My 'Me Time'

Saya rasa, semua orang wajib memiliki 'me time' dalam kesehariannya. Me time bukan berarti harus sendirian, menurut saya, pokoknya saat-saat apapun yang kita suka menurut saya bisa disebut me time. Karena pada dasarnya me time ada adalah untuk refresh semangat dan mood supaya tidak ada yang namanya kata stress.

Dulunya, waktu jadwal kuliah masih lumayan padat, saya suka sekali menghabiskan waktu dengan main internet, baca novel sambil denger musik sambil nyamil, jalan-jalan, atau sekedar nongkrong di kos temen. Justru sekarang setelah udah jadi mahasiswa semester akhir-akhir, saya jadi bingung mau ngapain ngisi waktu kosong, saking banyaknya waktu kosong, hehehe.. Baca novel sambil denger musik sambil nyamil jadi tidak lagi menarik. Main internet juga sudah mulai bosan. Nah, jadilah saya suka mengisi waktu dengan maskeran, ato ngapainin muka..Hehehe... Tapi balik lagi deh, kalo udah ga mood, males beneeeer mau ngapa-ngapain. Pengennya tiduraaan melulu, palingan mikir ini-itu ke sana kemari. Ga jelas deh pokoknya. Tapi menurut saya itu juga termasuk 'me time' karena bikin relax. Kecuali kalo mikir 'ke sana kemari'nya negatif, malah gak relax, jadi makin stress.

Secara umum, me time yang biasanya saya lakukan adalah kegiatan yang menjadi hobi saya, seperti baca-baca, nulis-nulis (seperti ngeblog ini), tiduran sambil denger lagu, browsing atau cuma ngobrol sama orang yang ada di rumah. Kadang-kadang nonton film atau jalan-jalan. Yang jelas, apapun yang bisa bikin fun, lakukan. Menurut saya, itu semua penting supaya hidup kita bisa balance, gak dapet pusingnya doang gara-gara mikir kerjaan/kewajiban.

Oke, selamat ber-me time ria!! :D


Surat dari Masa Lalu – September 2007


PROLOG:
Sebelum membaca, perlu saya beritahu dulu, di bawah ini bukan hasil tulisan saya, tapi cukup menginspirasi saya selama ini dalam 'mengarahkan' pikiran saya. Mungkin juga bisa berguna bagi Anda, para pembaca. Tulisan ini sudah saya edit di sana-sini supaya bisa menjadi konsumsi umum. 


Beberapa tahun lalu, saat usiaku 17 tahun, aku pernah berdoa,
                “Kini aku memohon pada-Mu Tuhan, tolong aku supaya menjadi dewasa, bukan lagi bersenang-senang, melainkan mempertimbangkan masa depan. Belajar menjadi dewasa ternyata susah, harus bisa mengalah, tidak berat sebelah. Bukan ‘lari dari..’ melainkan belajar memecahkan masalah dan mau meminta maaf jika bersalah. Menjadi dewasa berarti jujur terhadap dunia, tidak berpura-pura, menyimak yang baik, mengabaikan yang tidak baik, dan memperbaiki yang buruk. Aku harus belajar melihat dua puluh tahun ke depan, apakah aku akna menjadi orang yang bertanggung jawab, mau berkorban, dan penuh pengabdian? Apakah aku mawas diri? Apakah kualitas kepribadian ada pada diri sendiri, mampu memberi, mau melayani? Bukannya meminta.. Tolonglah aku mempercayakan diri dan berpasrah bahwa Tuhan besertaku bertumbuh ke masa cerah. Dampingilah aku aku bertumbuh ke kedewasaan, matangkan diriku untuk berperilaku. Tolonglah aku saat membuat pilihan dan tolonglah aku berkembang agar aku pantas menjadi pilihan. Aku percaya seseorang telah Kau siapkan, Kau matangkan dan Kau dewasakan. Sebab itu, pada-Mu kupercayakan diri. Engkau punya maksud indah, sehingga hidup bukan kuhadapi seorang diri, melainkan bersama Engkau, Tuhan, teman hidup sejati.”

Dalam perjalanan hidup ini, seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai saja. Sungguh semua itu menghadirkan nelangsa di dalam jiwa manusia. Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu.

Manusia diciptakan memiliki kehendak tetapi tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tidak perlu kita tangisi. Rejeki, jodoh, dan kematian, memang menjadi bagian dari diri kita selama hidup di dunia dan pasti akan Tuhan sampaikan. Tapi apa yang memang bukan milik kita, tidak akan bisa kita memilikinya, meski ia di dekat kita, menghampiri kita, meski kita mati-matian mengejarnya.

