My Kind of True Love

Who are you calling 'Your Half'? Is he someone you love? Is he someone you need? Does he mean so much for your life? Why?

I've read somewhere about true love. It's not someone who you love endlessly, forever. Because love fades. It's not someone who you adore by his looks, attitude or anything. Because people changes. True love is when you have someone and you can't stop caring about him. Forever. Your silence, his silence, it doesn't mean you stop caring. Until you both growing old, you just need him to be there. Just the presence is enough.

And I saw that kind of True Love. Not telling 'I love you', but I know the unspoken words that 'I care about you'. The woman is very straight forward, the man is the romantic one. The woman is the 'stay cool' type, and the man is more to 'tender' one. I saw the big gap of character between them, but still, they last until forever.

And one of them is sick now. I know how heartbreaking it is to the other person, but she remains strong.

I'm not a sweet girl who can tell romantic stories. But I write this, my-kinda-romantic-story, just to send them a big hope that everything will be alright. That their love will remains in my heart forever.

That I wish I will have this kind of True Love in my life.

That I believe, True Love is not as sweet as in fairytale.

Yeah, but I want it, though >,<.

Well then,

Regards,

Another History, Another Family

Dear readers,

Again, long time no see you guys. After last 'busy' rotation, got chance to experience a WONDERFUL journey.

Dulu, sekitar 10 tahun lalu, zaman masih SMP, aku gabung di tim inti Pramuka di SMP. Waktu itu sih niat gabung ya supaya nambah temen, nambah aktivitas di sekolah dan entah kenapa waktu pemilihan bisa kepilih gitu. Padahal aku ringkih gini kan, tapi yaudahlah dengan menguatkan tekad aku maju dan ga mengundurkan diri.

Dulu sih di Pramuka, kita digembleng untuk ga menye, survive di alam luas yang minim fasilitas, belajar disiplin dan kuat. Kulit item, rambut kusam, bukan masalah. Yang utama sih harus kompak, kerja sama, persamaan. Satu salah, semua push up. Waktu dihukum push-up, lupa halsduk (itu loh dasi merah-putih) ga dimasukin baju trus kena tanah, dihukum lagi push up. Dikit-dikit push up, lari, sit up.

Dan yang paling aku ingat,waktu mau lomba PBB, kami dilatih oleh tentara. Kalo sikap hormat salah, tangan dipukul-pukul ke tanah sampe bener sikap tangannya. Semua harus bener, disiplin. Tapi yaa jaman SMP dulu paling latiannya di sekolah. Atau campingnya di area perkemahan yang walaupun alam terbuka, masih tergolong gampang lah, ga ekstrim. Jadi tekanannya lebih ke pelatihannya, bukan di medannya.

Tapi, tiga hari kemarin aku dapet pengalaman baru dari acara Character Building MDP Smartfren. Challenge sama: disiplin, kerja sama, saling percaya, mental dilatih biar ga menye PLUS medannya bener-bener di hutan, sungai, dan bukit yang 5 kali lipat lebih berat daripada jaman sekolah dulu. Lebih real lah tantangannya.

Sejak hari pertama, baruu aja sampai di kantor untuk kumpul dan mau berangkat ke lokasi, kami lagsung dihukum push-up karena terlambat. Berangkat naik truk tentara, sampai lokasi di Bogor, dihukum lagi untuk berguling-guling. Terus disuruh menghilang dalam 10 detik (yang kami semua bingung gimana caranya menghilang coba hahaha). Akhirnya kami semua lari ke arah rerumputan dan pepohonan. Karena waktunya singkat, aku terjun ke semak-semak terus tiarap.Terus dihitung lagi untuk lari balik ke posisi semula. Sport jantung banget lah sumpah >,<

Lalu kami berangkat ke site perkemahan. Melewati sungai yang airnya masih jernih dan dingiiiin banget, lompat dari batu ke batu. Terus mendaki bukit, turun bukit. Aku hampir jatuh ke jurang waktu turun bukit dengan berpegangan tali. Gara-gara kurang olahraga nih kayanya, jadi ototnya ga kuat nahan badan sendiri :(

Tapi syukurlah hari itu sampai dengan selamat di dataran perkemahan. Bangun tenda, makan siang, sampe akhirnya masak buat makan malam pake kayu bakar dan hari ditutup dengan me-review lesson learnt dari pengalaman yang didapat dari perjalanan sejak pagi hingga malam.

