Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Sebuah Tanya

Saat senyap memenuhi udara
Dan tiada kawan untuk kusampaikan rasa
Hanya menahan sedu yang kubisa

Ditemani seberkas ingatan
Tentang lembutnya senyuman yang kau berikan
Dan halusnya ucapan yang kau katakan

Semua pikiran yang kita bagi
Atau rasa yang kita simpan
Terkadang menyusupkan tanya
Apakah kau merasa yang sama?

Tak Berdaya

Apalah aku Yang tidak mengerti maksud kata-katamu
Apalah aku Yang merasa kelu untuk menyampaikan pikiranku
Aku tidak bisa apa-apa Selain menyingkir dan melakukan apa yang kubisa Seperti robot Bekerja tanpa mengerti maknanya
Kecil sekali rasanya hati ini Menyadari bahwa aku tak berdaya Terhenyak dalam kesadaran
Aku bukanlah apa-apa tanpa pertolongan-Nya

Jakarta, 11 November 2016

All the struggle, it will be worth it

We were young. Playing around. Not taking things seriously. Just having fun and see life as playground.

But sun is up now! Wake up and go chase your dream!

I know it's hard.
I know it's frightening.
But, still, it's exciting!

I see your struggle.
I witness your patience.
It will be worth it.
Trust me, it will be worth it.

You said, do the best and let God does the rest.
Yes, God will do the rest.
Just do your best.

---
With love.

Not because she doesn't care, she just doesn't want to care.

...

There always times when the question comes up. About the past. About the truth. A little voice in her mind always ask for an answer: Was it all true? All the things that made them apart, was it true?

But again, she doesn't want to know. She closes her eyes, her thoughts, from it. It is in the past now. She trusts him. She wants to. All she wants now is, look ahead. Look what's coming.

And she will always be there for him. However hurt her heart is, when she remembers how it was, she will always be there.

She can only pray to God, that He will protect him. Protect them. Pray that everything is getting better.

And all the hurt feeling, she will always keep for herself.

...

Penyempurna

Terimalah, lalu lepaskanlah. Jangan berhenti di koma Atau hidup tidak akan sempurna
Menghirup udara lalu menghembuskannya. Menerima rizki lalu membaginya ke sekitar kita. Mendapat kesedihan, lalu akan ada kebahagiaan.
Hingga akhir nanti.
Kita telah menerima kehidupan. Namun kematian adalah penyempurnanya.

"Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami-lah kalian akan dikembalikan" (al Anbiya': 35)

[REVIEW] Hujan - Tere Liye

Hai Dear..

Back again with book review.
Dan lagi-lagi buku Tere Liye. Lagi jatuh cinta sih sama tulisan-tulisan dia. I amazed on how he 'serves' the story, that actually quite simple, into an amazing plot, events, setting, or whatever it is called in literature terms.

Sebelum Hujan, aku baru baca satu bukunya, yaitu Rindu yang aku bagi jadi 5 part review-nya di blog ini - saking banyaknya hal positif yang pengen aku share dari buku itu. Setelah Rindu, tanpa sadar aku membentuk persepsi di dalam otak, Tere Liye adalah penulis buku berisi nasehat-nasehat yang dikemas dalam sebuah perjalanan fiksional. Ceritanya mengalir indah, berkesan 'vintage' atau apa yaa... Aku ga bisa menggambarkan dengan tepat nih >,<

Kini Hujan, awalnya saja membuatku terpana. Sungguh berbeda. Kalau Rindu bersetting jauh di masa lalu, di zaman penjajahan, Hujan bersetting jauh di masa depan, di sebuah kota canggih berteknologi tinggi! Futuristik!

Dan lagi-lagi, aku terpana dengan betapa cang…

To Become an Adult

Questioning. Complaining. Unbelieving.
Worries. Scared. Insecure.
"What am I doing?" "I'm waiting," a little voice whispered. "Waiting for what?" "Umm, I don't know. I'll know when I get it. What I know now, is that I'm waiting. I will wait. Until forever." the voice whispered again. "Maybe that isn't for you, little girl,"

Hesitance. Regret.

No. Have no regret. It's worth my time. My whole time. To wait. To believe. There will be answer. I have new words. Better ones.

