Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

WANITA - Movie Review (habibieainun)

Masih kebawa emosi nonton film Habibie&Ainun sore tadi. Film yang menginspirasi, baguus sekali menurut saya.
Saat awal film, Bu Ainun, wanita yang cantik, sopan, pintar pula, disukai banyak laki-laki. Para lelaki itu datang bersama pangkat, jabatan, prestasi, bahkan kekayaan mereka, dengan sangat manis mereka bugkus untuk 'dihadiahkan' pada Bu Ainun. Saat itu beliau tidak perduli. Beliau justru memilh Pak Habibie yang datang dengan naik becak, tidak membawa apa-apa. Pak Habibie hanya membawa cita-cita, tujuan hidup dan keyakinannya, keoptimisannya tentang hidup. Ya, begitulah seharusnya pandangan kita. Wanita, seharusnya tidak melihat materi dan jabatan laki-laki, tapi usahanya dan cita-citanya lah yang lebih makesense untuk dijadikan pertimbanga. Bagaimana dia melihat masa depannya, apa yang diusahakannya untuk tujuan jangka panjangnya, itulah yang terpenting. Karena hal itulah yang akan menentukan, ke arah mana kita, wanita, akan dipimpinnya.
Bukannya saya bilang materi …

Mother Day

Wahh,sudah lama sekali tampaknya saya tidak muncul di dunia blogger. Akhir-akhir ini, selain tidak ada topik menulis, saya juga lagi suka menceritakan pikiran saya melalui gambar. Kalau mau lihat,bisa follow di Instagram saya #promosi hehehe..
By the way, hari ini 22 Desember 2012, bertepatan dengan hari ibu. Wahh, jadi kangeen sama ibu. Hari ibu, menurut saya mungkin lebih memperingatkan kita bahwa ibu kita telah berjuang keras untuk membuat kita 'ada'. Tidak hanya ibu, sebenarnya, ayah juga. Tanpa mereka, kita tidak mungkin bisa menjadi seperti sekarang. Bahkan, kita tidak akan ada tanpa keberadaan mereka. 
Kebetulan, beberapa hari yang lalu kakak ipar saya melahirkan anak pertama. Mendengar ceritanya saat menjelang proses melahirkan, kebayang banget perjuangannya menahan sakit sebelum bayi lahir. Hmm, kita masih 'mau ada' saja udah menyakiti ibu yaa.. Masa' sekarang udah besar masih mau menyakiti lagi?
Nah, ingat-ingat deh, sudah berapa kali dalam hidup kita me…

Note for Myself

Okay, not for the very first time I experience this. Sometimes people doubt my religion.  I mean, they ask 'are you moslem?' to me. Err, but 'are you chinesse or javanese' question is more often, though.  #noSARA
But today, I experience it cause by my own fault.  Because one or two reasons, I didn't wear my veil. First reason is, I lost my needle and when I try to wear it without needle, it got messed up while I must go home on motorcycle. Second, I thought I will straightly go home, I will meet nobody AND I wear helmet, so I think nobody will recognise me.
Then, it happened. My friend and I drop by a stall to buy food. We met people, we had conversation and one of them asking my religion after knowing where I study. PLUS, one of them know my college friend. Oh NO!
Okay, the point is, I find out that hijab is our identity as a muslimah. It makes you more comfortable and have no worry on anything.
Sorry for my babbling english. This just random post about a WARNING…

Time is Running Out

Weekend ini menyenangkan sekali..Selain karena long weekend, dimana semuanya libur dan begitu pula bagi saya yang notabene sudah tidak punya rutinitas yang terlalu mengikat, juga karena orang tua saya yang menghabiskan long weekend ini di Surabaya. Artinya, saya bisa ndempel selama beberapa hari. Hehe..
Tadinya ada rencana untuk menghabiskqn long weekend ini ke Semarang, tapi karena suatu hal, rencana batal. Kalau saya sih ya seneng-seneng aja walaupun beberapa hati kemaren cukup excited membayangkan perjalanan ke luar kota yang udah jarang-jarang kami lakukan.  Tapi intinya, dimanapun bareng keluarga, saya senang sekali. Terlebih lagi, sepupu-sepupu juga liburan di sini. Ramee deh..
Kalau dihitung mulai rabu, 4 hari 4 malam cukup lama mengingat biasanya bisa kumpul rame-rame lama selain lebaran ya paling 2-3 hari saja. Tapi waktu yang cukup lama itu, dirasakannya sebentar sekali. Tahu-tahu saja besok sudah hari minggu, pagi-pagi ortu udah harus pulang.. nih, mulai deh mellow lagi..
T…

Alkohol Dimana-Mana

Akhir-akhir ini beberapa kali saya membicarakan topik ini dengan teman dan orang lain. Yaa, kebetulan aja sih, kok alkohol ini jadi trending topic di kepala saya.. hehe..

Sebelumnya, yang akan saya tulis di sini hanya pemikiran saya sendiri. Bukan berarti saya ahli agama atau apa, jadi besar kemungkinan apa yang akan saya tuliskan ternyata salah. Boleh kok berbagi pikiran melalui comment di bawah. Hehee..

Sudah jelas dalam agama saya, Islam, khamr adalah minuman yang diharamkan. Khamr ini, zaman sekarang sering disamakan dengan minuman beralkohol yang notabene memabukkan. Kenapa diharamkan? Karena membuat peminumnya yang mabuk kehilangan akal, tidak bisa berpikir jernih dan benar. Pada akhirnya, orang-orang berpendapat bahwa apapun yang beralkohol adalah haram.