Tidur malam di tenda nyaman banget sih. Beda sama jaman sekolah dulu yang tendanya ala kadarnya, kemarin tendanya udah modern dan kita dikasih matras + sleeping bag satu-satu. Jadi alas tidurnya empuk dan badan hangat. Tidur nyenyak diiringi suara serangga-serangga malam walaupun sempat kebangun bentar karena merasa tidur udah lama tapi belum ada suara dibangunin (takut bangkong ga punya alarm), tapi over all tidur malam itu enaaaak banget rasanya.

Besoknya pagi biasa aja sholat Subuh jamaah, renungan pagi, sarapan daaaan tracking LAGI! Medannya lebih berat dan lebih jauh. Atau bisa jadi karena udah capek jadi kerasa lebih berat. Tapi menyenangkan sih, challenging gitu. Tujuan kita saat itu adalah air terjun, untuk nantinya body rafting! Waaaah, seumur hidup, ini nih yang belum pernah aku lakuin. Rafting pake perahu karet aja belom pernah, ini cuma pake rompi pelampung! EXCITED!

Sepanjang jalan kita cuma dibawain clue di kertas gitu. Semacam lintas alam tapi medannya lebih riil agak berat gitu. Dan dengan adanya kegiatan seperti itu, kerasa banget pentingnya kerja sama tim, saling percaya, saling bantu. Seneng banget! Setelah lamaaa kita jalan dan paha udah kerasa panasnya, sampe deh di sungai.

Turunnya pake tali karena tanahnya miring dan licin. Masuk air langsung cesssss, duingin banget! Dingin harus ditahan karena nunggu gantian kita bergerak mengikuti arus, sambil dibrief dasar-dasar cara lompat ke dalam air. Dan finally, kita disuruh lompat ke air dari atas air terjun ke bawah! Ga tinggi banget sih emang, paling sekitar 8-10 meter, tapi lumayan juga sensasi adrenalinnya. Another first >,<

Setelah kedinginan, foto-foto, terus naik bukit lagi makan ubi rebus plus teh manis hangat terlezat seumur hidup, kita jalan lagi menuju air terjun kedua dan lompat lagi ke bawah. Ga setinggi yang pertama, jadi lebih nyantai lah. Dari ujung kepala sampai kaki basah kuyup dingin banget. Selama ini setiap ada acara masuk air di setiap outing/ospek/kemah yang aku ikutin, ga pernah sama sekali aku masuk air karena takut dingin. Tapi kemarin aku merasa harus bisa dan alhamdulillah semua baik-baik saja.

Akhirnya kita jalan lagi balik mendaki bukit. Terasa sedikit lebih susah karena sepatu basah dan lebih licin, badan juga gemeteran kedinginan. Tapi akhirnya kita sampai dengan selamat di bumi perkemahan. Mandi, bersih-bersih, sholat, makan siang.. Lalu sore, jalan LAGI untuk berburu.

Aku pikir berburu bagaimana. Ternyata berburunya itu, udah ada bahan makanan di dalam plastik di tempat-tempat tertentu gitu. Kita disuruh ambil dibekali senapan paintball, dan ada sniper di atas gitu yang nembakin kita. Lucu banget dah, kita tiarap-tiarap berusaha maju sambil nembakin sniper yang (udah pasti) missed tembakannya. Sedangkan sniper di atas keliatan kita banget yang kepalanya nongol-nongol ga jelas ditambah skill nembak mereka luar biasa. Tapi alhamdulillah bahan makanan berhasil terambil dan makan malam kita saved!

Masak pake kayu bakar kaya malam sebelumnya, tapi malam itu aku dapet skill tambahan: nyalain bara api dengan niup-niup pake mulut! Hahahaha, diajarin mas-mas tim trainer gegara aku ga kebagian piring atau apapun buat ngipasin kayu. Hebat ya mereka survival skill nya >,<

Overall malam itu lebih tenang, kita tidur awal. Dan sebelum tidur ngobrol sama temen satu tenda, aku berhusnudzon bahwa malam akan baik-baik aja sampe besok pagi. Ga ada jurit malam. Ga ada ditakut-takutin malam-malam. Dan kita tidur dengan nyenyak, sampai ngigau. Hingga entah jam berapa, malam masih gelap, tenda goyang-goyang hebat sambil ada suara teriak-teriak. Antara masih mimpi, linglung belum sadar betul, cari-cari kerudung di kegelapan, kita keluar tenda dengan muka cengok diiringi para pelatih teriak bangunin kaya marah-marah gitu. Cuma aku ga takut atau apa karena mencerna kata-kata aja masih belum sanggup hehehe.

