Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2011

New Year Again = UAS di Depan Mata

Wah, gak kerasa tiba-tiba tahun sudah berubah lagi. Benar-benar waktu berlari begitu cepat..Hmmm..Apa ada perubahan dari tahun-tahun sebelumnya? Apa ada rencana perubahan untuk tahun ini?
Kalau saya pikir-pikir lagi, sepertinya tidak ada perubahan apapun dari diri saya [poor me].. Memang saya adalah tipe orang yang tidak pernah mematok target A B C, bikin plan A sampe Z, membuat resolusi harus begini harus begitu.. Saya terbiasa mengalir begitu saja, mengikuti mood saya mengajak saya kemana. Yeah, mungkin dari sini terlihat sekali saya orang yang belum mempunyai pendirian, eh?
Tapi prinsip saya, saya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Yah, intinya saya juga mau dong menjadi manusia yang lebih baik lagi, walaupun kalau diminta menjelaskan 'lebih baik lagi' yang bagaimana saya juga tidak bisa menjelaskan. Intinya, saya akan terus memandang ke depan, belajar dari kesalahan-kesalahan yang lalu dan berusaha memperbaiki yang bisa diperbaiki, tidak mengulangi yang tidak bisa …

My Hometown (Jember) Travel Destination

Akhir-akhir ini sering sekali saya mendengar rencana teman-teman untuk berlibur di san-sini, bahkan cukup sering mendengar Kota Jember, khususnya Pantai Papuma, menjadi tujuan wisata. Wah, ternyata Pantai Papuma sudah mulai terkenal, nih. Dari pendapat beberapa teman dari luar kota yang sudah ke sana, sih, Papuma memberi kesan positif. Ada yang bilang bagus, bagus banget, hingga ada yang merekomendasikan lawan bicara untuk ke sana.
Begitu juga dengan teman saya yang ingin berlibur dan sedang survey tempat, sering menanyakan pendapat saya tentang Papuma, dengan asumsi saya kan orang Jember, jadi dianggap bisa memberi info yang akurat tajam terpercaya. Padahal saya sendiri jarang sekali ke sana. Pertama kali saya ke sana [yang saya sadar] hampir sekitar 3 tahun yang lalu. Dulunya sih [katanya] saya pernah ke sana, tapi waktu masih kecil, jadi saya lupa. hehe..
Menurut saya, sih, dari kunjungan terakhir saya ke Papuma [3 tahun lalu], Papuma cukup bagus dan indah. Pantainya cukup bersih,…

Curhat Sedikit Tentang Hasil Survey Hari Ini

Hari ini saya dan beberapa teman saya cuci mata ke Madura untuk survey tempat KKN saya bulan depan. Bagi beberapa teman saya, tadi adalah survey kedua, sedangkan bagi saya masih yang pertama.
Perjalanan ke sana berlangsung cukup menyenangkan. Pemandangan juga indah. Hamparan sawah luas sejauh mata memandang, gunung di kejauhan, rumah tidak terlalu rapat. Yah, seperti daerah-daerah desa pada umumnya. Jalannya pun cukup bagus, walaupun cukup sering menemui jalan yang tidak mulus dan aspal yang lubang-lubang, tapi semua masih bisa ditolerir.
Setelah perjalanan kurang lebih 2 jam, akhirnya kami sampai di desa calon tempat tinggal kami selama sebulan. Serius, desanya masih desa sekali, bahkan lebih desa daripada Desa Pancakarya. Ya, memang saya tidak pernah tahu Desa Pancakarya yang sampai ke dalam-dalam sih, tapi dilihat dari kemudahan jangkauan transportasi dan tingkat kebersihannya sih bisa saya asumsikan bahwa Desa Pancakarya masih sangat 'kota' daripada desa yang tadi saya ku…

Guru itu...

Awalnya saya mengajari adik sepupu saya yang masih SMP mengerjakan soal-soal matematika. Saya heran kok sepertinya dia tidak bisa sama sekali mengerjakan soal faktorisasi aljabar. Lalu akhirnya saya semakin heran mendengarkan ceritanya tentang guru matematikanya. Guru itu akan marah jika ada siswa bertanya, bahkan mengancam akan mencoret wajah siswa yang bertanya. Nah lho, guru macam apa itu?
Bukankah guru seharusnya senang kalau ada siswa yang bertanya? Artinya, kan, siswa memperhatikan dan mau berpikir sehingga menemukan sesuatu yang tidak dia mengerti. Tapi juga jangan yang tanya terus juga sih, malu-maluin malah.. Hehe..
Menurut saya, guru zaman sekarang aneh. Banyak yang tidak suka menerangkan pelajaran di kelas dengan alasan supaya siswa lebih aktif mencari sendiri ilmunya. Padahal, menurut saya pribadi, siswa juga manusia, yang banyak dari mereka punya karakter X seperti saya yang akan malas mencari-cari sampai 'disodorkan' di hadapan saya. Jadi, bagaimanapun, menerang…

Banyak Pilihan, Memudahkan atau Menyulitkan?

Keberagaman, katanya sih akan memudahkan konsumen memilih barang mana yang paling cocok untuknya. Karena semakin banyak pilihan, konsumen bisa memilih satu per satu produk mana yang bernilai paling sesuai dengan nilai yang diharapkan konsumen. Namun, menurut saya pribadi, kenyataannya justru sebaliknya. Semakin banyak jenis barang, konsumen akan semakin sulit memilih mana yang paling baik untuk dirinya. Ataukah hanya saya saja yang merasakan demikian?
Jujur, saya adalah konsumen yang labil. Saya mudah sekali tergoda dengan iklan, yang umumnya menawarkan value produk yang menggiurkan. Intinya saya sering jadi korban iklan deh. Bisa dibilang, saya bukan konsumen loyal, yang akan memakai satu produk tertentu jika cocok. Saya cenderung akan mencoba produk lain walaupun sudah cocok dengan satu produk dan akan terus begitu sampai saya sadar bahwa tidak ada produk yang secocok produk pertama. Bisa dibayangkan betapa labilnya saya? Hehehee..
Ada satu kegiatan yang paling membuat saya kesal d…

Dahsyatnya Toko Online

Dewasa ini, hampir semua produk memasarkan produknya dengan memanfaatkan teknologi internet. Bahkan tidak jarang mereka menggenjot penjualan lebih besar fokus pada penjualan online.
Saya pertama kali membeli barang via online sekitar dua tahun lalu, tepatnya awal saya kuliah di luar kota. Maklum, rumah saya dulu tidak terjangkau pos (sepertinya), jadi saya tidak pernah coba-coba beli online daripada barang tidak sampai. Tapi sejak saya mencoba belanja online dulu, jujur saya sempat ketagihan. Setidaknya hampir setiap bulan saya belanja online satu kali. Bisa dibayangkan bagaimana borosnya saya?
Ya, saya merasakan sensasi tersendiri ketika membeli barang via online. Pertama, melihat-lihat barang yang sangaaat beragam di internet, lalu menemukan yang paling sreg dan yang paling murah di antara barang sejenis. Akhirnya deal untuk purchase barang tersebut, lalu transfer uang. Beberapa hari kemudian, biasanya 2 hari, barang sampai. Bapak jasa pengiriman datang dan berteriak, "Paket!&…