Lalu, bagaimana dengan tape? Durian? Kan beralkohol semua? Nah, untuk dua makanan itu, halal kan? Selama makannya gak berlebihan. Kalo berlebihan, ya ujung-ujungnya mabuk.. Mabuk tape, mabuk duren.. Hehe.. Eh, eh, tapi kan bene…

Sakit Itu Nggak Enak

Sejak kecil, saya memang lumayan sering sakit, terutama batuk, pilek, masuk angin, demam.. Seingat saya, sih, saat kelas 2 SD saya untuk pertama kalinya merasakan sesak napas gara-gara batuk. Sampai sekarang pun, seringnya saya asma ya gara-gara batuk. Sungguh mengganggu, apalagi batuk juga sering sepaket dengan pilek. Walaupun kedengarannya penyakit yang sederhana, tapi cukup membuat saya nggak enak keluar rumah, males mau ngapa-ngapain, pokoknya lemeees banget, gak bersemangat. Apalagi mau long weekend gini dan ada rencana liburan keluar kota, malah sakit gini, bete-nya jadi dobel-dobel deh.

Nah, mau bagi-bagi cerita tentang apa yang saya lakukan ketika menghadapi sakit batuk-pilek-asma gini, nih.. Daripada saya geletakan gak berguna kek sarung kotor, mending nulis blog agak geje dikit, gapapa kan?hehe..

Pertama, kalau udah ngerasa tenggorokan agak nggak enak, ada tanda-tanda mau batuk, saya STOP minum es, makanan ringan macam chiki dkk, goreng-gorengan yang berminyak banget. Saya b…

Chapter 2 - ALAN

Aku memandangi surat berwarna krem di tanganku. ‘Aku sudah tahu, aku pasti lolos,’ pikirku sambil meremas kertas itu dan melemparnya ke sudut kamar. Aku duduk di kamar apartemenku yang kumuh. Sudah tiga bulan aku belum membayar sewa apartemen. Setelah ini, pasti akan aku lunasi biaya sewanya dan segera pindah ke tempat yang lebih baik.
Aku segera bangkit ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk ke kantor manajemen artis yang telah meloloskanku di audisinya. Aku memakai kaos dan jeans casual, tidak mau terlihat antusias karena telah lolos audisi. Aku harus membuat mereka merasa merekalah yang membutuhkanku, bukan sebaliknya. Setelah siap, aku bergegas menuju stasiun bawah tanah. Aku harus mengejar kereta ke arah MoonDale District pukul 9.00. Mungkin aku harus makan siang di sana, karena jadwal registrasi ulang peserta yang lolos audisi baru pukul 1.00 siang nanti.
Gudhiluvia memiliki lima distrik, yaitu Frontera, Smutek, EstrellaFall, MoonDale, dan PhoebusCrater. Frontera adalah distrik…

Rumah dan 'Rumah'

Masih melekat dalam ingatan, saat dulu aku belajar kata-kata Bahasa Inggris dengan Bu Guru, aku pernah bertanya, "Apa bedanya home dan house, Bu?". Saat itu bu guru tersenyum dan menjawab sekenanya, "Kalau house itu bangunan rumahnya, sedangkan kalau home itu rumah dimana ada keluargamu." Aku sempat bingung saat itu. Otak kecilku belum bisa membedakan antara rumah dan 'rumah'. Bukankah keluarga ya ada di bangunan rumah? Ah, aku jadi bingung menjelaskannya..
Tapi kini aku mengerti, perbedaan kata home dan house. Kau mungkin mempunyai banyak rumah di dunia ini. Kini pun aku memiliki lebih dari satu rumah untuk kutinggali, yaitu di Jember, dimana aku belajar dan beranjak dewasa, dan di Surabaya dimana aku merantau dan belajar dewasa. 
Keduanya rumah bagiku, dimana ada keluarga yang selalu menantikan kehadiranku di tengah-tengah mereka. Tapi hanya satu 'rumah' bagiku. Tempat dimana hatiku ingin pulang, sembunyi dalam sangkar yang aman. Dimana pun itu, …

Derma Bright - Day 4 (Serum Review)

Hehehe, this may be unimportant post to review a skincare product but I think is okay to share my opinion about this once a while. #endhel

Well, this is my first trying on serum product. I never buy one before because serums are often pricey for me, but this time, err, I bought it impulsively.  --v
FYI, I bought made-in-indonesia product this time, because.. Hmm, I don't know the reason WHY I bought it, okay? 
This product comes from Martha Tilaar, named Biokos, Derma Bright line. The shopkeeper said that it's good for brightening as well anti-wringkle, reduce hyperpigmentation and dark spots, brighten the skin tone and make it glows. It also slows aging process.
I've tried it for 4 days now and the result, hmm, I don't know. Maybe you or other people can see the before-after difference, because me myself can't notice my own appearance. Just sometimes I see my face turning brighter, glowy, a little bit more radiance and over all my face get better! But for dark spo…

Cahaya Gelap

Bukan satu tapak yang kujalani. Selama ini ternyata aku hanya diam. Bahkan lebih buruk dari diam. Maju selangkah lalu mundur dua langkah. Ah, seperti permainan masa kecil. Padahal yang kuhidupi bukan permainan, tapi kenyataan. Atau selama ini aku melihat hidup ini hanya permainan?