Patience. Optimism. Believe. Trust. Thankful.

Faith.

[REVIEW] Maybelline White Superfresh Liquid Powder

Dear All ^^
Assalamualaikum...

Belakangan ini Jakarta mulai sering hujan nih, pagi sampe siang atau malam sampe pagi. Cuaca yang berubah-ubah gini bikin gampang sakit dan bikin pewe banyakin tidur aja, males kerja atau sekolah atau kuliah. Hahaha
Ini nih yang aku rasakan. Setiap pagi, aku lebih milih tidur beberapa menit lebih lama ketimbang spare waktu dandan yang dilamain. Jadilah ke kantor dengan wajah pucat, ditambah sekarang lagi keserang flu, makin ga baguslah complexion wajahku.
Nah, kemarin-kemarin setiap buka Youtube dan Instagram, rame banget 5 Minutes Makeup Challenge with Maybelline White Superfresh Liquid Powder. Yang bikin menarik adalah claim 5 menitnya dan kita bisa skip semua base make up menjadi satu Liquid Powder ini aja. Buat aku yang lagi mager make up, hal ini sangat menarik dan aku pengen membuktikan: Benarkah secepat itu dan se-oke itu?
Let's see my make up routine (kalo lagi niat make up, anyway)
Ada satu item kelupaan ga ikut foto, yaitu pelembab Hadalabo…

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part V - END)

Disclaimer: Terdapat edit di sana-sini untuk keperluan penulisan post supaya lebih 'nyambung'. Untuk pengalaman membaca yang lebih lengkap, beli bukunya yah^^

Cerita telah sampai pada akhirnya.  Sebuah kejadian di kapal haji, yang mencungkil pertanyaan kelima di kapal itu. Sebuah pertanyaan dari seseorang yang selama ini menjadi tempat bertanya: Gurutta sendiri.
"[...] Aku tidak ingin melihat lagi ada yang terluka, Nak." Gurutta berkata lirih.
Kepada Ambo Uleng.

"Gurutta, kita tidak akan pernah bisa meraih kebebasan kita tanpa peperangan! Tidak bisa. Kita harus melawan. Dengan air mata dan darah." Ambo Uleng menggenggam lengan Gurutta. 

"Aku tahu, sejak kejadian di Aceh, meninggalnya Syekh Raniri dan Cut Keumala, sejak saat itu Gurutta berjanji tidak akan menggunakan kekerasan lagi. Melawan lewat kalimat lembut, tulisan-tulisan menggugah, tapi kita tidak bisa mencabut duri di kaki kita dengan itu, Gurutta. Kita harus mencabutnya dengan tangan. Sakit meman…

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part IV)

Disclaimer: terdapat edit di sana-sini untuk keperluan penulisan post supaya lebih 'nyambung'. Untuk pengalaman membaca yang lebih lengkap, beli bukunya yah^^
Tidak ada yang lebih pahit bagi anak muda, selain cinta bertepuk sebelah tangan. Tapi lebih pahit lagi jika saling mencintai tanpa restu orang tua.
Itulah yang dialami Ambo Uleng, salah satu tokoh sentral di novel Rindu.
"'Perjodohan ini dilakukan oleh ayahnya dengan teman dekatnya di masa kecil. Sudah disetujui oleh orang tua kami sejak putriku masih kecil. Putriku akan dijodohkan dengan pemuda yang lebih pantas. Lebih berilmu, lebih berpendidikan, lebih terpandang derajatnya. Pemuda itu murid seseorang yang sangat penting di Gowa. Kami akan malu jika membatalkan perjodohan itu, Nak.' Ibunya sambil menangis, memohon kepadaku agar melepaskan anaknya. Jangan sakit hati. Memintaku mengikhlaskannya."

"[...] Aku kalah. Aku berlari sejauh mungkin dari kota kelahiran kami. Lari dari seluruh kisah cintaku […

[REVIEW] Detoxify Skin using Sukin Super Greens!

