Celebrity Crush This Week!!

never get enough looking at him <3

Okeokeee, bukan celebrity crush this week sih, tapi all my life *lebay*
Siapakah dia??
Tidak lain tidak bukaaaaan, JANG GEUN SUK!!!
Uwouwooo, setelah beberapa waktu saya melupakan dia, beberapa hari ini saya kepikiran dia lagii.

Berawal dari saya sakit berapa hari ini.. Badan panas, pilek berat, beneraaaan ga bisa bangkit dari kasur. Bisa sih bangkit aja, tapi ga enak banget gitu deh badannya. Jadilah, hal paling nyaman yang bisa saya lakukan adalah nonton film sambil tiduran.

Kemarin-kemarin saya udah nonton beberapa K-Drama tapi belum sempat sampai kelar, entah karena bosan atau keputus kegiatan lainnya. Seperti The Heirs, saya belum nonton sampe habis, sekitar episode 10 apa yah saya berhentinya? Katakanlah saya ga ngikutin The Heirs yang heits itu, saya malah pindah Reply 1994 yang katanya lucuuu abis abis deh. Emang lucu bangeeet tapi lagi-lagi saya berhenti sampe episode 11 apa yah, lupaa.. Terus pindah lagi dong ke serial Jepang Aozora no Tamago, ini malah sampe episode 4 aja kayaknya saya berhenti, hehehe. Emang sih, saya gampang bosan dan cenderung ga terlalu 'tergila-gila' terhadap sesuatu. Jadi kalau udah kepotong di tengah yaa seringnya lupa deh mau lanjutin.

Jadi, drama yang Jang Geun Suk  main ini judulnya Pretty Man dan katanya di Korea sana ratingnya rendah banget, The Heirs itu yang nomor satu lah ratingnya.. Tapi mungkin karena momen saya nonton pas saya ga bisa ngapa-ngapain ditambah yang main di JGS saya berhasil nonton sampai ending!!

Saya ga ngerti perfilm-an yaa, entah setting, alur cerita de el el gimana yang dinilai bermutu, bagus, dramatis dsb.. Tapi yahh Pretty Man ini bagus aja sih menurut saya. Ga ngerti deh apa yang membuat dia kalah rating sama The Heirs. Apa karena The Heirs yang main ganteng-ganteng? Lee Min Ho gitu yee.. Tapi jujur aja, Lee Min Ho belum pernah meluluhkan hati saya, kekeke. Oke dia ganteng, aktingnya bagus, pas nonton dramanya sih yaa saya suka sih. Tapi begitu dramanya selesai, oke, the end.

Nah, JGS ini lain.. Dia yang membawa saya mau nonton K-Drama dulu. Sebelumnya, saya sering ngece teman saya yang suka korea-korea an. Hahaha. Suka aja sih sama karakter dia kalau di drama, entah di dunia nyata dia kayak gimana yah, tapi selalu kalau di drama karakter dia begitu, suka deh. Hahaha

Untuk cerita Pretty Man ini sih yaa masih tetep tentang harta, kedudukan gitu deh. Tentang anak terbuang orang kaya yang mulai mencari 'pengakuan' orang tuanya. Tapi kalau yang paling saya perhatikan di drama bukan hanya Dok Go Ma Te (nama JGS di drama ini) yang ganteng ajah :3

Yang paling saya dapet pelajarannya di drama ini adalah 'belajarlah dari orang lain'. Banyaaak sekali hal yang orang lain pernah alami, yang kita tidak pernah alami sendiri. Yang orang lain pelajari dari jalan hidupnya dan kita belum berkesempatan untuk mempelajarinya sendiri. Nah, menurut saya sih, kalau kita nunggu untuk mengalaminya sendiri baru belajar, ga cukup kali yaa seumur hidup kita buat belajar satuuu aja fase hidup *oke,abaikan istilah-istilah aneh, but you get my point right?* Bolehlah kita intip dan ambil pelajaran dari cerita dan pengalaman orang lain. Dengan begitu, tidak perlu nunggu sampai tua kita bisa belajar banyaaaak hal, punya banyaaaak cerita dan pengalaman hidup. Lalu, bagaimana bisa kita belajar banyak pengalaman orang lain? Bertemanlah sebanyak-banyaknya^^

Bagus kan pesan moralnya? Itu diceritakan dengan cukup rumit dari perjalanan panjang Ma Te mencari pengakuan orang tuanya, yang merupakan orang kaya raya di Korea, hahaha. Klise sih, tapi menarik kok.


Saya kasih bonus :p

follow blog ini yahhh^^

Etude House Blending Sleeping Cream Review

Assalamualaikum..
Hallo everybody^^
Lagi-lagi review produk yahh.. Kali ini produk skincare dari Etude House: Blending Sleeping Cream Moonlight Spoon. Dari namanya aja, bisa kita tau ini produk sleeping mask atau sleeping cream, dibawa tidur sampe besok pagi. Kadang bingung sih, jadi bedanya sleeping mask sama night cream apa yah? Mungkin beda kandungannya yaa. Kalo night cream boleh lah dipake setiap malam, kalo sleeping mask/cream mungkin ga tiap malam yah, karena propertiesnya lebih 'pekat' #sotoy. Kalau ada yang lebih tau bedanya apa, boleh sharing di comments yah^^

Nah, Blending Sleeping Cream (namanya panjang, saya singkat BSC aja yah :p) ini sendiri hadir dalam sepaket masker dengan varian berrrrmacam-macam. 

Saya pribadi sukaaa banget sama warna-warninyaaa, colorful pastel cute banget <3
8 varian itu terdiri dari Blueberry (Antioxidant & Moist) ; Olive (Richly Moist) ; Shea Butter (Nourishing & Moist) ; Royal Jelly (Firm & Moist) ; Rosehip (Bright & Moist) ; Evening Primerose (Shine & Moist) ; Green Tea (Clear & Moist) ; Seaweed (Smooth & Moist)

Nah, kalo ditata seperti ini bagus banget kan warnanyaa ^^

Nah, dari macam-macamnya tampak sekali bahwa tujuan utama BSC ini adalah untuk melembabkan, dari setiap jenisnya ada kandungan melembabkannya. Kali ini, saya coba yang warna pink: Rosehip (Bright & Moist). Kenapa saya pilih Rosehip untuk dicoba? Jelaaas, karena ada tulisan 'bright' nya ._. Saya sedang obsessed untuk melenyapkan bekas jerawat dan noda hitam yang menghiasi wajah saya :(
Okay, get, set, readyyy GO! *ala ala Crayon Pop* 



Dari penampilan sendoknya, kelihatan kecil banget yah...
Di belakang wadahnya terdapat deskripsi kandungan produk, yaitu Rosehip extract (Rosa Canina Flower Oil), Lavender (Lavandula Angustifolia (Lavender) flower/leaf/stem extract), Chamomile (Anthemis Nobilis flower extract) dan Mint (Mentha Arvensis Leaf Extract). Selain itu ada instruksi cara pemakaian serta peringatan untuk tidak menggunakan pegangan sendoknya sebagai 'pemoles' ke wajah.