Ternyata ada acara tengah malam. Bukan jerit malam. Namun semacam disuruh merenung gitu deh. Kita disebar sendiri-sendiri di titik-titik tertentu dibekali lilin, korek api, dan garam. Disuruh bawa matras dan sleeping bag. Terus disuruh nulis harapan kita untuk masa depan, ucapan terima kasih untuk coach selama program MDP, sama surat untuk orang yang paling dicintai. Dingin, gelap, sendirian.. Otomatis dapet banget feelnya nulis begituan, apalagi pas bagian surat untuk orang yang paling dicintai. Nangis banget sampe bingung mau buang ingus gimana ga bawa tisu apapun (kok jadi jorok ya?)

Sampe pagi deh itu acara renungan walaupun waktu menjelang Subuh kita udah balik ke saung tempat kumpul, terus kita diajarin cara tidur berkualitas (walaupun tanpa diajarin aku juga pinter banget kalo urusan tidur). Sampe siang acara beres-beres bersih-bersih dan akhirnya pulang ke peradaban.

Kalo di review lagi, outbond kemarin lebih banyak menyenangkan dari pada menakutkannya. Capek iya, tapi saya tetep ngerasa tenang karena toh ada tentara, trainer dan banyak teman-teman, jadi pasti aman lah. Ga kayak perjalanan dulu ke Pulau Sempu yang bareng orang-orang ga berpengalaman hahaha. Kalau pengen tau ceritanya, dulu pernah aku share di sini (waktu belom punya blog).

Aku yakin acara kemaren pasti akan jadi memori ga terlupakan seumur hidup. Dan aku bersyukur banget dipertemukan dengan teman-teman hebat, yang selalu memotivasi, saling support, udah kayak keluarga. Semoga kita semua tetep rukun sampe selamanya, aamiin.


Regards,

Kalau Bukan Untukku, Untuk Siapa Lagi?

Dear readers,
Buat kamu yang sedang jenuh
Buat kamu yang sedang lelah
Buat kamu yang rindu keluarga di rumah
Buat kamu yang mempertanyakan apa yang kamu lakukan sekarang
Sering aku liat di shared photo timeline teman, atau status medsos mereka, atau sekedar link di Facebook, tentang 'cemoohan' buat pemuda-pemuda yang terikat jam kantor, terjebak kemacetan (khususnya Jakarta), usia muda dihabiskan untuk berangkat pagi-pulang malam. Atau 'sindiran' nikmatnya jadi bos di usaha sendiri daripada jadi cunguk di perusahaan gede.
Well, terserah sih seseorang mau share apa di medsos-nya. Mungkin kalo positive thinking, anggap aja dia bersyukur hidupnya ga terikat jam kantor, bisa ketemu keluarga kapan pun dia mau, atau bahkan punya bisnis sendiri. Tapi anggaplah aku hari ini lagi bete atau badmood, I can't see the point of your INTIMIDATING quotes. That's hurt, you know?
Kalau bisa memilih, siapa yang ga mau milih stay di rumah sendiri? Siapa yang ga mau milih kerja santai-santai tapi ngehasilin duit banyak buat nafkahin anak-istri? Siapa yang mau bangun pagi cuma buat gabung di kemacetan, terus kerja ngurusin usaha orang lain, pulang malam gara-gara kejebak macet?
Bahkan kalau bisa, kita mau kerja di rumah sambil berkumpul dengan keluarga, kuliah dengan dosennya yang dateng ke rumah jadi ga perlu kita jauh-jauh ke luar kota/negeri terus jadi anak kos susah di sana. Tapi bagaimana?
Life's a choice, bro. Who are you to judge other's choice? Oke, bukan nge-judge. Tapi status/quote itu cukup mengintimidasi orang lain. Cukup membuat seseorang menyesal akan pilihannya. Cukup bikin orang yang udah capek kerja/sekolah, rindu keluarganya, atau bahkan mulai jenuh dengan rutinitasnya, untuk semakin down.
Bersyukurlah buat kamu yang ga perlu jauh dari keluarga, udah bisa kerja bagus, sekolah tinggi, ga capek di jalan.
Tapi buat kamu yang 'kurang beruntung'?
Kamu beruntung. Keluar dari comfort zone, menghadapi tantangan-tantangan baru, bertemu dengan 'kehidupan' baru. That's life! Sudah pasti pengetahuan kamu bertambah. Mental kuat juga sudah dijamin kamu dapetin. Pengalaman-pengalaman itulah harta berhargamu.
Bertemu orang-orang baru yang beragam. Tinggal di lingkungan yang bisa saja sama sekali berbeda dari tempat asalmu. 'Terpaksa' menghadapi segala situasi sendiri. Semua itu ga ternilai. Kalau kamu lulus, dimanapun kamu berada, pasti kamu bisa hidup.
Terus berkembang. Terus berusaha. Untuk siapa? Untuk kamu sendiri. Yakin, dimanapun kamu berada, keluarga selalu mendoakan dan mendukungmu. Doa akan selalu 'mengumpulkan' kalian walaupun berjauhan.
Terus berjuang, kawan.
Xoxo

Good Night.. Need extra power asap!

