Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

The 100th Post

Heheh, actually there's no topic in my mind to be written in here, but I want to complete my post number to 100. No point at all, is it? Kekeke..
So, today I did nothing.. I didn't go to campus, I didn't do my essay, I didn't do sewing.. Really nothing, but a job for office. So, I'm a bit tired right now, because I wasn't at home all day until night though. I went to my brother's house, visited him and his wife and my nephew-to-be, and gossiping all day long, then. :p
I ate Sambal Ikan Kayu for the first time too, my sister-in-law made, that was delicious. By browsing I found out that it is peculiar food from Aceh but Ikan Kayu my sister cooked was sent from Sulawesi. So I assume it is well-known in north part of Indonesia. #hammer
The taste is spicy-salty and a bit sour. It is mixture between red onions, chillies, and tomatoes plus Ikan Kayu itself, that been fried all together. Maybe that's all how to make Sambal Ikan Kayu, but actually I don't k…

Marginal Utility in Reality

Wahh, saya capeek deh minggu-minggu terakhir ini setiap hari selalu rutinitas dan kesibukan yang sama: bangun pagi, ke kampus, entah nongkrong di departemen, atau mondar-mandir ke sana-kemari, pulang sore bablas ngerjain 'orderan', sampai malam terus ngerjain tugas-tugas lain terus teler tidur. Setiap hari dengan rutinitas yang hampir sama, cukup melelahkan walaupun rasanya cukup puas tidak melewatkan hari dengan mlongo 'merenungi' masa depan. Hehehe...
Hari ini juga baru bisa selesai semua jam 10-an tadi, dan masih banyak hal yang menunggu untuk diselesaikan besok. Ahh, tetep semangat deh, jalani aja yang di depan mata.. Bismillah..
Tadi setelah menyelesaikan beberapa 'sesuatu' bersama beberapa teman, kami beristirahat dan ngobrol-ngobrol santai. Dan akhirnya membahas uang. Akhir bulan begini seperti anak perantauan pada umumnya, kami mulai mengencangkan ikat kepala, supaya semangat menahan nafsu beli ini-itu. Tentang begitu banyaknya barang yang notabene ngg…

Pelajaran Hari ini: Belajar Sabar

Well, bisa dibilang saya sakit hati. Seperti dipermalukan di muka umum. Tapi intinya di sini saya tidak ingin membicarakan tentang itu, melainkan sisi lain yang saya lihat di sini.

Suatu saat, kita bisa saja berbuat salah. Dan di saat itu kita memang perlu untuk diingatkan atau ditegur tentang kesalahan kita. Tapi ingat, jangan sampai teguran Anda menyakiti perasaan kita. Menegur, memiliki etika sendiri. Jangan menyakiti, jangan mempermalukan, jangan seenak mulut Anda sendiri. Oke, mungkin kali ini Anda benar, tapi apakah akan selalu seperti itu? Apakah Anda selalu benar? Bayangkan, ketika Anda menegur seseorang dan mempermalukannya, kemudian suatu saat Anda berbuat salah, apakah Anda tidak akan merasa dobel-dobel lebih malu? Ingat, manusia semua sama.. Apapun jabatan Anda, tidak berarti Anda berlaku seenaknya pada orang lain yang mungkin tampak tidak ada apa-apanya dibanding Anda.

Kecuali jika Anda memang gila hormat. Ingin semua orang menunduk-nunduk di depan Anda. Tapi jangan kaget…

[REVIEW] THE HUNGER GAMES : Suzanne Collins

Saya baru saja menyelesaikan membaca novel The Hunger Games dan ceritanya sangaaaaaat bagus! Saya membelinya dalam paket berisi ketiga serinya karena saya penasaran sejak waktu itu saya mendengar komentar-komentar teman-teman yang sudah menonton filmnya. Bahkan filmnya baru saja saya tonton setelah menyelesaikan buku kedua Hunger Games, Catching Fire.


Dengan membaca buku ini, saya semakin kagum terhadap penulis buku-buku fiksi. Bagaimana mereka bisa berimajinasi begitu tinggi dan menakjubkan, membuat dunia yang bahkan tidak ada dan tidak mungkin untuk ada di dunia nyata.
Di buku ini, saya menangkap bahwa sebuah negara akan kuat jika seluruh bagian negara itu bersatu dan saling bekerja sama. Terkadang para pemimpin memimpin rakyatnya hanya untuk mencapai misi pribadinya dan oleh karena itu sebagai rakyat seharusnya kita memiliki tujuan ideal kita sendiri. Jangan mau hanya menjadi pion, tapi tunjukkan pada mereka bahwa kita bukan milik siapa-siapa. Kurang lebih isi keseluruhan novel ya…

My Opinion about Buying Expensive Cosmetic/Skincare

First of all, I want to say that I think ‘expensive’ is relative, depend on how much your income is. The higher your income level, the higher standard of price you will have.
Yesterday, I went for a walk with my friend when we looked for a skincare counter. Few days ago we bought a magazine that gave us voucher to buy that brand or sample size and gift when we purchase it. I know before that the product is soooo expensive (for me) and I think I will never buy it for any reason. But my friend (who actually rare to find her get attracted to a skincare brand, especially the expensive one), wanted to use the voucher.
Then we go to the counter, asking this or that. AND the beautician said that there is no sample, plus the gift will be given after a purchase worth 2 million! Soooo WOW!! Actually 2 million here, means you will get few things (only) because per item could be worth above IDR 500k, then you can estimate the average price of the other item.. #sigh
Well then, I knew that my deci…

Ganti Nomor HP dan Sadar

Judulnya tampak gak nyambung ya? Memang gak nyambung, kok, karena di post ini saya akan menceritakan dua hal yang berbeda namun terjadi sebab-akibatnya di hari ini.