Nah, cara membukanya, pertama itu kertas pink yang imut disobek dengan rapih yaa. Kan sayang kalo kertasnya bagus-bagus sobeknya ga rapih. Setelah terbuka keseluruhannya, akan tampak sebatang sendok imut nan manis di dalamnya.


Lalu, tinggal dikelentek itu lapisan pembungkusnya, dimulai dari ujung pegangan sendok, hingga ujung sendoknya..


Setelah dilepas lapisan pembungkusnya, akan tampang pegangan sendok putih dan bagian sendoknya berisi gel transparan dan cream pink muda. Lalu, pegangan sendoknya dipatahin. Gunanya untuk dijadikan pengaduk saat mencampur adonan gel dan creamnya..

Paham kan mengapa pegangan sendoknya tidak boleh digunakan untuk mengoleskan produk?
Pegangan sendok ini terbuat dari plastik and not supposed to apply the cream.
Kalau maksa pakai pegangan ini buat apply cream ke muka, bisa-bisa kegores dan luka deh :(



Jadi, ceritanya gel itu adalah herb water-gel dan creamnya itu adalah cream rosehip nya sendiri, cmiiw. Setelah dicampur, warnanya tidak berubah, tetep pink lembut dengan tekstur creamy tp agak jelly dikiiit. Untuk aromanyaa, sepertinya tidak berbau yah.. Ada sih wangi-wangi dikiiiit banget, ga ganggu samsek tapi kasih efek relaxing juga nggak. Jadi saya bisa bilang BSC ini cenderung tidak berbau, hehe


Begitu di apply ke wajah, bisa dibilang agak lengket, seperti sleeping mask lain yang pernah saya coba (padahal baru pernah pake sleeping mask satu doang :p) Dia membentuk semacam layer di kulit yang melembabkan, lama-lama dia terserap tapi kalo saya tetep ngerasa ga 'tega' buat pegang-pegang wajah waktu pake BSC ini, takut aja kegesek  terus kebawa tangan, hehe. Tapi kalo disentuh doang, kulit terasa lembaaaab banget.

Nah, saya sendiri awalnya mikir ini BSC dikit banget yah, sendoknya kecil gitu. Tapi begitu dilihat sendiri isinya, ternyata quite enough for entire face, bahkan saya bisa bilang ini too much untuk sekali pemakaian. Jadilah naluri pelit saya muncul, saya pakai secukupnya aja di wajah, sisanya saya biarkan diwadahnya, saya tutup plastik. Kalo punya plastik wrap di rumah, enak banget nih, tapi karena saya ga sedia plastic wrap, saya tutup plastik bekas biasa lalu saya isolasi.

Ini foto nggak penting,harusnya dihapus aja.
Entah kok pas banget itu tulisan 'Selection'-nya di tengah, macam yg punya merk ._.
Saya rasa satu buah BSC ini bisa sampe 3 kali pakai kalau mau pelit. Tapi kalau kamu suka kehigienisan masker dan ga pelit kayak saya, bisa ini BSC makainya di layer gitu, karena kalau menurut saya pribadi sewadah itu terlalu banyak untuk dipakai sekali di satu wajah. Atau kamu punya wajah lebih dari satu? *JK :p

Overall, saya suka banget sama sleeping mask ini. Packaging baguuus banget, imut, warnanya saya suka. Teknik pakainya berasa saya bikin sleeping mask sendiri, suka. Tapi bagi yang ga suka repot, mungkin ga cocok yahh dengan metode aduk-mengaduk itu. Dan yang pasti, efek melembabkannya TOP! Mencerahkannya tidak terlalu tampak (saya menilai produk mencerahkan itu dari cara dia memudarkan noda hitam saya), tapi bikin paginya bangun tidur dan cuci muka, kulit terasa lembut, halus dan glowing^^
Pengen coba jenis yang lainnya sih, tapi habisin yang ini dulu deh, hehehe

Mau cobain? Harganya untuk sepaket masker itu sekitar 160ribuan (dapet 8 macam sleeping cream), jadi yaa lumayan mahal kalo dilihat-lihat yah, tapi kalo dilihat dari efeknya di kulit, it's worth the price, apalagi kalau kamu gadis pelit hemat macam sayaa :3

Best Regards,
xoxo

Just Share about Me Now^^

Assalamualaikum^^

Hai semuanyaa.. 
Bagi para follower blog ini atau teman-teman yang suka mengikuti update blogpost saya sejak dulu, pasti mulai menyadari bahwa ada perubahan konten updates blog ini.  Ya sih, akhir-akhir ini saya lebih sering post tentang review produk kosmetik, beauty blogging dan sejenisnya lah.. Hal itu dikarenakan saya memang sukaaa banget sama dunia dandan, produk kosmetik, skincare dan sebangsanya dari dulu, hanya saja mulai ada rasa percaya diri untuk share tentang itu akhir-akhir ini. Dulu saya masih ga pede buat post foto saya di blog, masih malu buat memuat tulisan review produk (karena saya tau apa tentang produk ini bagus, produk itu nggak?), jadi lebih suka jadi silent reader aja dulu. Tapi alhamdulillah, sekarang saya mulai berani buat nulis opini tentang produk-produk yang saya pernah pakai, make up playing yang saya lakukan, dan hal-hal berkaitan dengan dunia wanita lah yaa.. 

Hmmm, apakah blog ini akan berubah menjadi beauty blog beneran? Yang isinya hanya review dan tutorial make up dll? 

Jawabannya, NOPE.

Bagi saya, blog adalah tempat saya sharing sedikit tentang kehidupan saya, yang berarti bukan hanya kesukaan atau hobi saya, tapi juga opini tentang banyaaaak hal di sekitar saya. Juga imajinasi atau cerita-cerita fiksi yang kadang-kadang muncul di kepala saya, insyAllah tetap saya tulis di sini. Hanya saja, hal-hal semacam itu kan tidak selalu ada yah, jadi yaa dimaklumi yaa kalau mungkin nanti malah kebanyakan review produk daripada fiksi-fiksian atau opini-opini kehidupan, hehe

Lhah, kan katanya kalau punya blog yang bagus itu ada konsepnya blog itu berisi tentang suatu hal yang spesifik? Jadi follower atau pembacanya ga bingung, bisa merasakan konsistensi isi.. Bagaimana?

Oleh karena itulah, blog saya ini judulnya MAPASSIONNE. Mapassionne ini bukan singkatan sih, hanya gabungan kata My + Passion, yang artinya passion saya. Jadi boleh dong yaa saya nulis di blog saya ini hal apaaaapun yang saya sukai, yang benar-benar sesuatu yang amat sangat saya cintai, things I can't live without. Sub-judulnya aja I see, I think, I write, I live, jadi apapun yang saya lihat, apapun yang saya pikirkan, itulah isi dari blog ini.