Terkadang, kita tidak sadar sedang mendikte Tuhan, bukannya meminta yang terbaik. ‘Pokoknya harus itu, Tuhan, harus dia.. Karena aku sangat mendambakan itu semua, blablabla...’ Seakan-akan kita lebih berkuasa dari-Nya, seakan kita yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya, kalaupun Tuhan memberikannya, maka tidak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Tuhan tidak mengulurkannya dengan kelembutan, melainkan melemparkan dengan marah karena niat kita terkotori. Setelah ini, harus benar-benar dipikirkan, karena seorang yang baik tidak hidup untuk dunia, namun menjadikan dunia untuk hidup yang sesungguhnya. Maka janganlah kita tangisi apa yang bukan milik kita.

Aku tuliskan kembali itu semua, sebagian pelajaran dan nasehat tentang perjalanan hidupku. Aku pernah nyaris melupakannya. Aku mencintai terlalu sangat hingga aku tidak menyadari, aku sungguh terbang terlalu tinggi karena itu jatuhnya pun sangat sakit. Aku juga terlalu cepat membuat piringnya penuh hingga aku terjatuh dari pinggirnya. Aku sempat berhenti meski sejenak, lalu aku berjalan lagi. Aku berjalan dengan luka yang masih melekat di tubuhku dan aku tidak punya pintu lagi untuk dibukakan.

Ada lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia:
1.  Bebaskan dirimu dari kebencian
2.  Bebaskan pikiranmu dari kesusahan
3. Jangan hidup berlebihan
4.  Berilah lebih
5. Kurangilah harapan

Tiada seorang pun bisa kembali dari awal  dan memulainya lagi dengan memutar kembali waktu. Setiap orang bisa mulai saat ini dan melakukan akhir yang baru. Tuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan, panas tanpa hujan. Tuhan menjanjikan kekuatan untuk hari ini, air mata untuk kebahagiaan dan terang dalam perjalanan.

Kekecewaan bagai ‘polisi tidur’, akan memperlambatmu sesaat tetapi selanjutnya kau akan menikmati jalan rata. Karenanya, janganlah berhenti terlalu lama, berjalanlah terus! Ketika kau kecewa tidak mendapatkan apa yang kau kehendaki, terimalah dan bergembiralah, karena Tuhan sedang menyiapkan yang lebih baik untuk dirimu.

Saat sesuatu terjadi padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah artinya. Suatu kejadian dalam kehidupan, mengajarimu bagaimana lebih sering tertawa dan menangis tidak terlalu keras.

-Anonim-

Saya, Penikmat Karya


Saya selalu mengagumi seseorang yang bisa menulis. Bagaimana mereka bisa merangkai kata dan mengajak kita menyelami alam imajinasi mereka. Bagaimana mereka bisa membuat dunia sendiri yang bahkan tidak ada sumbernya di dunia nyata.

Saya suka cara mereka menyampaikan pikiran mereka. Darimana mereka menemukan ide cemerlang untuk menulis sesuatu yang menginspirasi orang lain? Bagaimana memilih kata-kata yang pas dari semesta kata yang kaya?

Saya adalah penikmat bahasa, rangkaian kata dan suara. Bahasa, penghubung komunikasi antar manusia. Kata-kata, begitu diubah rangkaiannya, akan berubah pula maknanya. Suara, seperti musik dan lagu, tidak selalu kata-kata, bisa juga hanya berupa rangkaian nada, bisa membawa emosi pendengarnya.

Mungkin satu yang masih belum saya nikmati, karya lukis. Saya kurang bisa menilai sebuah gambar atau lukisan. Gambar, bagi saya hanya gambar, tidak membawa emosi saya ke titik tertentu. Namun, saya juga menikmati karya film. Walaupun hanya untuk hiburan, terkadang renungan.

Satu hal yang sejak kecil saya suka adalah membaca dan menulis. Sangat menakjubkan mengingat saya adalah tipe orang yang mudah bosan akan sesuatu dan sering ‘anget-anget tahi ayam’. Musik juga saya suka dari kecil, walaupun tidak pernah menjadi pelaku, hanya penikmat. Sampai sekarang.

Saya: pembaca, penulis, pendengar.

Hidup Ini Relatif

"Apa yang kamu pikir salah di sini, bisa jadi sahih di tempat lain. Racun bisa jadi obat. Obat bisa jadi racun." Tristan berhenti. "Oke, oke, maksud saya... relax! Matahari saja tidak muncul 12 jam di suatu tempat! Semua bergantung dimana kakimu berpijak." (Dikutip dari Akar, Dee).

