Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2013

Dua Sisi

Pasti kita pernah marah tentang sesuatu. Merasa dikhianati, dibohongi, diinjak-injak.. Sudahkah kita melihat lebih jauh, apa sebenarnya yang membuat kita marah? Sudahkan kita melihat segala sisi mengenai hal itu? Apakah dari semua sisi sudah menjawab kita boleh marah?
Kodrat manusia untuk berpikir dan melihat dari segala sisi. Seharusnya hal itu cukup untuk memberi kita alasan untuk marah atau tidak. Segala hal punya dua sisi. Setiap orang punya alasan melakukan sesuatu, sesuai perspektifnya, dan itu tidak sama antara satu orang dengan orang lainnya. Pikirkan dulu bagaimana jalan pikiran orang lain, dan kita akan tahu bahwa kita tidak sepenuhnya benar dan tidak pula sepenuhnya salah. Setidaknya hal ini berlaku bagi saya.
Salah-benar,baik-buruk, itu relatif. Tergantung bagaimana standar yang kita tetapkan. Benar bagi Anda, belum tentu benar bagi saya, begitu pula sebaliknya. Maka jangan seenaknya menilai atau mengejek orang lain sesuka hati Anda. Silahkan Anda menilai, tapi bukankah s…

Repost: Ayah

Sejujurnya, tulisan ini pernah saya post di note facebook duluuu banget jaman SMA. Entah kenapa, tadi saya scrolling timeline facebook saya, buka-buka note lama, judul ini tertangkap mata saya dan saya ingin post di blog juga. Mungkin banyak diantara kalian yang pernah baca dan sebenernya tulisan ini juga bukan orisinil tulisan saya. Saya sendiri copas punya orang kok. Silahkan bagi Anda yang ingin copas juga, semoga bermanfaat :)
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa yang lagi bekerja diperantauan, ato yang lagi ikut suaminya merantau di luar kota even di luar negeri,ato juga yang lagi sekolah/ kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen banget sama IBUnya. 

kenapa gak sama Ayah?? 

Mungkin,, karena Ibu yang lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, 
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu? 

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita, membacakan dongeng un…

Agustus 2013

Kilasan hitam-putih dalam kepalaku 68 tahun lalu tidak seperti ini Jalan masih sepi, hanya lalu lalang kendaraan pengangkut barang yang kulihat Atau segelintir kendaraan pejabat dan penjajah Sebentar kudengar suara tembakan dan teriakan-teriakan Atau tanah bergetar terguncang bom yang meledak Api melahap apa yang bisa dilahapnya, apapun yang bisa dijangkaunya Teriakan anak kecil dan ibunya yang berlindung pasrah Teriakan para lelaki yang berjuang melindungi keluarga dan negaranya

Ahh, dunia sudah jauh lebih baik Tidak ada lagi tangis kesakitan, terluka, terkena tembakan Tidak ada lagi penjajah berkeliaran Kini anak-anak bermain dengan gembira, tidak peduli dengan apapun di sekitarnya Tidak seperti dulu, ketakutan, atau bermain bersama temannya dengan alat seadanya Para pemuda tidak lagi khawatir tentang adanya penjajah, tidak perlu lagi mengangkat senjata dan maju ke medan perang Mereka hanya khawatir tentang.. ah, entahlah, mungkin tidak ada yang mereka khawatirkan Hidup adalah mili…