Alamat blog saya saja leftorite. Itu ada 2 arti. Mau tau artinya? Mau dong yaaa *maksa*
Left + to + write    - Artinya saya tersisa untuk menulis. Kok aneh yaa? Pokoknya, keberadaan saya ya untuk menulis sesuatu. Gitu dehhh..
Love + to + write  - Artinya saya sangat suka untuk menulis sesuatu. 

Hahaha, berapa tahun saya punya blog, kayaknya baru ini ya saya nulis arti dari nama blog saya. Ah, kan katanya 'apalah arti dari sebuah nama', tapi nyatanya emang nama itu sering mencerminkan apa isinya sih, walaupun tidak selalu..

Ah, pada intinya, saya di sini mendeklarasikan bahwa saya akan banyak menulis tentang review produk (tidak menutup kemungkinan produknya di luar produk kecantikan ya), tutorial, dan semacamnya, tapi teteeeep lah tidak meninggalkan menulis hal-hal seperti saya biasanya dulu, seperti opini tentang suatu hal, keseharian saya, cerita fiksi, dan lain-lain. Semogaa apapun yang saya tulis di sini bermanfaat yah buat para pembaca dan follower blog ini.

Walaupun post kali ini tidak bermanfaat, yang baca sampai paragraf ini makasih banget udah membuang waktunya untuk baca sampai selesai^^

Best Regards,
xoxo

My Night Skincare Routine Series 3 - L'oreal White Perfect

Assalamualaikum..

Yeaaah, finally we come to the last step of my skincare routine before bed :3
Oya, saya nulis serial ini murni saya sharing produk yang fine-fine aja di kulit saya sejauh ini dan emang saya merasa kulit jadi lebih bersih dan cerah aja. Jadi mungkin bisa jadi referensi teman-teman yang lagi cari-cari skincare sebelum tidur^^ Hehehe

Oke, cukup sudah prolog nya yaa.. Saya mulai review night cream yang saya pakai, yaitu L'oreal White Perfect. Sebelum ini, night cream yang pernah saya pakai hanya night cream racikan dokter kulit saya kalau kulit saya sedang bermasalah. Kalau lagi oke sih, saya ga pakai night cream. Dulu pernah saya coba Elicina, snail cream gitu, sebagai night cream saya. Tapi saya rasa itu terlalu 'thick' teksturnya, jadi kerasa ga nyaman aja gituu, bikin males pakai. Hehe


Lalu suatu hari saya ke konter L'oreal barengan beli Pre-essence itu, saya beli night cream ini. Lagi diskon kan ceritanya. Dan saya pikir, saya pake serum, pre-essence, kalo ditambah night cream makin cetar kali yahh. Jadilah saya beli ini. Waktu diskon, rasanya harga ga sampai 100 ribu waktu itu, affordable lah.

box dalam

L'oreal tampaknya selalu 'mendobel' kemasannya dengan kemasan versi Bahasa, hehe

Kemasan night cream ini dalam jar kaca. Cukup tebal ya kacanya kalau menurut saya, jadi cukup berat kalo dibawa-bawa dan ga travel friendly jadinya. Tutupnya dari plastik yang cukup kuat, lalu di bawah tutupnya ada tutup lagi untuk membatasi antara krim dan tutup jadi krimnya ga meluber kemana-mana (krimnya cenderung agak cair).







Night Cream ini sifatnya hanya mencerahkan, bukan memutihkan. Jadi hanya meratakan warna kulit deh rasanya. Dia juga bersifat soothing atau menenangkan. Jadi, begitu di apply ke kulit wajah, krimnya lembut, adem, blending nya cepet karena cenderung cair. Untuk meresapnya sendiri  agak lama yah dibanding pre-essence dan serum yang sebelumnya saya review yah, tapi menurut saya gapapa, toh ini step terakhir. Hasil akhirnya, kulit ga matte banget, tapi ga oily juga rasanya. Dibanding Elicina, dia ga terlalu lengket sih, tapi dibilang lengket yaa lengket. Ga kayak night cream dari dokterku yang cukup matte hasilnya (kalo make tipis-tipis).



Oya, dia ga dilengkapi spatula, jadi kalo mau ambil harus colek-colek gitu. Kurang higienis ya rasanyaa. Aromanya sedikit harum, tapi ga banget-banget kok harumnya, enak aja menurutku.

Repurchase? No. Aku prefer cobain produk lain aja karena ini sepertinya hasilnya so-so, not really amazed me, heheh

Okeddeeehhh, akhirnya serial Night Skincare Routine saya THE END yahh.. Untung selanjutnya enak nulis apa lagi yahh??? Buat yang mau kasih masukan, silahkan^^
Baiklaah, selamat menyongsong minggu baru lagi yahh, kembali ke rutinitas, ayoooo semangaaaat!!! *pasang ikat kepala*

xoxo

My Night Skincare Routine Series 2 - Etude House White Moistfull Essence Review

Assalamualaikum..
Ketemu lagi di serial skincare routine malam sayaa :3

Kali ini saya ingin bahas step kedua skincare setelah apply pre-essence, yaitu serum. Saya suka bingung sih sebenernya, serum sama essence itu sama ga sih? Pernah baca sama, cuma beda istilah aja, tapi kadang kalo ada produk yang ngeluarin essence dan serum suka bingung lagii. Sebut aja ini serum lah yaa, tapi di kotaknya ini tulisannya essence. Jadi untuk sementara, di post ini disamakan aja yaa persepsi antara essence dan serum, hehehe

Serum ini adalah serum kedua yang pernah saya coba. Sebelumnya saya pernah pakai Biokos Dermabright (review bisa lihat di sini dan di situ) tapi hasilnya adalah breakout sampe akhirnya serum itu saya lempar ke teman saya. Kemudian setelah lama saya ga mikir serum-seruman, ada temen mau ke Korsel. Jadilah saya sercing, kalo misalnya mau nitip-nitip, mau nitip apaan. Akhirnya saya nitip ini dehh..



Desain botol sebenernya sama kayak box, hanya saja udah pudar tulisan 'Moistfull' nya :p

written in hangeul, can't read at all >,<

saya rasa sisi box yang ini terjemahan bahasa Inggrisnya, kekeke

Oke, saya mulai reviewnya yahhh.. Packaging serum ini putih bersih terus di kotaknya ada lining bentuk bulet-bulet kecil, bintang, warna biru muda campur abu muda. Tulisan Moistfull-nya sendiri warna silver. Kesan saya lihat box dan botolnya, bener-bener menggambarkan 'white', bersih gitu. Simple dan minimalis, serta mencerminkan properties dari serum ini sendiri: brightening. Botolnya pun kecil dan agak 'gendut', imut sih kalo menurut saya, heehehe. Isinya 40ml, juga didominasi warna putih dan sedikit bagian transparan (jadi terlihat agak silver,senada dengan kotaknya lah). Isinya ga terlalu tampak karena tertutup warna putihnya, kecuali kalau sudah tinggal separo, dia digulingin, bisa diintip dari bagian yang transparan :p


di botolnya beneran hangeul semua, jadi satu-satunya petunjuk
ada di box, so box jangan sampe hilang :D

Botolnya dilengkapi pipet, pencetannya ada di tutup dan berbentuk KARET. Ini lohhh maksud saya pencetan pipet yang saya sukaa.. Gampang pencetannya, daripada Youth Code kemaren. Tekstur serumnya cair, lebih cair dikit daripada pre-essence Youth Code. Tidak berwarna, bening aja. Wanginya enak, aku suka. Begitu dioles ke wajah dan ditepuk-tepuk sebentar, udah terserap, jadinya cepet nyerepnya ke kulit.