Hidup ini relatif, tergantung perspektif Anda melihat suatu masalah dari sudut mana. Semua di sekitar kita diliputi kerelatifan. Saya melihat Anda egois, sebaliknya Anda yang menganggap saya egois.

Suatu saat kita berpegang teguh pada mana yang baik dan mana yang salah, di saat lain kita menemukan yang sebaliknya. Pernah saya melihat seseorang yang begitu sempurna, baik fisiknya, karirnya, semuanya. Tapi siapa tahu di balik itu semua ada hal negatif yang dia tanggung? Siapa tahu di pihaknya ada sesuatu yang dia envy ada di orang lain? Lagi-lagi semuanya relatif, boy.. Tergantung dari sisi mana Anda melihatnya...

Satu hari Anda melakukan sesuatu, akan ada yang memuji Anda, dan akan ada pula yang menghujat Anda. Tergantung pada kesamaan pandangan Anda dengan orang lain. Tidak ada yang sepenuhnya benar dan tidak ada pula yang sepenuhnya salah di dunia ini. Benar dan salah, itu adalah hak Tuhan. Hak kita sebagai manusia hanya.. melakukan apa yang kita ANGGAP benar. Menurut saya, selama alasan yang mendasarinya bisa dipertanggungjawabkan, kenapa tidak?

Sepertinya pagi ini saya hanya meracau. Sekali lagi, sorry for the inconvenience..

Regards,

Have You Ever Stop Thinking?

I always feel that I never stop thinking about anything. Various thoughts always spinning in my head, good and bad thoughts as well. It happens agan and again, I'm thinking and thinking again. Usually, they're about future, desicions, plans, or just random things. How can I stop this? CAN I stop this? I mean, stop thinking randomly.

Then I found out that it's just human nature to think and over-think things. --a

Imajinasi Saya Sepanjang perjalanan






Bersyukur deh ada blogging assistant d hp yang lumayan membantu kebosanan di jalan.. hehe..

Jadi, tadi di jalan menuju pacitan, saya paham kata orang-orang tentang jalannya yang katanya naik-turun gunung. Ternyata beneraaan jalannya berliku-liku naik-turun.. kanan-kiri yang ada jurang, tebing batu, pohon-pohon tinggi meranggas, sungai berbatu di bawah, sawah terasering.. semuanya perpaduan warna hijau dan coklat, abu-abu dan biru bebatuan.. Fantastis!

bisa juga pikiran 'fantastis' itu hanya ada di kepala saya, karena  saya membayangkan hal-hal lainnya. Di kepala saya, yang ada seolah-olah kami terkurumg oleh tebing batu yang tuinggi itu. Seolah-olah kami ada di dunia goblin di bawah tanah. Atau di dunia elf, hutan-hutan rapat. Yang untuk menuju ke sana kami harus menembus terowongan rahasia. Hehehe

Imajinasi saya ketinggian ya?? But that's it.. saya berusaha mengambil beberapa foto, tapi sulit dengan keterbatasaan kamera hp dan laju mobil. Ditambah, lama-kelamaan saya pusing akibat jalan yang berliku-liku dan naik-turun. jadi akhirnya saya berhenti mengambil gambar dan memutuskan relaks dan merem gak lihat jalan. --''

saya lampirkan beberapa foto yang saya ambil, walaupun kalo foto saja sepertinya tidak terlalu terlihat efek 'fantastis' yang tergambar di kepala saya.. hehe

Published with Blogger-droid v2.0.4

Akhirnya, ada acara mudik..




Jarang-jarang nih keluarga ada agenda mudik ke luar surabaya. Biasanya, lebaran gini stay di surabaya aja. Jadi sejak kuliah, bisa dibilang saya gak mudik kemana pun.

Dari tahun ke tahun, agenda 'mudik' keluarga yang pasti surabaya, kadang-kadang aja ke jawa tengah, jogja atau semarang. Itu kalo ada acara kumpul keluarga bapak, tapi jarang sekali dan tergantung bapak lagi fit atau nggak. Soalnya bapak gak pernah memercayakan urusan nyopir luar kota ke kita-kita.. hehee..

Tapi tahun ini beda. Tidak direncanakan sebelumnya, keluarga ada acara mudik ke Pacitan. Sebelumnya, saya tidak pernah pergi ke pacitan. Katanya sih pacitan itu jauh, biasanya kalo jalan normal sekitar 7 jam, kalo macet gini, gatau deh berapa jam..