Berapa bulan sudah lewat lagi? Udah 7 bulan ya? Kalo lagi hamil ini udah bikin syukuran 7 bulanan nih..kkk
Anyway, setelah 7 bulan merantau di Jakarta, baru belakangan ini ngerasain 'sensasi' orang kantoran di sini. Biasanya dari kos ke kantor tinggal loncat aja udah sampe *oke, agak lebay*, sekarang bener harus berangkat pagi pulang malam, pake jalan kaki jauh, pindah halte busway, lanjut angkot, dst.
But, it was fun. Tiring, but fun.
Mungkin karena baru jalan beberapa hari [atau minggu]. Mungkin juga karena kerjaannya juga belom numpuk atau stressful. Tapi aku harap sampe besok-besok ke depannya masih bisa menikmati sih. Hidup itu intinya kita harus menikmati dan mensyukuri, bukan?
Tapi emang sih,sampe kos bawaannya udah nggeblak aja pengen cepet tidur. Dan begitu tidur, ga ada kebangun sampai besok pagi. Ini udah hampir 3 minggu full masuk, tanpa libur. 9 hari diantaranya bangun jam 6-6.30, pulang sampe kos jam 22.30-23.30. Terus lanjut masuk normal tapi ke kantor distributor yang jauuuh di ujung dunia. Jadi tetep aja berangkat pagi paling telat jam 7.30 sampe kos lagi jam 19.30 paling cepet.
Buat temen-temen yg udah biasa di Jakarta mungkin bakal bilang 'ah, biasa aja, gue tiap hari gitu' dan nganggap akunya banyak ngeluh. Tapi bukan, ini bukan ngeluh. Beneran. Ini sekedar cerita aja karena ini semua adalah hal baru buat aku. It's okay kan??
Tetep semangat yaaa buat semua. Be strong guys^^
Regards,

Hai, Whats Up? New Routines?

Haiii,selamat hari minggu sore.. Lagi siap-siap mental buat menghadapi hari senin kah? Kalau saya lagi siap-siap nunggu jemputan mau ke rumah sakit nih kayanya.

Sekitar 3 bulan belakangan ini, saya kaya gampang banget flu, pilek, sakit kepala dan teman-temannya. Bad immune, I guess. Tapi kok ini ada feeling kena sinusitis, jadi menguatkan diri untuk menghadap dokter for better diagnosis.

Sedihnya, sejak 2014 berganti ke 2015 dan udah bulan keenam, saya baru nulis 2 post yang artinya SAYA SAMA SEKALI GA PRODUKTIF! Huhuhu, kangeennn.. Habisnya hidup saya belakangan ini hanya berjalan antara kos dan kantor. Seharian di kantor udah menghadap layar laptop, sampe kos rasanya males banget liat laptop lagi. Bawaan pengen tidur, streaming lewat tab, atau sekedar main Path, IG, dan sosmed lain buat liat-liat dan update dikit dunia di luar sana, hehehe
Ditambah lagi, laptop saya kayanya udah mulai tua. Sebel deh tiap pengen browsing, browser saya selalu nge-direct ke ads-ads ga jelas gitu sampe lamaaa banget utk saya nyampe ke alamat tujuan. Bahkan seringnya ga sampe kemana-kemana, muterin ads doang. Belom lagi lemotnya SUPER BANGET! Jadilah si laptop cuma teronggok di atas meja ditumpuki cemilan, kertas-kertas dll ga pernah dibuka.

So, singkat cerita, itulah alasan saya ga pernah nulis di blog lagi. Mumpung jam istirahat, saya curi-curi waktu buat nulis deh..hehe

Anyway, di sini ada yang suka belanja online gak?? Semakin lama, semakin banyak aja nih ya online shop/web yang buka, makin memudahkan kita untuk menyalurkan hobi belanja tanpa harus repot panas-panasan keluar rumah untuk pergi ke mall. Apalagi buat kita-kita yang ga bisa bawa kendaraan sendiri, malah repot kan harus naik angkutan umum demi jalan ke mall dan belanja-belanjii..