Oya, serum ini dilengkapi melting patch. Bentuknya kayak eye-mask gitu, nempel di plastik mika. Dikasihnya hanya 4 pasang. Saya coba pakai sesuai cara pakai di boxnya, kok agak susah yaa.. Ga leleh-leleh di kulit saya, kecuali agak saya gesekin. Tapi jadinya ga rapih bentuk patch, tapi jadi hancur, jadi suka saya tap sebarin aja di daerah mata. Cara yang ngawur sepertinya ._."  Fungsi patch ini sendiri tampaknya untuk perawatan yang lebih fokus di dark spot wajah, sayang hanya dikasih 4 pasang.


sisa dua pasang :(

Soal harga, saya lupa harganya teman-temaaan.. Sekitar 200 iya ga ya? Saya coba lihat di olshop langganan saya ga ada, jadi ga bisa kasih harga contoh. Untuk pemakaian sewajah, cukup 2 tetes sih untuk tipis-tipis. Kalo ingin lebih banyak, saya rasa 3 tetes sudah cukup banget..

Efeknya, emang lebih cerah sih ke kulit saya. Cerah lho ya, bukan putih. Lembab juga. Untuk dark spot ato flek-flek, sepertinya belum terlalu ngaruh, padahal saya pakainya udah lama ini, ya samaan sama pre-essence itu. Mungkin flek emang udah bandel yaa, sulit diusirnyaaa. Tapi udah cukup suka kok sama serum ini, yang penting ga bikin bruntusan alhamdulillah..

My Night Skincare Routine Series 1 - L'OREAL Youth Code Review (Pre-Essence)

Assalamualaikum..
Hai semuanyaa^^
Sedang siap-siap menyambut weekend kah? Di akhir minggu kali ini saya akan membuat serial review produk skincare malam hariku sebelum tidur. Cekidoooot....

Di serial pertama ini saya ingin sharing pendapat tentang pre-essence L'oreal Youth Code ini yah.. Saya belinya udah cukup lama, pakainya pun juga udah cukup lama. Kira-kira 4 bulan ini hampir setiap malam saya pakai ini sebelum pakai serum. Kenapa hampir setiap malam? Karena saya pakai serum-seruman 2 malam sekali, saya selingi dengan pakai essential oil-nya EFB. EFB? Ahh, nanti kapan-kapan saya bahas tentang EFB yah, kalo bahas di sini bisa-bisa oot.. Hehehe



Lihat advertisement-nya, konsep pre-essence ini sepertinya produk masa depan, menggambarkan Youth Code ini menggebrak waktu dan menemukan kode untuk tetap muda melawan waktu *wusss. Tapi keren lhoo poster/gambar iklan produk ini, terlihat canggih!



Seperti poster-posternya, kemasan Youth Code ini sendiri didominasi oleh warna hitam dan ungu. Perpaduan yang elegan menurut saya, tampak mahaaaal banget produknya. Dan saya juga baru tahu kalau Youth Code ini terdiri dari banyak produk ternyata, ada serum, krim mata, krim malam, krim siang juga. Tapi waktu itu saya ke konter yang di sini kayaknya kok hanya ada pre-essence ini aja yah? *oke, skip*

Itu ada dua box, yang satu box pada umumnya, yang satu hanya berupa 'bungkus' yang isinya deskripsi produk, cara pemakaian, dan lain-lain dalam bahasa Indonesia. Jadi bilingual gitu box-nya..

Youth Code ini dikemas dalam botol kaca hitam transparan sebanyak 30ml. Botolnya langsing, jadi nyaman digenggam, dan kemasannya yang transparan memungkinkan kita untuk melihat banyaknya produk yang tersisa. Tutup botol dilengkapi dengan pipet dan pencetannya di atas botol. Kalau saya sih lebih suka pencetan yang model kayak vitamin anak itu lohh, yang kayak karet. IMHO, pencetan model begini lebih susah mencetnya.



Keberadaan pipet memungkinkan isi botol higienis,
tapi kalau saya pribadi  mencet atasnya itu agak ga pewe gituu, hehehe

 Waktu saya beli, saya kan tanya-tanya ke mbak BA-nya. Katanya fungsi pre-essense ini untuk mengangkat sel kulit mati dan memudahkan serum, krim malam dll di atasnya lebih mudah meresap dan terserap manfaatnya ke kulit. Tadinya saya takut lama-lama kulit jadi kering atau mengelupas kalo sering-sering pakai akibat sel kulit diangkat terus ituu. Tapi ternyata nggak kok, kalau pakainya sehari sekali. Kalau di saya sih, pernah coba pagi dan malam pakainya malah jadi ga enak muka saya, terasa lebih kering gituu..

Di botolnya hanya ada tulisan cara pemakaian, tempat pembuatan dan size.
Di cara pemakaian ditulis 2 kali sehari, tapi saya cocoknya pakai sehari sekali saja, hihihi

Tekstur essense-nya sendiri sih cair ya.. Lebih cair dari gel, tapi lebih pekat daripada air. Warnanya di botol semi-putih gitu, tapi begitu di teteskan tidak berwarna. Teksturnya itu menurut saya pas, mudah sekali diserap kulit. Jadi dia dioles ke wajah terus ditepuk-tepuk sebentar, terserap deh. Jadi ga perlu lama-lama nunggu untuk apply step skincare berikutnyaa ^^  Wanginya enak, ga nyengat banget tapi harumnya slightly aja menurut saya.





Untuk harga, saya lupa harganya berapa :( Ga sampe IDR 200ribu, apalagi waktu itu saya beli waktu diskon. Lupa banget deh. Tapi cukup hemat sih, karena 2-3 tetes aja udah bisa buat semuka. Kalo dibandingin TBS DOY yaa jauhlah harganyaa. Hehehee..