Yahh, karena sesuatu dan lain hal, akhirnya saya menonaktifkan nomor HP yang saya pakai sejak SMP. Dan hari ini, hal itu tampaknya membawa dampak yang kurang menyenangkan. Sebenarnya saya sudah woro-woro ke teman-teman kalau nomor HP saya ganti dengan nomor baru. Sms pun sudah saya lakukan dengan nomor yang baru. Namun mungkin ada miss yang akhirnya saya ketinggalan sebuah jarkom penting, mungkin karena salah klik ke nomor lama. Bukan salah pengirim, tapi bukan salah saya juga. Yang salah ya nomor HPnya, ngapain pakai ganti" nomor segalaa.. Alhasil saya datang ke acara penting nelaaaaat banget!

Sebelumnya, saya nggak pernah telat selama itu. Saya dibesarkan di lingkungan keluarga yang selalu berangkat awal, walaupun sejak kuliah saya mulai meremehkan ketepatan waktu, tapi tidak pernah saya telat sampai satu jam, apala…

Hari Ini : Pergi Sendiri

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya pergi atau jalan-jalan sendirian. Tapi sudah lama sejak terakhir kali saya jalan-jalan ke mall sendiri.

Nah, tadi siang sepulang dari kampus saya bertekad untuk mampir di mall terdekat dengan kampus, tujuannya sih untuk beli sesuatu yang saya butuhkan. Setelah dapat barang yang saya cari, kok rasanya nanggung banget kalau langsung pulang. Apalagi di jalan tadi hawanya panaaaas banget. Akhirnya, saya memutuskan untuk cari tempat duduk yang nyaman buat spending time.

Pilihan saya jatuh di J.Co karena kalau di fooodcourt kok rasanya ga nyaman ya buat duduk sendirian, apalagi tempat makan yang 'serius', malah gak enak buat duduk lama-lama. Jadilah saya ngendon di J.Co selama beberapa lama. Lihat kesibukan orang-orang di sekitar saya, rasanya ikut merasa seru. Sebentar-sebentar saya ingat zaman duluu awal-awal kuliah di Surabaya. Awal-awal jalan sama temen-temen. Gak kerasa sekarang udah masuk semester tua, udah mulai sibuk dengan kesibukan…

Novel vs Film

Akhir-akhir ini semakin banyak saja film yang dibuat based on novel, baik itu ber-genre fantasi, thriller, fiksi, dan lain-lain. Biasanya, film semacam itu disambut penonton dengan antusias, terutama jika novelnya adalah novel bestseller. Film yang based on novel yang saya suka adalah Harry Potter, Lord of the Rings, Twilight Saga, apa lagi yaa? Mungkin ada lagi tapi saya lupa. Ada juga film Indonesia seperti Laskar Pelangi, Perahu Kertas, apa lagi yaa?? Kok jadi blank gini sih kalo lagi diinget-inget?? hehe.. #abaikan
Tapi seriiing banget kejadian, penonton jadi kecewa setelah nonton film. Seringnya sih, banyak komentar ‘waahh, gak heboh seperti di novel!’, ‘wahh, cast-nya gak asik, gak sesuai!’, dan banyak lagi komentar kecewa. Kalau saya, sih, seringnya nonton film yang berdasarkan novel kecewa kalau ada bagian novel yang harusnya ‘heboh’ tapi di-skip, gak diceritain. Selebihnya, saya puas-puas aja, sih.
Menurut saya, film ya film, novel ya novel. Film based on novel, kan cuma ins…

Rejeki Sudah Diatur

Hari ini saya mendapat kejutan. Walaupun sudah pernah membicarakan hal ini dengan teman-teman ‘sepermainan’ saya, tetap saja begitu kejadian ya kaget juga. Kami sudah tahu dari awal cepat atau lambat hal ini akan terjadi, tapi terkejut juga begitu kejadian.
Kebetulan, tugas kuliah KWU untuk membuat bisnis semester kemarin masih jalan sampai sekarang. Waktu itu sempet ngobrol sama salah satu temen, tentang contek-contekan barang. Sempet khawatir dan lain sebagainya. Sampai akhirnya kami mendapat kesimpulan, ‘Ya udah deh, kalo dicontek biar aja. Toh, rejeki sudah ada yang ngatur. Makanya itu, kita musti bikin inovasi terus’. Dan tenanglah kami setelah meyakini kesimpulan tersebut.
Tapi begitu kejadian beneran hari ini, yaa saya akui kaget juga sih. Sempet mikir, ‘Kok gitu sih?’ Tapi setelah ngobrol-ngobrol, yaa udahlah. Inget, ide yang mendasari kami juga berasal dari orang lain. Rejeki udah ada yang ngatur. Positifnya, bisa ‘memberdayakan’ orang lain.
Tenang deh. Dan bener, begitu kita me…