'Hei, bangunlah', kata otak. 'Lihat di depanmu, hidup terus berjalan. Hidup harus berjalan atau kau mati hingga diam. Mereka menolak keberadaanmu, itukah alasanmu untuk sembunyi? Atau mereka mendiamkanmu lalu kau berlari? Apapun yang kau lakukan tidaklah berarti, tapi cukup untuk memberimu alasan untuk hidup. Untuk terus berjuang dan membuktikan bahwa kau ada!' Ah, seperti
kata Dewa 19, hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti. Dan jika kau berhenti, itu berarti kau mati.

Tapi apa esensinya jika aku mulai? Hanya akan selesai satu kemudian yang lain akan mulai lagi. Dan kembali lagi dari awal. Terus begitu hingga aku bosan. Ah, ini semua hanya gurauan. Toh apa yang aku dapat? Mungkin akan ada …

Anak dan Harta

Semakin banyak saja saya lihat di mall dan pusat-pusat keramaian para orangtua yang jalan-jalan dengan membawa anak-anaknya, bahkan yang masih bayi dengan menggunakan kereta bayi. Kereta itu didorong ke sana kemari, dengan bayinya tidur, terbangun, raut muka bingung, ataupun bersemangat. Para orang tua itu tampak bangga dengan kelucuan bayinya, terkadang tampak tidak peduli dan sibuk dengan kegiatannya berbelanja sementara si bayi bersama dengan si mbak babysitter.

Apakah membawa bayi berbelanja merupakan bentuk perhatian orang tua yang tidak ingin meninggalkan bayinya sendiri di rumah? Apakah itu cara mereka menunjukkan kedekatannya dengan bayi mereka? Kalau ya, mengapa bayinya ditinggal dengan babysitter? Mengapa baju dan barang-barang toko tampak lebih menarik daripada melihat bayinya? Mengapa tidak berkumpul di rumah saja dengan suasana yang lebih nyaman dan tenang bagi bayi?

Pernah saya ngobrol dengan seorang teman tentang membawa bayi ke mall. Saat itu dia bilang, kalau punya ba…

Today, Had a Blast and Little Thoughts [about Hallyu]

Today, me and friends went to karaoke. By the way, this is the first time I go together with them, intentionally  to sing Kpop song. kekeke.. *devillaugh

Aaaand, they know sooo many Kpop song, while I know only a few of it AND I know most are SNSD's, T-Ara's, and f(x)'s. But it was fun though, karaoke-ing (I dunno the proper vocab, heheh) Kpop almost till the end. After we done karaoke-ing, we ate late lunch on a Korean resto. The food names, I don't know them. The price? Don't ask. Taste? So-so.. However, I love Indonesian food's taste more. :p

Sometimes, I think about this, Korean wave, or hallyu you call it? How can it happen in sudden? Yes, not so sudden, of course there must be a process but it is so fabolous for them managed this hallyu. The beautiful faces on TV, always make us, viewers, adore them MUCH! How can they be that pretty, handsome, have beautiful body? The drama, romance, lifestyle, up-to-date fashion, scenery, are great.

I noted, beauty in Ko…

Lately, I'm not that Healthy

No, I'm not sick or being hurt or anything in between. But I think that lately I drink and eat not-so-healthy food and beverages. I drank too much soda and sweet beverages, ate too many fast food and grilled or fried or greasy meat. Not so many fruits and vegetables, some lazy time, some 'overthink things' time. Conclusion: Such unhealthy life!

So, finally I decided to sign a membership at a sport club with my friend this month. Last Friday was the first time for our attendance there. We did aerobic, dance, and try some fitness tools and the result is: MUSCLE SORENESS SINCE THEN!! Aww,, it's annoying you know, to feel uncomfortable while you move your body.

However, I have to endure it. Moreover I have paid the expense for next 2 months. Yeah, FIGHTING!!

By the way, our first attendance in dance class is the first time we (or only me??dunno..) were called by using 'cece' DIRECTLY!! So, should we call them back using 'meme'?? *thinkdeeply*

Aku dan Saya

Kadang aku lebih tepat daripada saya. Di lain waktu, saya lebih benar daripada aku. Entah apa beda antara aku dan saya, namun yang jelas kedua kata itu selalu saya pakai di waktu yang berbeda.
Di sini, dimana yang ada adalah saya, hadirlah seseorang yang diperuntukkan untuk konsumsi publik. Seseorang yang diijinkan untuk dikenali oleh banyak orang. Seseorang yang selalu muncul untuk berinteraksi dengan sekitarnya.
Namun di tempat lain, justru hanya ada aku. Sosok yang bersembunyi di balik bayang-bayang saya. Sosok yang tidak dikenal atau diketahui manusia lain. Mungkin hanya saya yang tahu aku dan sayalah yang menutupi aku. Sedikit orang yang mengetahui siapa sebenarnya aku, tapi cukup banyak orang yang mengenali saya.
Ahh, aku terkadang tersesat di dalam dunia yang ramai ini. Tidak benar-benar tahu apa yang ingin kulakukan. Hmm, yang seharusnya kulakukan, lebih tepatnya. Aku selalu saja bersembunyi di balik saya, seolah-olah hanya saya yang menguasai tubuh ini. Apa karena saya selal…

Mata Empat, Bukan Empat Mata

Saya menyadari bahwa akhir-akhir ini saya mulai keranjingan baca novel, sampai-sampai uang bulanan pun habis di toko buku. Beneraan, saya lagi bosen banget, entah kenapa. Padahal ya tiap hari nggak ada sesuatu yang benar-benar membutuhkan ekstra tenaga atau pikiran. Yaaa, ada sih beberapa hal yang memeras pikiran dan tenaga, tapii not THAT much. Tapi yang jelas, setiap hari pengennya tiduran, baca novel, ngemil, dengerin musik, tidur, dst. Mualeees banget deh pokoknya.