Pakai sekitar 4 bulan masih sisa segituu ^^

Efeknya di kulit saya? Hmm, saya merasa ya begitu pre-essence ini terserap, terasa moist di kulit saya. Kayak kulit wajah ini siap menerima serum dan step-step skincare berikutnya. Lebih bercahaya sih kulit ini jadinya, tapi entah karena pre-essence ini atau serum atau hal lain jugaa. Tapi overall, produk ini bagus, cukup menjalankan tugasnya dalam mempersiapkan kulit sebelum memulai skincare^^

Repurchase? Don't think so.. Saya lebih suka cobain produk lain, kecuali untuk produk yang bener-bener buat saya jatuh hati dan saya ga nemu yang setara. Tapi karena ini satu-satunya pre-essence yang pernah saya coba dan khasiatnya ga cuetaaaarrrr banget, mungkin saya mau hunting produk lain lagi kalo yang ini udah habis, kekeke

Thanks for visiting my blog guys...
xoxo

My Natural Skin Remedies

Assalamualaikum..
Halo semuanyaaa..
Ini Senin gembira kali yaa, kan besok libur lagii XD
Di post kali ini aku mau cerita tentang perawatan yang aku lakuin kalo kondisi kulitku lagi jelek.

Pernah ngalamin nggak tiba-tiba kulit ini jadi kering, tapi di applezone dan antara alis ini berminyak parah? Kalo dipegang, kulit rasanya ga mulus, banyak bruntusan entah apa. Dikacain keliatan pori-pori besar dan flek serta bekas jerawat semakin jelas terlihat. Huhuhuu, sediiih deh kalo udah gitu.. Mau cobain skincare apa bingung (mana mikir-mikir harus merogoh kantong seberapa dalam), pakai yang sudah ada yaa ga nampol. Skincare-ku terbatas yang standar aja sih soalnya, semacam toner, pembersih, pelembab, sunscreen.. Selain itu ada sih semacam pre-essence, serum, night cream, tapi yang propertiesnya standar semacam brightening, moisturising, itu aja sih. Masker yaa juga yang buat kulit lagi normal (ada kan ya masker mujarab buat kulit ini-itu yang lebih spesifik?). Intinya, skincare yang tersedia di sekitarku ya terbatas lah.

Nah, jadilah aku mencari cara hemat dan mudah untuk memperbaiki kondisi kulit. Ga mudah-mudah banget sih, karena butuh ketelatenan dan kesabaran setiap hari. Plus hasilnya ga instan, tapi cukup memuaskan kok kalo menurutku..

1. Toner
Toner yang aku punya di rumah adalah toner yang moisturising, bersihin pori dari sisa make up, menenangkan kulit, dan seterusnya. Kalo kulit lagi bermasalah, misalnya bruntusan, berjerawat, kering, ato malah berminyak, toner biasa sepertinya kurang nampol yah.. Mau scrubbing pun untuk kulit lagi berjerawat ato kering itu terlalu harsh menurutku. Mungkin yang bisa dilakukan adalah pake peeling pad atau gentle peeling untuk angkat sel kulit mati, bruntusan berkurang, tp ga sekeras scrub. Peeling kan macem-maceem ya, kalo yang sampe mengelupas dan merah-merah itu juga keras sih. Dan mahal. Aku punya cara alami untuk peeling sendiri di rumah. Pake cuka apel! Cuka apel itu mempunyai kandungan antiseptik, bisa melancarkan sirkulasi darah, dan sifat asamnya sih bisa mengangkat sel kulit mati. Dulu aku pernah post tentang cuka apel ini di sini.
Nah, jadi aku pakai cuka apel ini sebagai toner. Aku tetep pakai tonerku biasanya, tapi cuka apel ini aku pakai sehari dua kali, pagi dan malam. Dan aku pakainya dilarutkan dulu di air, dengan perbandingan 1:1. Aku takut aja kalo 100% cuka apel, takut terlalu asam. Dan aku pakainya sambil merem, soalnya kalo ga gitu mata perih kena uapnya. Soal bau, ditahan yaaa, baunya asem beneeer.. Tapi bagus banget buat kulit dan yang ga kalah penting, MURCE BOOOK!! Sebotol aku beli 27ribu-an, di tiap toko beda kali yaa..

2. Pelembab
Pelembab ini aku pake yang ada di rumah aja sih, karena yang aku cari ya melembabkan as usual ajaa. Aku pakai Hadalabo Lotion dan Hadalabo Milk. Sebenernya kalo kulit ga kering banget, boleh pakai lotionnya aja, tapi kemarin sempat kulitku kering kerontang, jadi aku tambah pake milk nya juga. Pelembab ini bagus banget, kapan-kapan aku review deh.. Hehehe

3. Mask
Masker setiap hari? Boleh? Mahal dong?
Boleh kok, tergantung maskernya. Mahal? Nggak juga, tergantung pakai apa. ^^v
Setiap hari aku 'maskeran' pake CSM. Pernah denger CSM kan? Buat yang belum tau, CSM adalah singkatan dari Chizu Saeki Method. Dia adalah skincare guru asal Jepang yang mengajarkan cara murah dan mudah mendapatkan manfaat skincare hingga kulit terdalam *ecieh bahasanya* Itu definisiku sendiri sih.. Sebenernya ada banyaaaak banget perawatan kulit ala Jepang ajarannya dia, sampe ada bukunya kok. Googling aja deh buat lebih lengkapnya. Yang aku bahas di sini hanya maskeran ala dia aja, yang pernah aku baca di femaledaily dan pernah aku liat di youtube lalu aku aplikasikan ala aku sendiri.

Basically sih, ini kayak kompres wajah atau maskeran pake facial lotion murah tapi manfaat melembabkannya maksimal. Boleh pake facial lotion apapun atau cairan lain sesuka hati kamuu. Mau pake facial lotion mahal juga gapapaa, malah bagus. Pokoknya ga sayang aja itu dituang-tuang banyak dan SETIAP HARI. Hehehehee

Kalo aku sih pakai air teh hijau. Jadi, teh hijau aku seduh, masukin botol, terus simpen di kulkas. Cara pakainya, ambil 3 lembar kapas wajah (bisa lebih kalo kamu ga telaten/kapasnya tipis, bisa kurang kalo kamu telaten banget). Aku pakai kapas Selection biasa. Terus itu tiga-tiganya dituangin/dicelupin ke air teh hijau (atau lotion+air atau air lainnya,suka-suka sih). Itu kapasnya jangan sampe basah kuyup yang sampe menetes-netes, tapi harus seluruhnya basah. Terus dikupas deh setipis mungkin dan ditempelin ke muka kayak pakai mask sheet. Biar lebih jelas, aku kasih videonya yaa, kayaknya pakai kata-kata aja jadi membingungkan..hehehe



Kalo ga bisa diputer, klik di sini

Nah, itu dia rangkaian skin remedies ala aku. Harus sabar, rajin, dan telaten setiap hari. Aku udah buktiin ini ngaruh banget ke kesehatan kulit. Kulit jadi lebih lembab dan bercahaya, tapi emang harus rutin. Semoga post ini memberi sedikit bantuan buat kamu-kamu yang lagi bermasalah kayak aku yaaa..
xoxo^^

The Court - A Story

Tanya Vladimir memandangi seragam abu-abu yang dikenakannya. Seragam yang serupa juga dikenakan ayah dan ibunya yang sedang duduk di depannya. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Metro Court, tempat akan diadakannya Peradilan Besar yang dilakukan setiap tahun di Metropolis. 