Tapi untung, pada dasarnya saya suka ada di perjalanan. Mudik gini, saya lebih suka di jalannya daripada di tempat tujuannya, walaupun bukan berarti saya ga suka pas udah sampai. Tapii, yaa suka aja liat mobil-motor pada tumplek blek di jalan, panas-panas gini. Banyak yang bisa dilihat dan disyukuri.

Published with Blogger-droid v2.0.4

5W 1H

There are so many 'Question Words' exist in this world of words. They are 'What', 'When', 'Where', 'Who', 'Why', and 'How'. Among all those words, in my opinion, 'Why' is perhaps the important one. Why is it important? (Nah, just now I'm asking using 'why' word, heheh)

Honestly, I found this statement in someone's blog, and I do have the same opinion. So, I want to share my thinking (again) here in my own blog. 'Why' wants reason as the answer. For me, the reason you do something is the most important one. Reasons show people's perspective for their doing. And that's the point of all.

I do really appreciate people who have reason for everything they've done. However strange their actions or decisions, I will appreciate it, as far as the reasons are rational. Just, they will be the responsible one for the outcome of their decisions.

And again, the next word that I think important after 'why' is 'how'. 'How' demands the process as the answer. How you do something, how you achieve your goals, is important. Because, for me, when you walk on the good process, you will gain good results in a long term. However hard the process is, you have to believe, you will get the best in the end.

But anyway, the other question words are important too. It will be better if you get answer from all the six basic question. Heheh..

Regards,

T O D A Y

Hari ini sungguh spesial buat saya. Sejak saya kuliah, sepertinya ini hari kelahiran yang kembali berkumpul dengan banyak keluarga, termasuk ibu, adek, kakak, dll. Sayangnya bapak masih di kampung halaman, belum balik ke Surabaya. Tapi, intinya, saya senang sekali. Plus, hari ini bertepatan dengan malam takbiran. Malam terakhir Ramadhan.

Malam takbiran ini, saya merasa antara senang dan sedih. Senang, karena berkumpul dengan begituuuu banyak saudara. Selain itu, entah kenapa setiap tahun saya selalu menanti-nanti hari idul fitri. Padahal kalau dipikir-pikir, sepertinya dari tahun ke tahun saya masih belum melakukan perbaikan apapun.

Saya merasa, di akhir Ramadhan ini, begitu banyak hal yang saya lewatkan. Di saat 'harga' pahala seperti 'didiskon' besar-besaran, saya belum memaksimalkan 'hunting' pahala. Banyak waktu yang saya lewatkan dengan tidur, main, dan hal-hal gak penting lainnya. Bukannya berbuat kebaikan, saya masih sering 'nakal', bikin orang sebel.. 

Tahun ini sepertinya adalah tahun yang sangaaat menyenangkan buat saya. Banyak sekali pelajaran yang saya dapat. Saya berdoa, semoga seiring berkurangnya jatah umur ini, saya bisa semakin handle waktu dan hati saya sendiri. Juga selalu dilancarkan segala urusan dan diberikan segala hal yang terbaik oleh Allah.. Amiiin...

Selamat Idul Fitri semuanyaa.. Minal aidzin wal faidzin yaa :)

An Issue About Perfection

Katanya sih, orang Jawa itu nrimo, menerima apa adanya, pasrah. Yaa, maksud saya bukan pasrah yang berdiam diri, tapi pasrah yang menyerahkan segalanya pada Tuhan, mengikuti alur, let it flow...

Is there such a person like that in this world? Accepting you just what you are? Padahal hidup ini menuntut kesempurnaan. Perfection always WIN in any matters in this world! Lihat aja sekarang, sudah banyak teknologi yang membantu manusia menyempurnakan dirinya, misalnya operasi plastik, implan, dan lain-lain. Banyak cara untuk menyempurnakan pekerjaannya, baik secara jujur maupun curang. Orang yang lebih sempurna, selalu lebih diterima daripada yang berkekurangan. Itulah awal dari keberadaan sebuah penilaian. Yang bernilai lebih baik akan menjadi pemenang. See?

Society insist perfection. Anda yang tidak sempurna, akan mengalami seleksi alam. Untuk dapat diterima, mungkin Anda hanya bisa terkungkung di lingkungan tertentu, yang mungkin sama kekurangan denganmu. Atau ada cara lain, menjadikan diri Anda sempurna, bagaimanapun caranya. Toleransi hanya isu zaman sekarang. Buktinya, Anda hidup dalam tuntutan. Menjadikan Anda seseorang yang bukan diri Anda. Menjadi orang lain yang menurut Anda ideal dan diinginkan masyarakat.