Nah, kebiasaan saya dari dulu, kalau baca novel itu ya sambil tiduran. Kalau sambil duduk, saya nggak betah lama-lama. Yang leher capek lah, punggung pegel lah, pokoknya gak PW deh. Entah ada hubungannya atau tidak, sejak SMP saya akhirnya pakai kacamata, walaupun nggak tebel-tebel amat, tapi sangat membantu untuk membaca tulisan dari jauh atau berpapasan dengan orang dari jauh. Hehe..

Tapi sejak kuliah, saya jadi males pakai kacamata. Yang bikin sebel itu, ntar ada 'jejak' kacamata di hidung saya. Jadi gak oke …

The 100th Post

Heheh, actually there's no topic in my mind to be written in here, but I want to complete my post number to 100. No point at all, is it? Kekeke..
So, today I did nothing.. I didn't go to campus, I didn't do my essay, I didn't do sewing.. Really nothing, but a job for office. So, I'm a bit tired right now, because I wasn't at home all day until night though. I went to my brother's house, visited him and his wife and my nephew-to-be, and gossiping all day long, then. :p
I ate Sambal Ikan Kayu for the first time too, my sister-in-law made, that was delicious. By browsing I found out that it is peculiar food from Aceh but Ikan Kayu my sister cooked was sent from Sulawesi. So I assume it is well-known in north part of Indonesia. #hammer
The taste is spicy-salty and a bit sour. It is mixture between red onions, chillies, and tomatoes plus Ikan Kayu itself, that been fried all together. Maybe that's all how to make Sambal Ikan Kayu, but actually I don't k…

Marginal Utility in Reality

Wahh, saya capeek deh minggu-minggu terakhir ini setiap hari selalu rutinitas dan kesibukan yang sama: bangun pagi, ke kampus, entah nongkrong di departemen, atau mondar-mandir ke sana-kemari, pulang sore bablas ngerjain 'orderan', sampai malam terus ngerjain tugas-tugas lain terus teler tidur. Setiap hari dengan rutinitas yang hampir sama, cukup melelahkan walaupun rasanya cukup puas tidak melewatkan hari dengan mlongo 'merenungi' masa depan. Hehehe...
Hari ini juga baru bisa selesai semua jam 10-an tadi, dan masih banyak hal yang menunggu untuk diselesaikan besok. Ahh, tetep semangat deh, jalani aja yang di depan mata.. Bismillah..
Tadi setelah menyelesaikan beberapa 'sesuatu' bersama beberapa teman, kami beristirahat dan ngobrol-ngobrol santai. Dan akhirnya membahas uang. Akhir bulan begini seperti anak perantauan pada umumnya, kami mulai mengencangkan ikat kepala, supaya semangat menahan nafsu beli ini-itu. Tentang begitu banyaknya barang yang notabene ngg…

Pelajaran Hari ini: Belajar Sabar

Well, bisa dibilang saya sakit hati. Seperti dipermalukan di muka umum. Tapi intinya di sini saya tidak ingin membicarakan tentang itu, melainkan sisi lain yang saya lihat di sini.

Suatu saat, kita bisa saja berbuat salah. Dan di saat itu kita memang perlu untuk diingatkan atau ditegur tentang kesalahan kita. Tapi ingat, jangan sampai teguran Anda menyakiti perasaan kita. Menegur, memiliki etika sendiri. Jangan menyakiti, jangan mempermalukan, jangan seenak mulut Anda sendiri. Oke, mungkin kali ini Anda benar, tapi apakah akan selalu seperti itu? Apakah Anda selalu benar? Bayangkan, ketika Anda menegur seseorang dan mempermalukannya, kemudian suatu saat Anda berbuat salah, apakah Anda tidak akan merasa dobel-dobel lebih malu? Ingat, manusia semua sama.. Apapun jabatan Anda, tidak berarti Anda berlaku seenaknya pada orang lain yang mungkin tampak tidak ada apa-apanya dibanding Anda.

Kecuali jika Anda memang gila hormat. Ingin semua orang menunduk-nunduk di depan Anda. Tapi jangan kaget…

[REVIEW] THE HUNGER GAMES : Suzanne Collins

Saya baru saja menyelesaikan membaca novel The Hunger Games dan ceritanya sangaaaaaat bagus! Saya membelinya dalam paket berisi ketiga serinya karena saya penasaran sejak waktu itu saya mendengar komentar-komentar teman-teman yang sudah menonton filmnya. Bahkan filmnya baru saja saya tonton setelah menyelesaikan buku kedua Hunger Games, Catching Fire.