Kereta yang mereka tumpangi berderit pelan penuh dengan penumpang berseragam abu-abu yang sama. Sesuai peraturan pemerintah Metropolis, seluruh warga diharuskan menghadiri Peradilan Besar ini, dimana akan dibuat peraturan-peraturan negara baru dan penjatuhan hukuman-hukuman bagi para pemberontak di hadapan semua orang. Maka pada hari ini semua aktivitas sehari-hari warga ditunda, sekolah-sekolah diliburkan, seluruh kegiatan berpusat di Metro Court, Metropolis.

Para penumpang kereta mengobrol pelan dalam kelompok-kelompok kecil. Tanya memperhatikan dari tahun ke tahun, tampaknya posisi duduk di kereta tidak pernah berubah. Kalaupun ada perubahan, tampaknya tidak banyak. Selama 16 tahun hidupnya, Tanya belajar bahwa warga Metro cenderung sulit mempercayai orang lain, khususnya orang-orang di luar klan familinya. Bahkan Tanya diajarkan oleh orang tuanya untuk tidak mempercayai orang lain selain dirinya sendiri. Sampai saat ini pun Tanya masih tidak mengerti alasannya. Dia hanya memandang pemandangan ladang di luar jendela kereta yang tampak sepi ditinggalkan para petani ke Metropolis.

Tanya melamun sepanjang perjalanan hingga akhirnya kereta melambat dan akhirnya berhenti di Stasiun Fin. Satu per satu para penumpang turun dan berbondong-bondong berjalan ke pusat kota, tempat Metro Court berada. Sejauh Tanya memandang, yang dilihatnya adalah gelombang manusia dalam seragam abu-abu berjalan berkelompok ke arah yang sama.

Sementara itu Tanya dan kedua orang tuanya, bersama beberapa orang keluarga Vladimir yang tersisa, berjalan pelan. Menurut cerita orang tuanya, ada masa ketika klan Vladimir cukup memiliki kekuasaan di Metropolis. Namun, suatu saat ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa Alastair Vladimir, kakek buyut Tanya, merencanakan sebuah pemberontakan melawan Metropolis yang selalu menarik pajak tinggi dari kota-kota yang mengelilinginya. Rumor itu memicu perburuan Alastair dan beberapa anggota klan Vladimir yang dicurigai terlibat pemberontakan. Mereka dijatuhi hukuman saat Peradilan besar dan sejak saat itu seluruh anggota klan Vladimir sering menjadi kambing hitam setiap ada pemberontakan yang terjadi. Oleh karena itu pula, hampir tidak ada anggota klan lain yang berani dekat dengan klan Vladimir, khawatir akan dikait-kaitkan jika ada masalah.

Metro, sebuah negara kecil yang tampak tenang dan damai. Warganya hidup sederhana di kota-kota kecilnya dari hasil bertani dan berdagang. Pemerintahan Metro berpusat di Metropolis, tempat semua persaingan bergejolak di balik setiap sikap terhormat dan ramah para pejabat pemerintahan. Mereka bersitegang tanpa kata-kata, saling menghancurkan dengan tetap menyunggingkan senyum di wajah mereka, seolah tidak terjadi apa-apa. Jabatan. Satu hal yang diinginkan oleh setiap orang di Metropolis: kekuasaan.

Dan Metro Court adalah satu kesempatan untuk menunjukkan kekuasaan. Atau menambah kekuasaan, jika memungkinkan.

Tanya menghela napas. Warga Metro tampak damai, tapi dibalik semua itu, mereka semua ketakutan akan kekuasaan pemerintah. Metropolis bisa saja tiba-tiba memberi tuduhan palsu, demi menyajikan pemberontak di Metro Court. Satu kambing hitam saja, cukup untuk mengingatkan warga tentang kekuasaan mereka. Jika memang ada kiamat, Tanya yakin mungkin ini adalah awal dari kiamat. Saat penguasa tidak lagi adil dan mencintai rakyatnya, saat rakyat sudah tidak lagi berani memperjuangkan keadilan. Singkat kata, saat ketidakadilan sudah menjadi hal biasa.

Jalanan semakin ramai. Titik pertemuan seluruh warga Metro sudah dekat. Para warga berjubel memasuki gerbang besar Metro Court. Kemudian berbaris dua-dua memasuki pintu besar dengan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas keamanan, memastikan tidak ada warga yang membawa senjata dan berinisiatif memprovokasi acara tahunan ini.

Tanya, bersama orang tua dan keluarganya, ikut berdesakan mengantri masuk Gedung Metro Court. Setelah menunjukkan kartu identitas dan petugas keamanan melaksanakan pemeriksaan standar, Tanya melangkahkan kakinya memasuki Gedung. Tampaknya pilar Gedung semakin besar, mengimbangi Gedung yang dipertinggi dan diperluas.Tangga berliku menyambut Tanya, membimbing warga untuk menuruninya memasuki Hall, tempat semua orang berkumpul dan menyaksikan Peradilan Besar.

Tanya masih tidak mengerti mengapa Metro Court dibangun dengan konstruksi yang aneh. Gedung ini dibangun di sebuah lembah, namun atapnya begitu tinggi hingga melebihi dataran. Di dalam Gedung ini semua orang merasa sangat kecil melihat atap Gedung yang terasa sangat tinggi dari dalamnya. Namun bisa dirasakan manfaat pembangunan Gedung yang sangat tinggi ini, di dalamnya terasa sejuk walaupun diisi begitu banyak manusia. Tanya juga berpikir, apa mungkin adanya tangga berliku dan dataran ada jauh di atas bertujuan untuk menghapus ide konyol untuk kabur atau mengendap-endap keluar di tengah acara?

Tanya berpisah dengan keluarganya, berkumpul bersama anak-anak sebayanya. Tanya berdiri diam, menonton beberapa anak di dekatnya bermain dalam kelompok kecil sembari menunggu Peradilan dimulai. Salah satu dari anak itu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya.

"Hei, lihat! Ini mainan baru buatan ayahku! Kata ayah, benda ini bisa berputar tanpa henti jika dijatuhkan dengan keras ke lantai!" serunya, menarik anak-anak lain di sekitarnya menoleh ingin tahu. Tidak lama kemudian, anak tersebut menjatuhkan mainan yang terbuat dari besi tersebut ke lantai.

Suara denting besi bertemu lantai terdengar cukup nyaring di tengah suara-suara bergumam warga yang tidak berani bersuara keras. Selama beberapa detik, mainan besi tersebut terdiam di lantai. Tanya menahan dengusan kecewa, mainan itu tidak bisa berputar seperti ucapan anak itu tadi. Anak-anak lainnya, termausk si pemilik mainan, juga tampak kecewa melihat mainan besi yang terdiam di lantai. Beberapa detik keheningan berlangsung, lalu anak-anak sudah tidak lagi memandang ingin tahu terhadap mainan itu. Semua mulai berpaling dan mencari hal menarik lain.

