sehari sekali saja, hihihi

Tekstur essense-nya sendiri sih cair ya.. Lebih cair dari gel, tapi lebih pekat daripada air. Warnanya di botol semi-putih gitu, tapi begitu di teteskan tidak berwarna. Teksturnya itu menurut saya pas, mudah sekali diserap kulit. Jadi dia dioles ke wajah terus ditepuk-tepuk sebentar, terserap deh. Jadi ga perlu lama-lama nunggu untuk apply step skincare berikutnyaa ^^  Wanginya enak, ga nyengat banget tapi harumnya slightly aja menurut saya.





Untuk harga, saya lupa harganya berapa :( Ga sampe IDR 200ribu, apalagi waktu itu saya beli waktu diskon. Lupa banget deh. Tapi cukup hemat sih, karena 2-3 tetes aja udah bisa buat semuka. Kalo dibandingin TBS DOY yaa jauhlah harganyaa. Hehehee..

Pakai sekitar 4 bulan masih sisa segituu ^^

Efeknya di kulit saya? Hmm, saya merasa ya begitu pre-essence ini terserap, terasa moist di kulit saya. Kayak kulit wajah ini siap menerima serum dan step-step skincare berikutnya. Lebih bercahaya sih kulit ini jadinya, tapi entah karena pre-essence ini atau serum atau hal lain jugaa. Tapi overall, produk ini bagus, cukup menjalankan tugasnya dalam mempersiapkan kulit sebelum memulai skincare^^

Repurchase? Don't think so.. Saya lebih suka cobain produk lain, kecuali untuk produk yang bener-bener buat saya jatuh hati dan saya ga nemu yang setara. Tapi karena ini satu-satunya pre-essence yang pernah saya coba dan khasiatnya ga cuetaaaarrrr banget, mungkin saya mau hunting produk lain lagi kalo yang ini udah habis, kekeke

Thanks for visiting my blog guys...
xoxo

"Seandainya saja..."

Apa yang terjadi di masa lalu sebenarnya bukan sesuatu yang harus disesali, apalagi diratapi hingga membuat sakit hati. Tapi terkadang per...