Good day everyone! Lagi-lagi udah menjelang weekend yah.. Seminggu terasa cepet banget diisi hari-hari yang sibuk pagi sampai malam, ya? Dan kali ini, aku pengen share tentang produk yang baru aku coba dari Sukin Organics.
Kalau kamu udah baca postku sebelumnya, pasti tahu kalau aku lagi suka sama detoks dan bahan-bahan yang alami ataupun organik. Oleh karena itu juga, aku tergiur banget waktu di Instagram nemu IG account benscrub dimana banyaaaak banget produk perawatan kecantikan yang alami dan organik.
Sukin Organics sendiri adalah produk Australia yang dikenal dengan kandungan natural dan harganya yang terjangkau. Tapi yang paling bikin aku pengen coba kemarin adalah line produknya yang Sukin Super Greens dengan komposisi utama kale, chlorella dan spirullina, dimana ketiga bahan ini dikenal dengan khasiatnya yang sangat bagus untuk kesehatan.
Kale adalah sayuran yang memiliki nutrisi sangat tinggi dan ampuh untuk detoksifikasi tubuh sehingga dia dipercaya bisa mencegah kanker. Nah…

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part III)

Disclaimer: Terdapat edit di sana-sini untuk keperluan penulisan post supaya lebih 'nyambung'. Untuk pengalaman membaca yang lebih lengkap, beli bukunya yah ^^

"Sejak kami menikah, hidupku tak memiliki pertanyaan lagi, Gurutta. Aku sudah memiliki semua jawaban. Buat apa bertanya? Aku menghabiskan hari dengan pasti. Aku bahagia, bersyukur atas setiap takdir yang kuterima. Tapi hari-hari ini, aku tidak bisa mencegahnya. Pertanyaan itu muncul di kepalaku. Kenapa harus terjadi sekarang, Gurutta? Kenapa harus ketika kami sudah sedikit lagi dari Tanah Suci? Kenapa harus ada di atas lautan ini. Tidak bisakah ditunda barang satu-dua bulan? Atau, jika tidak bisa selama itu, bisakah ditunda hingga kami tiba di Tanah Suci, sempat bergandengan tanagn melihat Masjidil Haram. Kenapa harus sekarang?" Mbah Kakung bertanya dengan suara tuanya yang bergetar.

... Mbah Putri meninggal di atas kapal. 


"Yang pertama, lahir dan mati adalah takdir Allah. [...] Kang Mas, Allah memberikan a…

Mistake...

... is when you feel afraid of trying more.
... is when you hesitate to do something.
... is what you think you have done to others.
... is what make you feel lost.
... is why you stop believing on yourself.
... is why you get hate from others.



... is the process of your improvement.
... is the reason you live as human.


== Hana ==

[REVIEW] Nature Organic - Lulur Wajah (Strawberry Yogurt Smoothie)

Good day!

Sebelumnya, aku mau ngucapin ^^HAPPY CHINESE NEW YEAR^^ *Gong xi fa cai*
Weekend yang menyenangkan pastinya yaa.. Dan walaupun aku selama long weekend ini stand by untuk kerjaan ga bisa kemana-kemana, tapi istirahat 3 hari ini cukup puas sih. Jadi sempet foto-foto dan nulis review lagi :)
Kali ini aku mau review Nature Organic Lulur Wajah yang varian Strawberry Yogurt Smoothie. Kenapa tiba-tiba aku pake Lulur Wajah Nature Organic?
Kalau kamu udah baca post-post aku sebelumnya, kamu pasti tau kalau aku lagi suka sama hal-hal yang berbau detox, alami dan bebas bahan kimia. Nature Organic ini memenuhi semuanya! Aku jadi ga perlu lagi takut kulit kering karena cuci muka, apalagi 'ancaman' ada zat kimia ketinggalan di kulit setelah aku bersihin muka. Mau bersihin, kok malah nyisain kimia?
Nah, sekarang yang lagi aku pake adalah varian Strawberry Yogurt Smoothie, setelah sebelumnya Choco Oat Milk sudah habis. Kalau Choco Oat Milk kemarin, dia lebih concern untuk melembabkan …

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part II)

Disclaimer: Terdapat edit di sana-sini untuk keperluan penulisan post supaya 'nyambung'. Kalau pengen baca lengkap dan aslinya, beli bukunya yah^^

"Apakah aku bahagia, Gurutta? Aku tidak tahu." Daeng Andipati menunduk menatap meja.