Dulu, pernah ada masa-masa saya suuuukaaaa banget sama yang namanya belanja online. Sebentar-sebentar ada aja paket datang ke rumah. Tapi dulu masih zaman online shop di Facebook atau BBM gituu, jadi agak susah buat milih barang, compare harga, nentuin trusted seller nggak, dll. Jadi kaya untung-untungan gitu belanjanya. Pernah suatu kali saya beli baju lewat olshop di Facebook. Asumsi saya, karena saya kurus, beli baju pasti cukup lah ya. Lagipula sebelum-sebelumnya saya beli online juga selalu oke aja sih kalo masalah ukuran. Ehhh sedihnya, waktu itu bajunya kekecilaaan!! Berhubung saya yang terkecil ukuran badannya dibanding sodara-sodara lainnya, jadilah baju itu dibuang sayang disimpen buat apa. Dan sejak itu saya jadi males beli baju online.

Tapi sebenernya, baju yang dijual di toko-toko itu seringnya pasaran, terus suka susah cari model yang kita pengen. Belum lagi harganya yang sering ga sesuai sama barangnya, baik dari segi bahan, model dll. Jadi kalo untuk acara-acara saya jadi prefer jahitin, biar pas sesuai keinginan dan harganya worth it gitu. Suka ribet sih, nunggu lama, apalagi kalo penjahitnya lagi rame orderan, musti ekstra sabar. Apalagi mau lebaran gini, pasti PR banget deh buat cari baju baru yang oke.

Tapi pada tau Zalora kan? Di sini, kamu bisa dapet SEMUANYA! Model oke, harga oke, praktis ga perlu desak-desakan. Tinggal klik baju yang kamu suka, tinggal nunggu di rumah barangnya datang sendiri. Baju pesta di Zalora cantik-cantik, cocok banget buat acara reuni lebaran sama keluarga atau datang ke nikahan temen/sodara (maklum, belakangan ini lagi musim nikahan dimana-mana, saya kapan?)
So, tunggu apa lagi? Desak-desakan pas mau lebaran udah ga jaman! Mending waktunya dipake buat tadarus yah di rumah. Urusan belanja, serahkan ke Zalora^^

cantik kan?? ^^

Di Sini, yang di Luar Ekspektasi

Jakarta.
Sebuah kota yang semua orang Indonesia pasti mengenalnya. Setidaknya, pasti pernah mendengar namanya di tv, radio atau minimal dari perbincangan orang lain. Simply, karena dia adalah ibukota negara kita. Dan banyak sekali pemberitaan yang menyangkut kota Jakarta, entah itu sepenting berita politik, kriminal, atau budaya, maupun berita tidak penting semacam gosip selebriti, hiburan, konser dan lain-lain.

Saya tidak pernah membayangkan akan pernah mencicip tinggal di kota ini. Saya tidak bercita-cita tinggi, menjadi presiden misalnya, yang sudah pasti akan bertempat tinggal di Jakarta. Yang saya bayangkan adalah tinggal di kota semacam Surabaya, yang hangat, nyaman dan penuh keramahan. Tapi Tuhan berkehendak lain: saya harus ke Jakarta.

Sejak saya kuliah, saya terbiasa ada di lingkungan yang 'ramah', dimana hampir semua (kalau tidak bisa dibilang semua) teman-teman saya berasal dari keluarga biasa saja, yang aware terhadap kewajiban beragama (seperti sholat 5 waktu, misalnya), hidup sederhana (yang memperhitungkan budget dan realisasinya) dan kebiasaan-kebiasaan lain yang mungkin 'anak kos banget'.

Lalu saya membayangkan Jakarta kota yang menyeramkan, keras, penuh bahaya. Karena semua teman saya yang pernah mencicipinya berkata demikian. Atau karena di televisi begitu banyak liputan mengkhawatirkan tentang ibukota ini. Kota hedonis, hura-hura, individual.. Tapi begitu saya di sini, saya melihat beberapa hal di luar image buruk tadi..