Kalimat 'Nothing's Perfect' sekarang hanya slogan. Semuanya berlomba-lomba untuk menghilangkan ketidaksempurnaannya, setidaknya menutupinya di depan manusia lainnya. Karena semuanya tahu, Anda akan lebih dihargai kalau Anda sempurna.

I'm not perfect either. This posting is just.. saying what I'm thinking.. One more random post :)

Few Things Captured in My Room

Taken by: My Sisters
These photos are taken when I wasn't there, then I found out that things they're taken are soooo random.
Here they are.. :D










Sorry for the inconvenience..
cc: elfirdha.tumblr.com

Renungan Dalam Lagu [My Chemical Romance - I Don't Love You]

Gak usah banyak prolog deh ya, langsung saya tulis liriknya..

Well, when you go
Don't ever think I'll make you try to stay
And maybe when you get back
I'll be off to find another way

And after all this time that you still owe
You're still a good-for-nothing I don't know
So take your gloves and get out
Better get out while you can

When you go would you even turn to say
"I don't love you like I did yesterday" ?

Sometimes I cry so hard from pleading
So sick and tired of all the needless beating
But baby when they knock you down and out
It's where you oughta stay

Well after all the blood that you still owe
Another dollar's just another blow
So fix your eyes and get up
Better get up while you can

When you go would you even turn to say
"I don't love you like I did yesterday" ?

Well, come on, come on!
When you go would you have the guts to say
"I don't love you like I loved you yesterday" ?


The point is in these sentence "when you go, don't ever think I'll make you turn to say and maybe when you get back I'll be off to find another way". It's already clear what it means, but here, the main character (in my point of view is a girl) just want to convince herself by asking him that he doesn't love her anymore. Asking him to say "I don't love you like I did yesterday".

She said "sometimes I cry so hard from pleading, so sick and tired of all the needless beating". Here, she confesses that she's hurt and really cry for him leaving, but there is no words needed to make him stay, so she's just in silence. Rather than making quarrel, she let him just leave.

Yes, just leave and live his decision.

Sabar dan Jalani Saja..

Inget dulu sama temen-temen kkn selaluuu aja motto ini disebut. Setiap ada sesuatu yang salah, selalu jawabannya 'sabar dan jalani saja'. Kata-kata yang tampaknya mudah dan sederhana ketika diucapkan, tapi suliiiit sekali untuk diamalkan..

Pada hakikatnya, menurut saya, sabar dan jalani saja bisa membuat kita tenang dan santai menjalani hidup. Pokok udah usaha kan, ntar diliat aja, apapun hasilnya sabar dan jalani saja sebaik mungkin. Tapi ternyata, kalo saya, tetap saja kok ga bisa setenang itu ya? Seriiing perasaan ga karuan, ga tenang, entah badmood ato uring-uringan, pokoknya saya merasa perasaan saya selalu di titik ekstrim. Pengennya sih santai, biasa aja sama semuanya, karena apapun itu ketika ada embel-embel 'sangat', pada akhirnya akan menyakiti diri sendiri. Tapi kok ngatur hati sendiri untuk tetap di level 'biasa aja' itu kok sulit? Apa saya kurang sabar? Apa saya kurang bisa 'jalani saja'?

Mungkin iya, mungkin saya kurang bisa bersabar. Jadi saya ingin segera mendapat apa yang saya inginkan. Saya juga mungkin kurang bisa 'jalani saja', melainkan selalu ingin semuanya berjalan sesuai keinginan saya. Mungkin saya harus bisa menata hati, supaya semua kembali di level 'biasa aja', ga ada embel-embel 'sangat' untuk semua hal. Mungkin dengan begitu saya bisa mulai menjalani hidup dengan 'sabar dan jalani saja'.

Posting agak geje nih, bangun tidur kesiangan mungkin bisa disalahkan :D

Published with Blogger-droid v2.0.4

Sejatinya Sibuk itu Memang 'Menyenangkan'

Ini saya lagi di kereta dan lagi nyoba posting blog pake hp..jadi yang akan saya tulis sepertinya tidak akan banyak-banyak..

Pikir-pikir topik apa yang ingin saya tulis,kemudian saya teringat pembicaraan dg teman-teman saya beberapa hari yang lalu dan dengan seseorang semalam. Yaitu tentang perasaan negatif yang muncul ketika kita menganggur.

Ternyata bukan saya seorang yang merasa uring"an ga jelas, bete, badmood, khawatir, pokoknya ga enaaaak banget perasaan ini. Itu terjadi setiap saya menganggur, ga ada kerjaan apa-apa. Tapi begitu diri saya disibukkan oleh sesuatu, atau paling tidak melakukan sesuatu, baik bermanfaat ataupun tidak, 'aura' negatif itu berkurang, dan semakin lama kegiatan itu dilakukan, akan semakin nyaman pula perasaan saya.