"Aku memang memiliki semuanya, harta benda, nama baik, pendidikan, bahkan istri yang cantik, anak-anak yang pintar dan menggemaskan. [...] Apakah aku bahagia? Hidupku dipenuhi kebencian, Gurutta [...]"

"Sejak melihat Gurutta di masjid kapal, aku sudah ingin bertanya. Bagaimana mungkin aku pergi naik haji membawa kebencian sebesar ini? Apakah Tanah Suci akan terbuka bagi seorang anak yang membenci ayahnya sendiri? Bagaimana caranya agar aku bisa memaafkan, melupakan semua? [...] Aku lelah dengan kebencian ini."  Gurutta berhenti sejenak. Menatap lembut Daeng Andipati di hadapannya.
"Bagian yang pertama adalah, ketahuilah, Andi, kita sebenarnya sedang membenci diri sendiri saat mebenci orang lain. Ketika ada orang jahat …

Page Number X

Let's back to Page Number X. That was the first. She smiled, surprised. She was the happiest girl in the world. She felt she could beat the world.
Let’s back to Page Number X. The happiness gone. Time passed, things changed. She couldn’t feel anything. Her smile washed away. Lost.
Let’s back to Page Number X. Everything was so blurry. She tried to find a way. She decided to start a journey. Where new life she hoped to be there. Another chance, maybe. Wished it would be a better one.
Another surprise. Different, but same surprise. ‘Is it for me?’ ask her to herself. Happy, she hugs the present. ‘This will be different,’ she thinks. She changes, people changes, time changes. Everything has changed. Assured. Blessed. Happy. Everything.
Let’s back to Page Number X. No. Not everything has changed. Certain things remain the same. She feels empty. Will that Page Number X come over again?
2016, February 2nd      

[REVIEW] Spoiler Alert! ~ Rindu - Tere Liye (Part I)

"Aku bekas seorang cabo, Gurutta." Bonda Upe berkata lirih, terisak. "Lima belas tahun lebih aku menjadi pelacur. Sekuat apa pun aku melawan ingatan itu, aku tidak bisa. Di kepalaku masih terlintas wajah-wajah pengunjung Macao Po. Aku bahkan masih mengingat detail tangga besar di ruang tengah yang berwarna emas. Lampu kristal, kursi-kursi panjang. Telingaku masih mendengar gelak tawa di ruangan, deting gelas minuman keras. Aku tidak bisa mengenyahkan kenangan itu, Gurutta."

"Bagaimana kalau anak-anak tahu? Bagaimana kalau Anna dan Elsa tahu guru mengajinya bekas seorang cabo? Bagaimana kalau ada penumpang yang tahu? Aku seorang cabo, Gurutta!" Bonda Upe berseru serak. Ia sudah hampir tiba di bagian paling penting, pertanyaan besarnya.

"Lantas... Lantas..." Dengan suara tergagap karena gemetar, "Aku seorang cabo, Gurutta. Apakah Allah... Apakah Allah akan menerimaku di Tanah Suci? Apakah perempuan hina sepertiku berhak meginjak Tanah Suci? Ata…

[REVIEW] Rindu - Tere Liye (Intro)

Hai semua, selamat malam...

Ketemu lagi di weekend lagi, tapi kali ini aku ingin menulis review tentang buku yang baru-baru ini aku selesai baca. Dan sepertinya untuk me-review satu buku ini, aku akan bagi jadi beberapa part, karena topiknya masing-masing sangat menarik dan inspiratif (seenggaknya inspiratif buatku yah hehe).

Buku yang akan aku review, seperti tertulis di judul post ini, adalah novel tulisan Tere Liye yang berjudul 'Rindu'. Sebenarnya aku beli novel ini pun impulsif dan random aja, tanpa tahu sebelumnya novel ini tentang apa dan bahkan belum pernah sekali pun membaca coretan tangan seorang Tere Liye. Tapi setelah mencicipi satu novel 'Rindu' ini, aku jadi ketagihan pengen baca tulisan beliau lainnya >,<