Tanya, yang merasa tidak ada hal lain yang menarik, tetap memandangi mainan besi itu. Beberapa menit berlalu, mainan yang terabaikan di lantai itu pelan-pelan menunjukkan sedikit pergerakan, Awalnya hanya bergerak pelan, lama-kelamaan berputar. Putarannya makin lama makin cepat, sehingga mainan itu tampak sedikit melayang. Tanya terus memperhatikan mainan itu, begitu pula anak-anak lain di sekitarnya.

Tiba-tiba saja mainan itu membesar, seiring perputarannya yang semakin cepat. Suara berdesing mengiringi keluarnya mata pisau di sisi-sisi mainan bulat itu. Mainan itu mulai melompat-lompat terpantul di lantai dan terpental ke salah satu pilar. Pelan tapi pasti, pilar besar itu tergores dan serpihan-serpihan batu mulai rontok akibat gesekan panas. Tanya mulai merasakan kekhawatiran aneh merambati perasaannya. Meskipun tampak tidak mungkin mainan sekecil itu bisa memotong pilar raksasa Gedung Metro Court, tapi melihat putaran mainan yang tidak berkurang karena gesekan dan mata pisau yang semakin lama tampak beberapa milimeter lebih panjang, Tanya merasa hal mustahil itu mungkin saja terjadi. Kepanikan mulai menjalar dalam dirinya. Ayah, ibu. Mereka harus diberitahu, Gedung akan hancur.

Tanya berlari menerobos kerumunan anak-anak yang masih tertegun memandangi mainan besi, melompati pagar besi rendah pemisah antar kelompok usia seraya melempar pandangan ke segala arah mencari sosok ayah dan ibunya. Para orang dewasa tampak berdiri diam, hanya sedikit yang mengobrol dengan orang di sebelahnya. Hingga akhirnya Tanya menemukan sosok ayahnya, berdiri diam seakan tidak ada orang di sekitarnya.

"Ayah!" panggil Tanya dengan suara sepelan mungkin, walaupun sepelan apapun suaranya akan tetap terdengar di tengah gumaman pelan orang di sekitarnya.

"Hei, Tanya, apa yang kau lakukan di sini? Seharusnya kau tidak boleh melewati pagar pembatas itu!" Ayah berkata panik.

"Ayah, Gedung akan hancur! Tadi ada salah satu anak membawa mainan besi yang berputar memotong pilar! Ayo segera kita cari ibu, kita harus segera keluar dari sini!"

"Hei, anak kecil! Mana mungkin pilar raksasa Gedung bisa hancur hanya karena sebuah mainan? Kau mungkin mengigau, Nak!" cemooh seorang laki-laki tua.

Tanya tidak mempedulikan cemooh laki-laki tua itu. Tanya menarik ayahnya, ingin menunjukkan langsung hal yang tadi dia ceritakan. Ayahnya bergegas mengikuti langkah Tanya. Sesampainya di tengah kerumunan anak-anak yang memperhatikan mainan besi, ayah Tanya tertegun. Dia sadar, pilar raksasa itu mungkin saja bisa rusak karena sebuah mainan. Mainan besi itu sendiri kini sudah semakin besar, hampir seukuran piring dan putarannya tidak berkurang sedikit pun.

"Tanya, ayo kita segera pergi dari Gedung, cari ibu. Kau larilah dulu ke tangga dan langsung naik keluar. Biar Ayah yang mencari ibu," perintah ayahnya.

Tanya berlari ke tangga, dengan mata anak-anak lain mengikutinya. Tanya mengerti akan ada hukuman bagi siapapun yang keluar dari Gedung sebelum acara selesai, apalagi sebelum acara dimulai.
'Ah, masa bodoh Peradilan Besar. Lagipula, siapa yang akan memberi hukuman? Gedung ini sendiri akan runtuh mengubur kita semua kalau kita tidak segera kabur keluar,' pikir Tanya.

Saat Tanya sampai setengah perjalanan naik keluar, terdengar suara berdebum batu yang jatuh. Ternyata di belakangnya sudah terjadi keributan besar. Tanya sibuk dengan pikirannya, sehingga tidak menyadarinya sama sekali. Tapi perintah ayahnya jelas, dia harus lari keluar.

Tanya terengah-engah menaiki anak tangga. Hingga sampai di atas, dia mendorong pintu besar Metro Court. Dia menepi dan menyandarkan tubuhnya ke tembok, menanti ayah-ibunya sambil mengatur nafasnya. Beberapa detik kemudian, barulah banyak orang menghambur keluar sambil terengah-engah, disusul suara debuman batu kedua. Dua pilar sudah runtuh. Tanya tidak mengkhawatirkan keluarga Vladimir lain, toh dia tidak cukup dekat dengan mereka. Dia hanya mengkhawatirkan ayah dan ibunya.

BUUUMMM.. Dentuman ketiga. Tanya mulai khawatir.  Berapa pilar yang diperlukan untuk menjaga Metro Court tetap berdiri? Tanya hanya berharap, waktu yang tersisa cukup bagi ibu dan ayahnya untuk keluar dari Metro Court. Tidak lama kemudia, dia melihat ayahnya bersama warga lainnya berdesakan keluar dari pintu keluar. Tapi tanpa ibunya.

"Ayah! Ayah! Aku di sini!" teriak tanya sambil berlari ke arah ayahnya. Dia menuntun ayahnya yang kehabisan nafas ke tembok Metro Court untuk bersandar. "Yah, ibu mana?" tanyanya begitu ayahnya sudah tenang bersandar di tembok.

"Ayah tidak bisa mencari ibu di tengah keributan itu. Ayah sudah berlari ke barisan para wanita, tapi semuanya berlarian panik setelah melihat pilar pertama yang runtuh. Hingga pilar kedua runtuh, Ayah masih belum berhasil menemukan ibumu. Akhirnya Ayah berlari keluar, mungkin ibu sudah bersama wanita-wanita lainnya keluar dari Gedung," cerita ayah Tanya.

Tanah bergetar seperti ada gempa bumi. Tanya menarik ayahnya menjauhi tembok, khawatir tembok akan runtuh. Suara gemuruh mengiringi getaran tanah, sekejap saja atap melengkung Metro Court runtuh. Tanya dan ayahnya membeku takjub melihat atap Metro Court yang sebelumnya tampak megah dan kokoh berdiri di permukaan, tiba-tiba saja tinggal berupa reruntuhan.

Ibu...