Pertama, di sini banyak ada banyak cara untuk berbuat baik. Kalau di kota lain kita mudah saja bawa kendaraan sendiri kemana-kemana, di Jakarta akan sedikit kesulitan karena macetnya yang ruar biasa, sehingga transportasi umum menjadi pilihan. Saya senang saat naik busway, saya melihat perempuan muda yang memberikan kursinya kepada ibu yang menggendong anaknya, atau kepada ibu-ibu lansia, atau wanita hamil.. Jadi tampak mudah sekali untuk mencari pahala di sini (kalau mau lho ya :p) Saya tidak tahu, apakah seperti itu juga keadannya di angkutan umum lainnya. Mungkin Tuhan sengaja menunjukkan kebaikan itu supaya saya ga negatif-negatif amat menilai Jakarta ya? Hehehe

Kedua, kota ini mengajarkan banyak bersabar. Sudah jelas ya, kita harus sabar ketika menghadapi macet yang pasti akan dihadapi kalo kamu ke Jakarta. Untungnya, untuk berangkat kantor dari kos saya, saya hanya tinggal menyeberang jalan saja, jadi saya tidak terlalu merasakan sensasi sabar menghadapi macet saat hectic berangkat kantor takut telat. Tapi pernah lah beberapa kali kalo saya pergi saat weekend atau visit lapangan pas jam kerja, saya ngerasain macet. Dan emang HARUS sabar. Ga bayangin deh kalo harus tiap hari merasakan hal itu.
Tapi yang pasti, saya harus sabar menunggu tanggal kepulangan saya yang jarang. Maklum, masih (calon) karyawan baru, belom dapet cuti. Gaji juga udah pas buat ini-itu, harus nabung dulu buat beli tiket. Yah, belajar sabar...

Ketiga, hmmm... Saya belom nemu poin ketiga. Mungkin next time yah saya update lagi post ini. Kekeke :p

Have a good day everyone^^

Regards,

Hari ke-21

Baru (atau sudah?) 21 hari di perantauan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 

Betah?
Betah sih.. Saya tipe orang yang ga banyak komplain ini itu, dikit-dikit ga betah pengen kabur aja. Disyukuri, dinikmati aja. Lagipula, kalo misal ga betah, harus gimana? Cus gitu aja? So, HARUS BETAH!

Stres?
Belum, kerjaan masih pemanasan walaupun cukup bikin pusing mikirinnya.

Kerjaan oke?
Sejauh ini masih kaya kuliah, kaya kerja tugas kelompok gituu..

Udah punya teman? Baik-baik?
Alhamdulillaaah, teman-teman di sini baiiik, asiiik.. Di luar ekspektasi lah..

Makanan cocok? Makan yang banyak, biar ga sakit..
Makanan sih cocok aja, cuma ga cocok di harga. Soto doang tanpa nasi masa Rp19rb? Sate tanpa lontong Rp 15rb. Tapi belakangan udah dapet warteg yang cocok banget di lidah dan kantong jadi udah mulai settle makanannya.
Kalo masalah makan banyak, jangan khawatir. Setiap masak nasi, saya selalu kebanyakan (belum bisa nakar beras pas-pas an) Kalo ga dihabisin kan sayang ntar kering trs kebuang, jadi selalu saya habisin (tapi berat badan tetep belum naik kok).

Udah keliling kemana aja?
Nah ini.. 3 minggu di sini saya belum kemana-kemana selain kantor, Sarinah, ITC Mangga Dua (itupun karena training di sana), samaaa waktu itu ke Sentul City di Bogor, main sama temen-temen ke Jungleland. Oya, ke bundaran HI juga pernah, hahaha

Enak dong sering CFD?
Nggaaak, baru sekali doang minggu lalu CFD. Suka bangun kesiangan kalo hari Minggu kkk

Udah nyobain busway?
Udahhh, udah nyoba mikrolet yang jalan mundur jugaa.. Yang belom kesampean nih naik BAJAJ! Mahalan bajaj sih daripada busway ._.

Ga kebanjiran?
Gak, alhamdulillah bukan daerah banjir.. Palingan air menggenang  atau mengalir agak banyak, cuma ga tinggi, paling 3 senti :p

Kangen ga sama keluarga?
Kangeen.. Tapi segala puji bagi teknologi SKYPE yang bisa kasih liat tatap muka sama ibuk setiap hari.. Terima kasih juga sama kantor yang kasih FREE CALL sesama Smartfren, bisa ngobrol SEPUASNYA (promo dikit yak :p)


Okey, ini dulu update saya tentang kesan 21 hari saya di Jakarta.

Stay strong guys
xoxo^^


"Seandainya saja..."

Apa yang terjadi di masa lalu sebenarnya bukan sesuatu yang harus disesali, apalagi diratapi hingga membuat sakit hati. Tapi terkadang per...