Ternyata teman-teman saya yang lain waktu itu mengutarakan hal yang sama pula. Jadi, saya menyimpulkan, pada hakikatnya manusia lebih menikmati dirinya saat mereka memiliki suatu kesibukan. Walaupun ketika kita sibuk kita mengeluh ingin istirahat/malas-malasan.

Udah, gitu aja posting saya, ini masih nyobain juga. Jangan-jangan udah nulis panjang-panjang ternyata ga bisa --"

Published with Blogger-droid v2.0.4

Renungan Dalam Lagu [Paramore - Misguided Ghosts]

Sepertinya lagi suka nulis-nulis lirik lagu ya.. Dua hari berturut-turut saya posting lirik lagu terus. Kelihatan lagi ga ada bahan tulisan ya?? Hehehe...

Jadi inget zaman SD-SMP dulu, suka nulis lirik lagu di buku, sampe berhalaman-halaman isinya lirik-lirik lagu. Kurang kerjaan banget deh emang, tapi memang saya suka dengerin lagu dari zaman dulu sih.. Iseng-iseng yang kurang bermanfaat sepertinya..

Nah, kali ini saya ingin menulis tentang lagunya Paramore yang judulnya Misguided Ghosts. Artinya.. arwah penasaran?? Baca dulu liriknya dan dengarkan lagunya dulu aja, deh.. Cekidooot :D


Misguided Ghosts


1, 2, 3, 4


I am going away for a while
But I'll be back don't try and follow me
Cause I'll return as soon as possible
See I'm tryin' to find my place
But it might not be here where I feel safe
We all learn to make mistakes,



And run from them
From them
With no direction
We'll run from them
From them
With no conviction



Cause I'm just one of those ghosts
Traveling endlessly
Don't need no roads
In fact they follow me
And we just go in circles



Now I'm told that this is life
Pain is just a simple compromise
So we can we get what we want out of it
Will someone care to classify
A broken heart and twisted minds
So I can find, someone to rely on,



And run to them
to them
Full speed ahead
Oh you are not
Useless
We are just



Misguided ghosts
Traveling endlessly
The ones we trusted the most
Pushed us far away
And there's no one road
We should not be the same
I'm just a ghost
And still they echo me
They echo me in circles.



Lagu Misguided Ghosts ini, menurut saya bercerita tentang manusia yang selalu mencari jati dirinya. Di hidupnya, manusia akan selalu menemui masalah, "Now I'm told that this is life, pain is just a simple compromise" dan "We all learn to make mistakes". Manusia seperti arwah penasaran, selalu 'berjalan' kesana-kemari terkadang terarah dan terkadang tanpa arah, berjalan terus sampai akhirnya waktu yang menghentikan. 

Semua manusia adalah sama, tidak ada yang tidak berguna, semuanya sama-sama mencari tujuannya masing-masing. Saya jadi berpikir, bahwa sebenarnya tidak ada yang sepenuhnya benar dan tidak ada yang sepenuhnya salah di dunia ini. Karena semua manusia pasti melakukan suatu tindakan didasari tujuan dan niatnya masing-masing, dan bukan hak kita sebagai sesama manusia untuk men-judge tindakan mereka salah atau benar.

"The ones we trusted the most, pushed us far away. And there's no one road. We should not be the same". Kalimat itu membuat saya berpikir, memang benar bahwa kita semua diciptakan berbeda-beda. Tidak seharusnya semua manusia sama. Kita harus menghormati orang lain yang pasti memiliki pandangan berbeda dengan kita. Tidak perlu untuk kita mengikuti pandangan orang lain dan sebaliknya, yang harus dilakukan adalah memahami dan mencoba melihat dari berbagai pandangan yang berbeda. Dengan begitu, kita bisa selalu belajar untuk menghormati orang lain, juga membuka pikiran kita terhadap berbagai pendapat yang berbeda-beda.


Renungan Dalam Lagu (QUEEN - Bohemian Rhapsody)

Sejak beberapa waktu yang lalu, saya suka sekali dengan lagu ini. Saya suka musiknya aja sih, sedangkan untuk makna lagunya sendiri saya tidak paham. Walaupun saya dengarkan berulang-ulang, tetap maksud dari lagu ini tidak saya tangkap. Omong-omong, tahu lagunya gimana gak nih?? Ini liriknya..



Is this the real life?