Dengan membaca buku ini, saya semakin kagum terhadap penulis buku-buku fiksi. Bagaimana mereka bisa berimajinasi begitu tinggi dan menakjubkan, membuat dunia yang bahkan tidak ada dan tidak mungkin untuk ada di dunia nyata.
Di buku ini, saya menangkap bahwa sebuah negara akan kuat jika seluruh bagian negara itu bersatu dan saling bekerja sama. Terkadang para pemimpin memimpin rakyatnya hanya untuk mencapai misi pribadinya dan oleh karena itu sebagai rakyat seharusnya kita memiliki tujuan ideal kita sendiri. Jangan mau hanya menjadi pion, tapi tunjukkan pada mereka bahwa kita bukan milik siapa-siapa. Kurang lebih isi keseluruhan novel ya…

My Opinion about Buying Expensive Cosmetic/Skincare

First of all, I want to say that I think ‘expensive’ is relative, depend on how much your income is. The higher your income level, the higher standard of price you will have.
Yesterday, I went for a walk with my friend when we looked for a skincare counter. Few days ago we bought a magazine that gave us voucher to buy that brand or sample size and gift when we purchase it. I know before that the product is soooo expensive (for me) and I think I will never buy it for any reason. But my friend (who actually rare to find her get attracted to a skincare brand, especially the expensive one), wanted to use the voucher.
Then we go to the counter, asking this or that. AND the beautician said that there is no sample, plus the gift will be given after a purchase worth 2 million! Soooo WOW!! Actually 2 million here, means you will get few things (only) because per item could be worth above IDR 500k, then you can estimate the average price of the other item.. #sigh
Well then, I knew that my deci…

Ganti Nomor HP dan Sadar

Judulnya tampak gak nyambung ya? Memang gak nyambung, kok, karena di post ini saya akan menceritakan dua hal yang berbeda namun terjadi sebab-akibatnya di hari ini.

Yahh, karena sesuatu dan lain hal, akhirnya saya menonaktifkan nomor HP yang saya pakai sejak SMP. Dan hari ini, hal itu tampaknya membawa dampak yang kurang menyenangkan. Sebenarnya saya sudah woro-woro ke teman-teman kalau nomor HP saya ganti dengan nomor baru. Sms pun sudah saya lakukan dengan nomor yang baru. Namun mungkin ada miss yang akhirnya saya ketinggalan sebuah jarkom penting, mungkin karena salah klik ke nomor lama. Bukan salah pengirim, tapi bukan salah saya juga. Yang salah ya nomor HPnya, ngapain pakai ganti" nomor segalaa.. Alhasil saya datang ke acara penting nelaaaaat banget!

Sebelumnya, saya nggak pernah telat selama itu. Saya dibesarkan di lingkungan keluarga yang selalu berangkat awal, walaupun sejak kuliah saya mulai meremehkan ketepatan waktu, tapi tidak pernah saya telat sampai satu jam, apala…

Hari Ini : Pergi Sendiri

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya pergi atau jalan-jalan sendirian. Tapi sudah lama sejak terakhir kali saya jalan-jalan ke mall sendiri.

Nah, tadi siang sepulang dari kampus saya bertekad untuk mampir di mall terdekat dengan kampus, tujuannya sih untuk beli sesuatu yang saya butuhkan. Setelah dapat barang yang saya cari, kok rasanya nanggung banget kalau langsung pulang. Apalagi di jalan tadi hawanya panaaaas banget. Akhirnya, saya memutuskan untuk cari tempat duduk yang nyaman buat spending time.

Pilihan saya jatuh di J.Co karena kalau di fooodcourt kok rasanya ga nyaman ya buat duduk sendirian, apalagi tempat makan yang 'serius', malah gak enak buat duduk lama-lama. Jadilah saya ngendon di J.Co selama beberapa lama. Lihat kesibukan orang-orang di sekitar saya, rasanya ikut merasa seru. Sebentar-sebentar saya ingat zaman duluu awal-awal kuliah di Surabaya. Awal-awal jalan sama temen-temen. Gak kerasa sekarang udah masuk semester tua, udah mulai sibuk dengan kesibukan…

Novel vs Film

Akhir-akhir ini semakin banyak saja film yang dibuat based on novel, baik itu ber-genre fantasi, thriller, fiksi, dan lain-lain. Biasanya, film semacam itu disambut penonton dengan antusias, terutama jika novelnya adalah novel bestseller. Film yang based on novel yang saya suka adalah Harry Potter, Lord of the Rings, Twilight Saga, apa lagi yaa? Mungkin ada lagi tapi saya lupa. Ada juga film Indonesia seperti Laskar Pelangi, Perahu Kertas, apa lagi yaa?? Kok jadi blank gini sih kalo lagi diinget-inget?? hehe.. #abaikan
Tapi seriiing banget kejadian, penonton jadi kecewa setelah nonton film. Seringnya sih, banyak komentar ‘waahh, gak heboh seperti di novel!’, ‘wahh, cast-nya gak asik, gak sesuai!’, dan banyak lagi komentar kecewa. Kalau saya, sih, seringnya nonton film yang berdasarkan novel kecewa kalau ada bagian novel yang harusnya ‘heboh’ tapi di-skip, gak diceritain. Selebihnya, saya puas-puas aja, sih.
Menurut saya, film ya film, novel ya novel. Film based on novel, kan cuma ins…

Rejeki Sudah Diatur

Hari ini saya mendapat kejutan. Walaupun sudah pernah membicarakan hal ini dengan teman-teman ‘sepermainan’ saya, tetap saja begitu kejadian ya kaget juga. Kami sudah tahu dari awal cepat atau lambat hal ini akan terjadi, tapi terkejut juga begitu kejadian.
Kebetulan, tugas kuliah KWU untuk membuat bisnis semester kemarin masih jalan sampai sekarang. Waktu itu sempet ngobrol sama salah satu temen, tentang contek-contekan barang. Sempet khawatir dan lain sebagainya. Sampai akhirnya kami mendapat kesimpulan, ‘Ya udah deh, kalo dicontek biar aja. Toh, rejeki sudah ada yang ngatur. Makanya itu, kita musti bikin inovasi terus’. Dan tenanglah kami setelah meyakini kesimpulan tersebut.
Tapi begitu kejadian beneran hari ini, yaa saya akui kaget juga sih. Sempet mikir, ‘Kok gitu sih?’ Tapi setelah ngobrol-ngobrol, yaa udahlah. Inget, ide yang mendasari kami juga berasal dari orang lain. Rejeki udah ada yang ngatur. Positifnya, bisa ‘memberdayakan’ orang lain.
Tenang deh. Dan bener, begitu kita me…