Kita tidak pernah tau, sesuatu yang begitu hebat akan sampai kapan mampu bertahan. Sesuatu yang tampaknya kokoh, kuat, dan selama ini mengagumkan sehingga semua orang menjadikannya pegangan, mempercayakan semuanya, suatu saat akan hancur dan tidak ada bedanya dengan debu. Dan seringnya, perusak yang menggerogoti kekokohan itu justru muncul dari dalam, hal kecil yang semula ditertawakan dan dianggap tidak berarti dibandingkan hal besar itu. Dan yang pasti, tidak ada sesuatu bernama keabadian. Apapun itu pasti ada akhir yang menunggu.

Catatan Surabaya

Assalamualaikum.. Gimana nih kabarnya di minggu pertama segala rutinitas kembali ke semula? Akhir-akhir ini Surabaya diguyur hujan terus. Setiap menyentuh waktu dhuhur, mendung sudah mulai mempersiapkan diri menutupi kota. Jam-jam ashar, biasanya udah gelaaap banget, disertai guntur kadang keras kadang kalem. Hujannya sih deres ga deres yah, tapi lamaaa turunnya. Bikin betah banget tiduran dan malas-malasan.

Tapi sayangnyaa, masih ada satu kewajiban yang belum selesai. *Udah sadar ada kewajiban, masih aja pura-pura lupa nih, kekeke

Anyway, dipikir-pikir lama juga ya aku udah domisili di Surabaya. Kota kelahiranku, tapi bukan kota aku beranjak dewasa. Bisa dibilang aku merantau di kota ini, walaupun yahh ga merantau-merantau amat sih. Keluarga banyak di sini juga, kos juga nggak. Hahaha.. Tapi jauh dari orang tua iya.

Kalau mau flashback, dulu emang aku pengen banget merantau ya ke Surabaya dan awal mula merantau ya waktu kuliah. Padahal dulu ga jelas juga mau kuliah apaan, pokoknya di Surabaya. Banyak sekali tes ujian masuk universitas yang aku ikuti, habisnya cita-citaku juga ga jelas, jadi random aja milihnya.

Hehehe, ga random juga sih. Ada satu jurusan yang aku pengen, cuma ga yang 'harus itu!' sekedar pengen, tapi tetep cari alternatif jurusan lain kalo-kalo ga kesampaian. Alternatif lainnya itu yang random. Dan bener aja ga kesampaian dan yang dapet malah alternatif-lain-yang-random itu. Pertimbangan aku milih alternatif-alternatif jurusan, selalu bidang yang lumayan aku suka atau yang memungkinkan bisa masuk profesi apa aja atau ortu yang pilihin. Hehehe..

Nah, sejak kuliah di Surabaya ini pula aku mulai sadar begitu besaaaaarnyaaaaa peran orang tua di kehidupan kita. Ajaibnya, alternatif-lain-yang-random dan aku ketrima pun adalah pilihan ortu yang digerakkan oleh Tangan Tuhan nunjuk jurusan ini harus kumasukkan dalam pilihan. Jadi, legowo aja menerima aku keterimanya di jurusan ini, mungkin emang Tuhan yang mengarahkan, insyAllah.

Dulu perjalanan pencarian universitas, hampir setiap sabtu bapak saya mengantar ke Surabaya. Kadang beliau sopiri sendiri, kadang bawa sopir. Terus minggunya pulang lagi. Tak terhitung berapa formulir pendaftaran yang beliau belikan. Oke, ini agak lebay, bisa dihitung tapi aku udah lupa ada berapa. Yang jelas, terasa sekali pengorbanan beliau untukku, putrinya yang selama ini sering melawan, sering bohong, sering nakal, hehehe. Sampai sekarang pun kalo ingat-ingat itu, aku masih terharu banget. Ini udah hampir 5 tahun yang lalu lohh..

Di Surabaya pula aku mendapat banyaaak sekali pelajaran hidup. Belajar menjadi lebih dewasa, menerima apapun yang terjadi pada kita dengan lapang dada *tsah. Tapi tapii, aku ngerasa bersyukuuuur banget keterimanya di jurusanku sekarang.

Jadi, aku kuliah di jurusan ekonomi syariah. Dulunya sih mikir yah, jangan-jangan temen-temen kuliahku ntar pada pake jilbab besar-besaaar, pada pinter bahasa Arab, pada ngerti banget agama.. Secara dulu aku ga terlalu ngerti agama, sekarang pun bisa dibilang masih pas-pas an juga pengetahuan agamaku. Intinya, dulu sempet takut n parno ga cocok sama temen kuliahnya. Tapi alhamdulillah, aku ketemu sama temen yang baik-baik. Dan ternyata jurusanku ga gitu-gitu amat, yaa biasa aja seperti mahasiswa pada umumnya, walaupun menurutku mereka cukup jago-jago gitu pemahaman agamanya.

Yang bikin aku bersyukur, aku kuliah di sini ga cuma dapet ilmu teori ekonomi, tapi juga banyaaaak banget pengetahuan Islam yang baru. Selain dari kuliah yang sering nyerempet-nyerempet ke-Islam-an, juga dari dengerin obrolan temen-temen. Alhamdulillah deh, semoga barakah yaa ilmunya dunia-akhirat. Emang sih, mungkin masih banyak kekuranganku dalam aplikasi pengetahuan Islam itu, masih banyak juga yang belum aku tau. Tapii kita ga berhenti belajar kan ya??

Surabaya. Walaupun hanya 5 tahun aku di sini, sangat sedikit porsinya dalam hidupku selama 22 tahun ini, tapi cukup menjadi saksi dalam banyaaak perubahan diriku. Entah ya perubahan apa aja, tapi aku cukup merasakan aku sekarang dengan aku 5 tahun yang lalu cukup berbeda. Seenggaknya perbedaan usia lah yaa *yaiyalah*.

Surabaya kota yang ngangeni sih. Rame, tapi ga rame banget kayak Jeketi ato kota-kota besaaar lainnya. Suasananya pun bersahabat denganku yang notabene ga terlalu suka dingin-dingin. Karakter orang di sini juga beda dan aku suka. Ga ribet gitu orang-orangnya, tapi masih peduli dengan orang lain juga. Ibarat kata, mereka care tapi ga lebay. Mereka peduli orang lain, ga suka ikut campur urusan orang lain. Menurutku lohh yaaa.. Pokoknyaa, Surabaya selalu di hati deh.

Tulisan ini mungkin random banget yah, tiba-tiba aja nulis beginian, kayak mau ninggal kemana aja. Hanya sharing aja sih, aku gatau habis ini aku bakal tetep di sini atau merantau ke tempat lain atau malah back to hometown. Jadi paling gak, aku udah nulisin pesan dan kesan buat Kota Pahlawan iniii^^

Makasih buat yang berkenan mampir dan mau membuang waktunya baca tulisan ini sampe habis. God bless you guys...
xoxo

Hati yang Kuat

Saat diri ini mantap Dengan hati yang kuat Untuk meninggalkan aku yang dulu Lekas pegang erat keinginan itu Ingat, niat baik sanga...