Is this just fantasy?
Caught in a landslide,
No escape from reality
Open your eyes, 
Look up to the skies and see,
I'm just a poor boy, I need no sympathy,
Because I'm easy come, easy go, 
Little high, little low,
Any way the wind blows doesn't really matter to 
me, to me



Mama, 
I just killed a man,
Put a gun against his head, pulled my trigger 
now he's dead
Mama... life had just begun,
But now I've gone and thrown it all away
Mamaaaaa oooh, 
Didn't mean to make you cry,
If I'm not back again this time tomorrow,
Carry on, carry on as if nothing really matters



Too late, my time has come,
Sends shivers down my spine, body's aching all 
the time
Goodbye, ev'rybody, I've got to go,
Got to leave you all behind and face the truth
Mamaaaaa oooh, (Away the wind blows)
I don't want to die,
I sometimes wish I'd never been born at all



(Guitar solo)



I see a little silhouetto of a man,
Scaramouche! Scaramouche! Will you do the 
Fandango?! 



Thunderbolt and lightning, very, very frightening 
me!
Galileo, Galileo
Galileo, Galileo 
Galileo, Figaro - magnifico 



I'm just a poor boy, nobody loves me
He's just a poor boy from a poor family,
Spare him his life from this monstrosity!
Easy come, easy go, will you let me go
Bismilah! No, we will not let you go
(Let him go!) Bismilah! We will not let you go
(Let him go!) Bismilah! We will not let you go
(Let me go) Will not let you go 
(Let me go)(Never) Never let you go
(Let me go) Never let you go (Let me go) Ah
No, no, no, no, no, no, no
Oh mama mia, mama mia, mama mia, let me go
Beelzebub has a devil put aside for me, for me, 
for meeeeeeeeeeeeeeee!



So you think you can stop me and spit in my 
eye?!?!
So you think you can love me and leave me to 
die?!?!
Oh, baby, can't do this to me, baby,
Just gotta get out, just gotta get right outta 
here!



(Guitar solo)



Nothing really matters, Anyone can see,
Nothing really matters,
Nothing really matters to me...



Anyway the wind blows...


Dari lirik di atas, agak bingung sih ini lagu maksudnya apa.. tapi masa bodo ah, yang penting enak didenger aja lagunya..
Akhirnya saya searching di Google, Bohemian atau yang disingkat Boho itu apaan sih? Ada yang nulis, penyembah setan lah, ada yang nulis juga vintage" dan kebebasan. Jadi saya lebih condong kalo Bohemian itu berarti freedom dan Bohemian Rhapsody bisa diartikan irama kebebasan. #sotoy

Dari hasil searching itu pula, saya menemukan bahwa yang ga paham dengan maksud lirik ini ga hanya saya seorang diri.

Dari awal lirik lagu, diceritakan bahwa 'pemeran utama' adalah orang miskin yang telah membunuh seseorang lalu dia menyesal dan meminta maaf pada ibunya. Akhirnya dia menyerahkan dirinya, tidak mengelak untuk dihukum. Ada banyak kata yang saya tidak tahu artinya, seperti 'Scaramouche', 'Fandango', terus tiba-tiba 'Galileo', terus 'Figaro'. Tapi intinya saya nangkep lagu ini maksudnya bercerita tentang seseorang yang telah salah kemudian akan dihukum. Tapi ada juga yang berpendapat kalau si 'pemeran utama' mengelak bahwa dia telah membunuh dengan mengatakan 'fandango' yang diartikan sebagai istilah jalanan untuk kata 'menari'. Bahkan perbuatannya dituduhkan sebagai jebakan dari 'Beelzebub' yang diartikan sebagai nama setan.

Pokoknya banyak deh interpretasi beda-beda tentang makna lagu ini. Tapi buat saya, yang paliiiiing saya suka dari lagu ini adalah di bagian ending lagu, yang dinyanyikan dengan nada sedikit nge-rock,
  "So you think you can stop me and spit in my eye?? So you think you can love me and leave me to die?? Ohh, baby, can't do this to me, baby.. Just gotta get out, just gotta get right outta here.."



Alam Otak adalah Alam Persepsi

Saya baru saja memulai membaca sebuah buku yang sedikit 'berat', baru beberapa halaman pertama dan menemukan satu bab-nya yang berjudul demikian, "Alam Otak adalah Alam Persepsi". Di situ tertulis, seluruh peristiwa yang terjadi di sekitar kita, ketika tertangkap oleh otak, maka semuanya diubah menjadi persepsi. Bila diumpamakan, otak kita adalah layar monitor yang menerima informasi yang tertangkap oleh kamera. Pada manusia, kamera yang dimaksud adalah mata, telinga, penciuman, pengecap, dan perasa yang merupakan panca indera kita.