My 'Me Time'

Saya rasa, semua orang wajib memiliki 'me time' dalam kesehariannya. Me time bukan berarti harus sendirian, menurut saya, pokoknya saat-saat apapun yang kita suka menurut saya bisa disebut me time. Karena pada dasarnya me time ada adalah untuk refresh semangat dan mood supaya tidak ada yang namanya kata stress.

Dulunya, waktu jadwal kuliah masih lumayan padat, saya suka sekali menghabiskan waktu dengan main internet, baca novel sambil denger musik sambil nyamil, jalan-jalan, atau sekedar nongkrong di kos temen. Justru sekarang setelah udah jadi mahasiswa semester akhir-akhir, saya jadi bingung mau ngapain ngisi waktu kosong, saking banyaknya waktu kosong, hehehe.. Baca novel sambil denger musik sambil nyamil jadi tidak lagi menarik. Main internet juga sudah mulai bosan. Nah, jadilah saya suka mengisi waktu dengan maskeran, ato ngapainin muka..Hehehe... Tapi balik lagi deh, kalo udah ga mood, males beneeeer mau ngapa-ngapain. Pengennya tiduraaan melulu, palingan mikir ini-itu k…

Surat dari Masa Lalu – September 2007

PROLOG: Sebelum membaca, perlu saya beritahu dulu, di bawah ini bukan hasil tulisan saya, tapi cukup menginspirasi saya selama ini dalam 'mengarahkan' pikiran saya. Mungkin juga bisa berguna bagi Anda, para pembaca. Tulisan ini sudah saya edit di sana-sini supaya bisa menjadi konsumsi umum. 

Beberapa tahun lalu, saat usiaku 17 tahun, aku pernah berdoa,        “Kini aku memohon pada-Mu Tuhan, tolong aku supaya menjadi dewasa, bukan lagi bersenang-senang, melainkan mempertimbangkan masa depan. Belajar menjadi dewasa ternyata susah, harus bisa mengalah, tidak berat sebelah. Bukan ‘lari dari..’ melainkan belajar memecahkan masalah dan mau meminta maaf jika bersalah. Menjadi dewasa berarti jujur terhadap dunia, tidak berpura-pura, menyimak yang baik, mengabaikan yang tidak baik, dan memperbaiki yang buruk. Aku harus belajar melihat dua puluh tahun ke depan, apakah aku akna menjadi orang yang bertanggung jawab, mau berkorban, dan penuh pengabdian? Apakah aku mawas diri? Apakah kuali…

Saya, Penikmat Karya

Saya selalu mengagumi seseorang yang bisa menulis. Bagaimana mereka bisa merangkai kata dan mengajak kita menyelami alam imajinasi mereka. Bagaimana mereka bisa membuat dunia sendiri yang bahkan tidak ada sumbernya di dunia nyata.
Saya suka cara mereka menyampaikan pikiran mereka. Darimana mereka menemukan ide cemerlang untuk menulis sesuatu yang menginspirasi orang lain? Bagaimana memilih kata-kata yang pas dari semesta kata yang kaya?
Saya adalah penikmat bahasa, rangkaian kata dan suara. Bahasa, penghubung komunikasi antar manusia. Kata-kata, begitu diubah rangkaiannya, akan berubah pula maknanya. Suara, seperti musik dan lagu, tidak selalu kata-kata, bisa juga hanya berupa rangkaian nada, bisa membawa emosi pendengarnya.
Mungkin satu yang masih belum saya nikmati, karya lukis. Saya kurang bisa menilai sebuah gambar atau lukisan. Gambar, bagi saya hanya gambar, tidak membawa emosi saya ke titik tertentu. Namun, saya juga menikmati karya film. Walaupun hanya untuk hiburan, terkad…

Hidup Ini Relatif

"Apa yang kamu pikir salah di sini, bisa jadi sahih di tempat lain. Racun bisa jadi obat. Obat bisa jadi racun." Tristan berhenti. "Oke, oke, maksud saya... relax! Matahari saja tidak muncul 12 jam di suatu tempat! Semua bergantung dimana kakimu berpijak." (Dikutip dari Akar, Dee).

Hidup ini relatif, tergantung perspektif Anda melihat suatu masalah dari sudut mana. Semua di sekitar kita diliputi kerelatifan. Saya melihat Anda egois, sebaliknya Anda yang menganggap saya egois.

Suatu saat kita berpegang teguh pada mana yang baik dan mana yang salah, di saat lain kita menemukan yang sebaliknya. Pernah saya melihat seseorang yang begitu sempurna, baik fisiknya, karirnya, semuanya. Tapi siapa tahu di balik itu semua ada hal negatif yang dia tanggung? Siapa tahu di pihaknya ada sesuatu yang dia envy ada di orang lain? Lagi-lagi semuanya relatif, boy.. Tergantung dari sisi mana Anda melihatnya...