Mata mengubah cahaya yang masuk ke retina menjadi sinyal listrik yang diteruskan ke pusat penglihatan di otak. Telinga mengubah getaran suara yang masuk ke gendang telinga menjadi sinyal listrik yang diteruskan ke pusat pendengaran di otak. Demikian pula yang terjadi di indera penciuman, pengecap dan peraba.

Maka, ketika 'kamera' tersebut rusak, lantas 'image' yang ditangkap oleh monitor, alias otak, juga akan berkualitas jelek yang akhirnya menghasilkan persepsi yang salah. Kita sebagai manusia, tidak bisa berinteraksi langsung dengan dunia luar yang berupa fakta. Kita hanya bisa memahami fakta setelah diubah menjadi sinyal-sinyal listrik yang ditampilkan di layar monitor berupa otak. Oleh karena itu, kualitas otak dan seluruh sistem sensorik itu menjadi 'jaminan' terhadap kualitas persepsi seseorang.

Di sini saya tidak membicarakan kualitas otak berupa 'kepandaian' atau 'kebodohan' seseorang. Saya yakin, semua orang sebenarnya memiliki kepandaian di bidangnya masing-masing, yang artinya tidak ada orang yang benar-benar bodoh. tapi bukan itu yang ingin saya bicarakan di sini.

Saya lebih berpikir bahwa yang kita terima, semua fakta dan pemikiran kita, sebenarnya semua adalah persepsi. Mungkin hal yang kita lihat sama, tapi otak kita mungkin menerima yang berbeda. Sepertinya tulisan ini sedikit nyambung sama posting saya sebelumnya. Kalau belum baca, klik di sini. Pada intinya, saya jadi berpikir, ketika kita dilatih untuk berpikir positif, maka persepsi yang akan dibuat oleh otak dari sinyal-sinyal listrik yang diterimanya juga akan positif dan demikian sebaliknya. Dan bagaimana cara untuk membuat persepsi positif? Mungkin melalui pembiasaan sejak dini, dari kita kecil, yang semuanya bisa terbentuk dari pengaruh lingkungan kita tumbuh.

Saya sendiri sering berpikiran buruk. Padahal, keluarga saya, dimana di situlah pengaruh terdasar dari perkembangan saya, selalu mengajarkan untuk berpikiran positif, tidak pernah menganggap sesuatu yang tidak sesuai rencana adalah sebuah kegagalan.  Saya sendiri sedang belajar untuk selalu berpikir positif.  Seperti menghipnosis diri saya sendiri, bergumam kalimat-kalimat positif sendiri, dan lain-lain. Mungkin ini asal-usul saya membaca buku yang sedikit berat ini. Nanti, jika ada hal menarik untuk ditulis dari buku ini, saya akan menulis lagi. Jika penasaran buku apa yang saya maksud, ini saya tautkan sedikit prolog buku.

Tanda :) (senyum) di SMS/BBM/sejenisnya

Entah ini hanya saya saja yang merasakan atau Anda juga merasakan, gambar :) ketika membalas sms/bbm/sejenisnya sedikit berpengaruh pada mood. Saya merasakan hal ini ketika saya membalas sms kepada seseorang yang membuat saya sebaaaaaal sekali. Rasanya muangkel sampe ubun-ubun dan begitu banyak kata-kata kasar yang ingin saya balaskan untuk sms-nya. Tapi saya tahan semua dan tetap membalas sms-nya sehalus mungkin dan mengakhirinya dengan :) (walaupun sebenernya pengen marah-marah).

Dan ga tahu bagaimana bisa, emosi saya kembali menurun, walaupun ga sepenuhnya hilang rasa sebal itu. Tapi paling ga poin penting yang membuat saya sebal sudah saya sampaikan dan saya masih bisa 'tersenyum' padanya. Tinggal berharap si penerima sms cukup mengerti maksud saya dan bisa berpikir ulang mana yang prioritas dan mana yang bisa dipending.

Hmm, itulah keajaiban smiley di segala macam yang berbau elektronik saat ini. Anda bisa tersenyum walaupun sebenarnya marah, bisa tertawa terbahak-bahak walaupun guyonannya garing, bisa bergaya stay cool dan bermuka datar walapun lagi melting dan seterusnya.

Terima kasih sudah menyempatkan membaca postingan saya ini yang sangat tidak penting. :D <-- ketawa beneran

"Seandainya saja..."

Apa yang terjadi di masa lalu sebenarnya bukan sesuatu yang harus disesali, apalagi diratapi hingga membuat sakit hati. Tapi terkadang per...