Satu hari Anda melakukan sesuatu, akan ada yang memuji Anda, dan akan ada pu…

Have You Ever Stop Thinking?

I always feel that I never stop thinking about anything. Various thoughts always spinning in my head, good and bad thoughts as well. It happens agan and again, I'm thinking and thinking again. Usually, they're about future, desicions, plans, or just random things. How can I stop this? CAN I stop this? I mean, stop thinking randomly.

Then I found out that it's just human nature to think and over-think things. --a

Imajinasi Saya Sepanjang perjalanan

Bersyukur deh ada blogging assistant d hp yang lumayan membantu kebosanan di jalan.. hehe..

Jadi, tadi di jalan menuju pacitan, saya paham kata orang-orang tentang jalannya yang katanya naik-turun gunung. Ternyata beneraaan jalannya berliku-liku naik-turun.. kanan-kiri yang ada jurang, tebing batu, pohon-pohon tinggi meranggas, sungai berbatu di bawah, sawah terasering.. semuanya perpaduan warna hijau dan coklat, abu-abu dan biru bebatuan.. Fantastis!

bisa juga pikiran 'fantastis' itu hanya ada di kepala saya, karena  saya membayangkan hal-hal lainnya. Di kepala saya, yang ada seolah-olah kami terkurumg oleh tebing batu yang tuinggi itu. Seolah-olah kami ada di dunia goblin di bawah tanah. Atau di dunia elf, hutan-hutan rapat. Yang untuk menuju ke sana kami harus menembus terowongan rahasia. Hehehe

Imajinasi saya ketinggian ya?? But that's it.. saya berusaha mengambil beberapa foto, tapi sulit dengan keterbatasaan kamera hp dan laju mobil. Ditambah, lama-kelamaan saya pus…

Akhirnya, ada acara mudik..

Jarang-jarang nih keluarga ada agenda mudik ke luar surabaya. Biasanya, lebaran gini stay di surabaya aja. Jadi sejak kuliah, bisa dibilang saya gak mudik kemana pun.

Dari tahun ke tahun, agenda 'mudik' keluarga yang pasti surabaya, kadang-kadang aja ke jawa tengah, jogja atau semarang. Itu kalo ada acara kumpul keluarga bapak, tapi jarang sekali dan tergantung bapak lagi fit atau nggak. Soalnya bapak gak pernah memercayakan urusan nyopir luar kota ke kita-kita.. hehee..

Tapi tahun ini beda. Tidak direncanakan sebelumnya, keluarga ada acara mudik ke Pacitan. Sebelumnya, saya tidak pernah pergi ke pacitan. Katanya sih pacitan itu jauh, biasanya kalo jalan normal sekitar 7 jam, kalo macet gini, gatau deh berapa jam..

Tapi untung, pada dasarnya saya suka ada di perjalanan. Mudik gini, saya lebih suka di jalannya daripada di tempat tujuannya, walaupun bukan berarti saya ga suka pas udah sampai. Tapii, yaa suka aja liat mobil-motor pada tumplek blek di jalan, panas-panas gini. Ban…

5W 1H

There are so many 'Question Words' exist in this world of words. They are 'What', 'When', 'Where', 'Who', 'Why', and 'How'. Among all those words, in my opinion, 'Why' is perhaps the important one. Why is it important? (Nah, just now I'm asking using 'why' word, heheh)

Honestly, I found this statement in someone's blog, and I do have the same opinion. So, I want to share my thinking (again) here in my own blog. 'Why' wants reason as the answer. For me, the reason you do something is the most important one. Reasons show people's perspective for their doing. And that's the point of all.

I do really appreciate people who have reason for everything they've done. However strange their actions or decisions, I will appreciate it, as far as the reasons are rational. Just, they will be the responsible one for the outcome of their decisions.

And again, the next word that I think important after &…

T O D A Y

Hari ini sungguh spesial buat saya. Sejak saya kuliah, sepertinya ini hari kelahiran yang kembali berkumpul dengan banyak keluarga, termasuk ibu, adek, kakak, dll. Sayangnya bapak masih di kampung halaman, belum balik ke Surabaya. Tapi, intinya, saya senang sekali. Plus, hari ini bertepatan dengan malam takbiran. Malam terakhir Ramadhan.
Malam takbiran ini, saya merasa antara senang dan sedih. Senang, karena berkumpul dengan begituuuu banyak saudara. Selain itu, entah kenapa setiap tahun saya selalu menanti-nanti hari idul fitri. Padahal kalau dipikir-pikir, sepertinya dari tahun ke tahun saya masih belum melakukan perbaikan apapun.
Saya merasa, di akhir Ramadhan ini, begitu banyak hal yang saya lewatkan. Di saat 'harga' pahala seperti 'didiskon' besar-besaran, saya belum memaksimalkan 'hunting' pahala. Banyak waktu yang saya lewatkan dengan tidur, main, dan hal-hal gak penting lainnya. Bukannya berbuat kebaikan, saya masih sering 'nakal', bikin orang …

An Issue About Perfection

Katanya sih, orang Jawa itu nrimo, menerima apa adanya, pasrah. Yaa, maksud saya bukan pasrah yang berdiam diri, tapi pasrah yang menyerahkan segalanya pada Tuhan, mengikuti alur, let it flow...
Is there such a person like that in this world? Accepting you just what you are? Padahal hidup ini menuntut kesempurnaan. Perfection always WIN in any matters in this world! Lihat aja sekarang, sudah banyak teknologi yang membantu manusia menyempurnakan dirinya, misalnya operasi plastik, implan, dan lain-lain. Banyak cara untuk menyempurnakan pekerjaannya, baik secara jujur maupun curang. Orang yang lebih sempurna, selalu lebih diterima daripada yang berkekurangan. Itulah awal dari keberadaan sebuah penilaian. Yang bernilai lebih baik akan menjadi pemenang. See?
Society insist perfection. Anda yang tidak sempurna, akan mengalami seleksi alam. Untuk dapat diterima, mungkin Anda hanya bisa terkungkung di lingkungan tertentu, yang mungkin sama kekurangan denganmu. Atau ada cara lain, menjadikan di…

Few Things Captured in My Room

Taken by: My Sisters
These photos are taken when I wasn't there, then I found out that things they're taken are soooo random.
Here they are.. :D










Sorry for the inconvenience..
cc: elfirdha.tumblr.com

Renungan Dalam Lagu [My Chemical Romance - I Don't Love You]

Gak usah banyak prolog deh ya, langsung saya tulis liriknya..

Well, when you go Don't ever think I'll make you try to stay And maybe when you get back I'll be off to find another way
And after all this time that you still owe You're still a good-for-nothing I don't know So take your gloves and get out Better get out while you can
When you go would you even turn to say "I don't love you like I did yesterday" ?
Sometimes I cry so hard from pleading So sick and tired of all the needless beating But baby when they knock you down and out It's where you oughta stay
Well after all the blood that you still owe Another dollar's just another blow So fix your eyes and get up Better get up while you can
When you go would you even turn to say "I don't love you like I did yesterday" ?
Well, come on, come on! When you go would you have the guts to say "I don't love you like I loved you yesterday" ?

The point is in these sentence "when you go, don&#…

Sabar dan Jalani Saja..

Inget dulu sama temen-temen kkn selaluuu aja motto ini disebut. Setiap ada sesuatu yang salah, selalu jawabannya 'sabar dan jalani saja'. Kata-kata yang tampaknya mudah dan sederhana ketika diucapkan, tapi suliiiit sekali untuk diamalkan..

Pada hakikatnya, menurut saya, sabar dan jalani saja bisa membuat kita tenang dan santai menjalani hidup. Pokok udah usaha kan, ntar diliat aja, apapun hasilnya sabar dan jalani saja sebaik mungkin. Tapi ternyata, kalo saya, tetap saja kok ga bisa setenang itu ya? Seriiing perasaan ga karuan, ga tenang, entah badmood ato uring-uringan, pokoknya saya merasa perasaan saya selalu di titik ekstrim. Pengennya sih santai, biasa aja sama semuanya, karena apapun itu ketika ada embel-embel 'sangat', pada akhirnya akan menyakiti diri sendiri. Tapi kok ngatur hati sendiri untuk tetap di level 'biasa aja' itu kok sulit? Apa saya kurang sabar? Apa saya kurang bisa 'jalani saja'?

Mungkin iya, mungkin saya kurang bisa bersabar. Jadi…

Sejatinya Sibuk itu Memang 'Menyenangkan'

Ini saya lagi di kereta dan lagi nyoba posting blog pake hp..jadi yang akan saya tulis sepertinya tidak akan banyak-banyak..

Pikir-pikir topik apa yang ingin saya tulis,kemudian saya teringat pembicaraan dg teman-teman saya beberapa hari yang lalu dan dengan seseorang semalam. Yaitu tentang perasaan negatif yang muncul ketika kita menganggur.

Ternyata bukan saya seorang yang merasa uring"an ga jelas, bete, badmood, khawatir, pokoknya ga enaaaak banget perasaan ini. Itu terjadi setiap saya menganggur, ga ada kerjaan apa-apa. Tapi begitu diri saya disibukkan oleh sesuatu, atau paling tidak melakukan sesuatu, baik bermanfaat ataupun tidak, 'aura' negatif itu berkurang, dan semakin lama kegiatan itu dilakukan, akan semakin nyaman pula perasaan saya.

Ternyata teman-teman saya yang lain waktu itu mengutarakan hal yang sama pula. Jadi, saya menyimpulkan, pada hakikatnya manusia lebih menikmati dirinya saat mereka memiliki suatu kesibukan. Walaupun ketika kita sibuk kita mengeluh…

Renungan Dalam Lagu [Paramore - Misguided Ghosts]

Sepertinya lagi suka nulis-nulis lirik lagu ya.. Dua hari berturut-turut saya posting lirik lagu terus. Kelihatan lagi ga ada bahan tulisan ya?? Hehehe...

Jadi inget zaman SD-SMP dulu, suka nulis lirik lagu di buku, sampe berhalaman-halaman isinya lirik-lirik lagu. Kurang kerjaan banget deh emang, tapi memang saya suka dengerin lagu dari zaman dulu sih.. Iseng-iseng yang kurang bermanfaat sepertinya..

Nah, kali ini saya ingin menulis tentang lagunya Paramore yang judulnya Misguided Ghosts. Artinya.. arwah penasaran?? Baca dulu liriknya dan dengarkan lagunya dulu aja, deh.. Cekidooot :D


Misguided Ghosts
1, 2, 3, 4

I am going away for a while But I'll be back don't try and follow me Cause I'll return as soon as possible See I'm tryin' to find my place But it might not be here where I feel safe We all learn to make mistakes,


And run from them From them With no direction We'll run from them From them With no conviction


Cause I'm just one of those ghosts Traveling …